CILEGON, JURNAL KUHP — Kebakaran ilalang yang terjadi di sekitar Kantor Kelurahan Ketileng, Kecamatan Cilegon, pada Kamis (17/9/2026) siang, sempat membuat warga panik. Lokasi kebakaran yang berada berdekatan dengan rumah warga menjadi perhatian karena berpotensi meluas, terlebih kondisi musim kemarau disertai angin yang cukup kencang.
Lurah Ketileng, Hilman Setiaji, saat diwawancarai JURNAL KUHP pada Jumat (18/9/2026), mengatakan kejadian tersebut diketahui setelah pihak kelurahan menerima pengaduan warga sekitar pukul 13.00 WIB.
“Memang kemarin sekitar jam 13.00 lewat ada pengaduan warga langsung ke Pak Lurah terkait kebakaran ilalang yang sebelah kantor kelurahan, berdekatan kanan kirinya dengan warga dan rumah warga,” ujar Hilman.
Menurutnya, setelah menerima laporan, pihak kelurahan langsung menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cilegon untuk melakukan penanganan.
Hilman mengatakan, respons cepat petugas Damkar membuat api dapat segera dikendalikan. Sekitar 14 menit setelah menerima laporan, petugas Damkar tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman bersama masyarakat serta unsur lingkungan.
“Langsung telepon Damkar secepat kilat dan sigapnya luar biasa tim Damkar Kota Cilegon. 14 menit langsung datang ke lokasi,” katanya.
Dalam proses penanganan, warga bersama Ketua RT, Ketua RW, staf kelurahan dan unsur masyarakat lainnya turut bergerak membantu petugas Damkar.
“Bersama dengan warga, Pak RT, Bu RT, Pak RW, staf kelurahan semuanya berbaur, bahu membahu dengan tim Damkar. Alhamdulillah jam 2 tepat api bisa dipadamkan,” ungkap Hilman.
Hilman menegaskan, respons cepat tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan.
Menurutnya, kondisi kedaruratan dapat terjadi dalam berbagai bentuk sehingga diperlukan kesiapsiagaan pemerintah bersama masyarakat.
“Kita dari Damkar dan dari kelurahan itu sigap tanggap terkait dengan tanggap kedaruratan, siap siaga terhadap bencana kedaruratan. Bencana itu kan macam-macam, ada bencana kebakaran, ada bencana alam,” jelasnya.
Pihak Kelurahan Ketileng juga telah meneruskan informasi mengenai kejadian tersebut kepada Camat Cilegon. Koordinasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.
Sementara itu, Camat Cilegon, Maman Herman, S.E., M.M., menyampaikan imbauan kepada masyarakat Kota Cilegon, khususnya warga Kelurahan Ketileng, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan masing-masing.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah, ilalang, maupun material mudah terbakar secara sembarangan, terutama pada kondisi musim kemarau ketika lingkungan cenderung kering dan api lebih mudah menjalar.
Maman juga mengajak masyarakat agar tidak hanya mengandalkan petugas ketika terjadi kebakaran, tetapi turut mengambil peran dalam upaya pencegahan sejak dini.
Menurutnya, kepedulian masyarakat, RT dan RW, serta aparatur kelurahan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tanggap terhadap keadaan darurat.
Selain menyampaikan imbauan, Maman memberikan apresiasi kepada Lurah Ketileng beserta jajaran, RT dan RW setempat serta masyarakat yang dinilai bergerak cepat ketika mengetahui adanya kebakaran.
Ia menilai respons bersama di tingkat lingkungan tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi dan gotong royong dalam menghadapi kejadian darurat.
Maman juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cilegon yang bergerak cepat mendatangi lokasi dan melakukan penanganan hingga api berhasil dipadamkan.
Menurutnya, petugas Damkar tetap memberikan pelayanan dengan totalitas dalam menjalankan tugas di lapangan, meskipun dalam pelaksanaan tugasnya masih menghadapi keterbatasan anggaran.
Apresiasi tersebut, kata Maman, menjadi dorongan agar sinergi antara pemerintah, petugas kebencanaan dan masyarakat terus diperkuat, terutama dalam menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.
Hilman Setiaji kembali mengingatkan masyarakat Kelurahan Ketileng, mulai dari RW 01 hingga RW 04, agar tidak melakukan pembakaran terbuka yang berpotensi memicu kebakaran.
“Pesannya, stop bakar-bakaran apa pun itu dalam rangka mencegah. Karena memang ini musim kemarau, banyak kejadian-kejadian ilalang kebakaran kemudian sampah kebakaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebakaran terkadang bermula dari aktivitas sederhana seperti membakar sampah. Api yang semula diperkirakan aman dapat merambat apabila ditinggalkan, terlebih ketika kondisi lingkungan kering dan angin cukup kencang.
“Sebetulnya tidak sengaja, untuk membersihkan sampah, tetapi ditinggal sedikit ke mana-mana apinya karena musim kemarau ditambah dengan angin yang cukup kencang,” tuturnya.
Karena itu, Hilman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menyampaikan edukasi mengenai bahaya pembakaran sampah maupun ilalang.
“Kalau perlu diumumkan ke masjid-masjid dengan pengeras suara, bahayanya membakar sampah atau membakar ilalang ini akan fatal terhadap kita semua,” katanya.
Imbauan juga ditujukan kepada pemilik maupun penghuni rumah kontrakan. Hilman mengingatkan bahwa keamanan tidak hanya menyangkut tempat tinggal masing-masing, tetapi juga lingkungan di sekitarnya.
“Jangan melihat bahwa itu aman-aman saja. Aman di kontrakannya, tapi belum tentu aman di sebelahnya,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat terus membangun kepedulian bersama dengan saling mengingatkan terhadap aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
“Bahu membahu untuk menyampaikan bahaya, stop untuk kebakaran ini,” ujarnya.
Kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa pencegahan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Kewaspadaan, komunikasi cepat, serta koordinasi antara warga, RT/RW, kelurahan, kecamatan dan dinas terkait menjadi bagian penting dalam meminimalkan risiko kebakaran.
Menutup keterangannya, Hilman menyampaikan apresiasi terhadap respons cepat petugas Damkar Kota Cilegon dalam menangani kejadian tersebut.
“Satu kata untuk Pemerintah Kota Cilegon, sigap terhadap kebencanaan,” pungkasnya.
(Red).







































