Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Laporan Warga

Enam Desa di Lebak Tegas Tolak Perpanjangan HGU PTPN, Warga Terjebak Kemiskinan dan Akses Pembangunan Terhambat

×

Enam Desa di Lebak Tegas Tolak Perpanjangan HGU PTPN, Warga Terjebak Kemiskinan dan Akses Pembangunan Terhambat

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


Lebak, JURNALKUHP.COM — Penolakan terhadap rencana perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) untuk perkebunan kelapa sawit menguat di Kabupaten Lebak, Banten. Perwakilan masyarakat dari enam desa secara terbuka menolak perpanjangan izin tersebut karena dinilai telah mengunci ruang hidup warga, menghambat pembangunan, serta memperparah kemiskinan struktural di wilayah sekitar perkebunan.

Penolakan disampaikan dalam audiensi resmi dengan Pemerintah Kabupaten Lebak, Kamis (22/1/2026). Mutin Sutisna, perwakilan masyarakat enam desa, menegaskan bahwa selama puluhan tahun keberadaan perkebunan tidak pernah menghadirkan kesejahteraan bagi warga sekitar.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!_Segenap keluarga besar Kejaksaan Republik Indonesia mengucap
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81Indonesia Berdaulat, Adil, dan MakmurDelapan puluh satu tahun
Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Herry Hermanus Horo, S.H. beserta jajaran mengucapkan Selamat Me
Dirgahayu Republik Indonesia! 🇮🇩17 Agustus 2026 menjadi momen bersejarah peringatan HUT ke-81
Selamat Hari Kemerdekaan ke 81th Republik Indonesia17 Agustus 1945 - 2026Indonesia Berdaulat Ad
Kepala Kepolisian Daerah Banten Beserta Staf dan Jajaran MengucapkanSelamat Hari Kemerdekaan Re
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81🇮🇩Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Repub
Kapolres Cilegon AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi., S.H, S.I.K., M.Si.beserta staff dan j
Komandan Kodim 0623-Cilegon dan Ketua Persit KCK Cab XLIX Dim 0623 Cilegon beserta keluarga Bes
Kepala Kejaksaan Negeri Cilegon Febrianda Ryendra, S.H., beserta seluruh jajaran Kejaksaan Neger
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026Merdeka Sehat, Indonesia Hebat@pemkotcilegon @robin
🇮🇩 Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 🇮🇩Segenap keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebuday
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026Segenap keluarga b
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩Kemerdekaan adalah warisan yang harus kita jaga bers
🇮🇩DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA🇮🇩Keluarga Besar Dinas Sosial Kota Cilegon mengucapkan Selama (2)
Dirgahayu Republik Indonesia🇮🇩Terus melangkah bersama dan menjaga persatuan untuk mewujudkan
🇮🇩Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81 Tahun 🇮🇩Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.81 tahun I
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026Kemerdekaan adalah
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81🇮🇩Indonesia berdaulat, adil dan makmur.Mari terus bersatu

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

“Sampai hari ini masyarakat di lingkungan perkebunan tidak bisa berkembang. Sangat sulit meningkatkan kesejahteraan, sementara pembangunan hampir tidak ada. Infrastruktur terhambat karena lahan dikuasai oleh perkebunan. Ini bukan lagi soal ekonomi, tapi soal keadilan ruang hidup,” tegas Mutin.

Ia menyebutkan, wilayah Kecamatan Rangkasbitung—khususnya Desa Pasirtanjung, Rangkasbitung Timur, Narimbang Mulya, Cimangenteung, dan Citeras—serta Desa Sindang Mulya di Kecamatan Maja, mengalami stagnasi pembangunan akibat keterbatasan akses lahan.

“Kami meminta pemerintah daerah memfasilitasi aspirasi masyarakat. Enam desa ini sepakat tidak akan menandatangani atau menyetujui perpanjangan HGU PTPN dalam bentuk apa pun,” ujarnya.

Sikap tersebut diperkuat oleh enam kepala desa yang secara resmi menyatakan penolakan, yakni Kepala Desa Pasirtanjung, Rangkasbitung Timur, Narimbang Mulya, Cimangenteung, dan Citeras (Kecamatan Rangkasbitung), serta Kepala Desa Sindang Mulya (Kecamatan Maja).

Pemerintah Kabupaten Lebak membenarkan adanya gelombang penolakan tersebut. Asisten Daerah I Setda Lebak, Alkadri, menyatakan bahwa aspirasi masyarakat menjadi catatan serius pemerintah daerah dan akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

“Masyarakat menyampaikan secara tegas agar pemerintah daerah tidak merekomendasikan perpanjangan HGU PTPN yang masa berlakunya sudah habis. Banyak warga miskin di sekitar perkebunan, mereka ingin berusaha namun kesulitan karena lahan dikuasai pihak lain,” kata Alkadri.

Lebih jauh, Alkadri mengungkapkan bahwa secara tata ruang, keberadaan perkebunan di wilayah tersebut berpotensi bertentangan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Lebak.

“Dalam RTRW Lebak tidak ada zona perkebunan di wilayah tersebut. Yang ada adalah zona permukiman, perkantoran, dan pengembangan kawasan perkotaan. Keberadaan perkebunan justru memperlambat pertumbuhan kota,” jelasnya.

Pemerintah daerah, lanjut Alkadri, meminta masyarakat untuk menyampaikan surat penolakan secara resmi sebagai dasar administratif agar dapat dikomunikasikan dengan pemerintah provinsi maupun pusat.

“Surat penolakan masyarakat akan kami dukung dan teruskan. Pemerintah daerah akan mengomunikasikan langkah-langkah lanjutan sesuai ketentuan RTRW dan regulasi yang berlaku,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Perkebunan Nusantara (PTPN) belum memberikan pernyataan resmi terkait penolakan masyarakat maupun rencana perpanjangan HGU di wilayah Kabupaten Lebak.

 

Editor : Redaksi biro kb Lebak

Example 120x600