Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaBudayaRepublik Indonesia

Empat Jam di Sumatra Utara: KJRI Hamburg Hadirkan Eksotisme Budaya Indonesia di Lange Nacht der Konsulate 2025

×

Empat Jam di Sumatra Utara: KJRI Hamburg Hadirkan Eksotisme Budaya Indonesia di Lange Nacht der Konsulate 2025

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


SUMATRA UTARA, JURNALKUHP.COM – Suasana hangat dan meriah memenuhi kompleks Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hamburg pada Rabu malam dalam acara “Lange Nacht der Konsulate 2025.” Dengan mengusung tema Vier Stunden in Nord Sumatra atau “Empat Jam di Sumatra Utara,” acara ini sukses menarik lebih dari 650 pengunjung yang datang untuk menikmati pesona budaya Indonesia, Pada Selasa, 29 April 2025 .

Acara ini bertujuan memperkenalkan Sumatra Utara sebagai destinasi budaya dan wisata yang unik, sekaligus merayakan hubungan erat antara Indonesia, khususnya Sumatra Utara, dengan wilayah Jerman Utara. Melalui perpaduan tradisi, sejarah, musik, dan kuliner, pengunjung diajak menikmati kekayaan budaya Indonesia dalam atmosfer yang autentik dan memikat.

20 Mei 2026,_20260530_165315_0000

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

 

Salah satu sorotan utama malam itu adalah pameran foto dan presentasi mengenai Batakhaus di Werpeloh, sebuah rumah adat Batak yang berdiri sejak tahun 1978 di desa kecil di Jerman. Batakhaus merupakan simbol persahabatan lintas budaya, yang berawal dari inisiatif Pastor Matthäus Bergmann. Meskipun tidak dapat bertugas di Indonesia karena kendala kesehatan, Pastor Bergmann tetap berperan aktif dalam mempromosikan budaya Batak melalui saudaranya yang bekerja sebagai misionaris di Sumatra dan melalui Kapusin Mission Procuratorate di Münster.

Melalui semangat gotong royong warga Werpeloh, Batakhaus terwujud dan menjadi ikon budaya yang terus digunakan hingga kini, lebih dari 45 tahun sejak peresmiannya. Selain itu, sejarah hubungan Jerman dan masyarakat Batak juga dihidupkan kembali melalui kisah Ludwig Ingwer Nommensen, seorang misionaris asal Nordstrand yang memainkan peran penting dalam membawa pendidikan dan literasi ke wilayah Batak. Namanya kini diabadikan dalam Universitas HKBP Nommensen di Medan, sedangkan Nordstrand tetap menjadi tempat bersejarah bagi umat Batak Kristen.

Suasana malam semakin semarak dengan berbagai pertunjukan budaya khas Sumatra Utara. Lagu-lagu tradisional Batak dibawakan dengan aransemen piano yang menyentuh hati, sementara pertunjukan gondang Batak menggugah semangat hadirin. Workshop menortor — tarian khas Batak yang penuh kehangatan dan kebersamaan — juga menjadi favorit pengunjung.

 

Tidak hanya seni, kuliner khas Sumatra Utara juga menjadi daya tarik utama. Dalam bazar makanan, pengunjung menikmati sajian lezat seperti lontong Medan, mi gomak, dan bika ambon yang habis diserbu antusiasme para tamu. Makanan-makanan ini memperkaya pengalaman budaya pengunjung dengan sentuhan cita rasa khas Indonesia.

Dalam sambutannya, Konsul Jenderal RI Hamburg, Ibu Renata Siagian, menyampaikan apresiasi atas kehadiran masyarakat Jerman dan antusiasme mereka terhadap budaya Indonesia. “Lewat acara ini, kami ingin membawa masyarakat Jerman mengenal Sumatra Utara lebih dekat — budayanya, sejarahnya, dan kedekatannya yang istimewa dengan Jerman Utara. Semoga malam ini menjadi jembatan baru yang mempererat persahabatan dan saling pengertian antara Indonesia dan Jerman,” ujar beliau.

Acara “Lange Nacht der Konsulate 2025” yang diselenggarakan KJRI Hamburg berhasil menggambarkan eksotisme Sumatra Utara dengan sempurna, meninggalkan kesan mendalam bagi para pengunjung.

 

Redaksi JURNALKUHP.COM

Example 120x600