CILEGON, JURNALKUHP.COM – Kota Cilegon tengah diselimuti duka. Tiga tokoh yang begitu dekat dengan masyarakat berpulang dalam waktu hampir bersamaan: Thabib M Adam Luthfi, KH. Yasin bin Abdul Hanan, dan Umi RT. Fasochah Chotib binti Achmad Chotib, istri Abah Lukman Harun dari Pesantren Al-Furqon, Rabu (27/08/2025).


Masyarakat pun merasa kehilangan. Mereka bukan sekadar tokoh, tetapi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Cilegon.
Thabib M Adam, Tabib Penuh Ketulusan

Thabib M Adam atau akrab disapa Thabib Adam sudah lama dikenal sebagai tabib pengobatan tradisional. Ia ahli dalam bekam, ramuan herbal, dan pengobatan alami.
Yang membuatnya begitu dicintai masyarakat adalah ketulusannya dalam membantu orang lain. Thabib Adam selalu menerima pasien dengan ramah, melayani dengan sabar, dan tidak pernah memperhitungkan soal imbalan. Banyak yang mengenang bagaimana beliau menolak dianggap sebagai orang pintar yang mencari keuntungan, karena baginya yang utama adalah doa dan kebaikan untuk sesama.
KH. Yasin, Ulama yang Menyejukkan

Nama KH. Yasin bin Abdul Hanan sangat akrab di telinga jamaah Cilegon. Beliau dikenal sebagai ulama yang lembut, penuh kasih, dan selalu menghadirkan kedamaian dalam setiap ceramahnya.
Sejak muda, KH. Yasin sudah aktif mendidik generasi agar cinta ilmu dan ibadah. Tidak hanya mengajarkan agama di pesantren dan masjid, beliau juga hadir di tengah masyarakat, menengahi masalah, dan menebar keteladanan.
Umi Fasochah, Ibu Bagi Para Santri

Sosok Umi RT. Fasochah Chotib binti Achmad Chotib adalah permata di lingkaran keluarga besar Pesantren Al-Furqon. Ia wafat pada 27 Agustus 2025, pukul 02.00 WIB.
Sebagai istri Abah Lukman Harun, Umi Fasochah mendampingi perjalanan pesantren dengan penuh kesabaran. Ia bukan hanya berdiri di samping sang kiai, tetapi juga hadir langsung di tengah para santri.
Para santri dan santriwati masih menangis haru mengingat sosok Umi yang selalu memperhatikan makan, kesehatan, dan kebutuhan mereka. Baginya, para santri adalah keluarga.
Tak heran jika banyak yang menyebutnya sebagai ibu pesantren.
Ucapan Duka Mendalam

Ketua DPC Gerindra Kota Cilegon, Helldy Agustian, SE, SH, MH, ikut hadir dalam takziyah. Dengan wajah haru ia menyampaikan bahwa Cilegon kehilangan tiga sosok teladan. Thabib Adam dikenal sebagai penolong masyarakat, KH. Yasin sebagai guru yang menyejukkan, dan Umi Fasochah sebagai ibu penuh kasih bagi para santri.
Helldy menegaskan bahwa ketiganya bukan hanya tokoh agama dan pengayom, melainkan bagian dari keluarga besar masyarakat Cilegon. Mereka telah menorehkan jejak yang dalam, memberi teladan keikhlasan, dan mengajarkan arti pengabdian tanpa pamrih. Ia berharap masyarakat dapat melanjutkan kebaikan yang sudah diwariskan, sembari menjaga warisan spiritual dan sosial yang ditinggalkan.
Menurut Helldy, kehilangan ini bukan hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi oleh seluruh warga Cilegon. Ia mengajak masyarakat untuk mendoakan agar almarhum dan almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan.

Sementara itu, tokoh Banten H. Embay Mulya Syarif juga menyampaikan duka mendalam. Ia mengatakan bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah. Menurutnya, “Kita semua milik Allah dan pasti akan kembali kepada-Nya.
Almarhumah Hj. Rt. Fasochah binti KH. Tb. Achmad Chotib telah mendahului kita untuk kembali kepada Allah SWT, dan suatu saat kitapun akan menyusulnya.
Semoga Allah SWT melipatgandakan pahala amal sholehnya, mengampuni segala khilafnya, serta memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhumah,” tuturnya.
Sejak kabar duka tersebar, rumah duka dipenuhi pelayat. Tampak hadir Helldy Agustian, KH. Embay, KH. Fathul Adzim dari Banten, para tokoh agama, serta ribuan warga Cilegon.
Doa-doa terus dipanjatkan agar ketiganya mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Tiga sosok telah pergi, namun jejak mereka tidak akan hilang. Warga Cilegon akan selalu mengingat kebaikan, keikhlasan, dan keteladanan yang mereka tinggalkan.
Red.























