Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaLaporan Warga

Hidup Sebatang Kara di Rumah Reyot, Warga Kp. Cibawang Belasan Tahun Terlupakan

×

Hidup Sebatang Kara di Rumah Reyot, Warga Kp. Cibawang Belasan Tahun Terlupakan

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


SERANG, JURNALKUHP.COM – Nestapa mendalam menyelimuti kehidupan seorang warga lanjut usia di Kampung Cibawang, Desa Kubang Baros, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang. Hidup sebatang kara di sebuah rumah bilik reyot yang nyaris roboh, sosok renta ini telah bertahan dalam keterbatasan selama belasan tahun—tanpa pernah merasakan perhatian dari pemerintah.

Rumahnya berdinding anyaman bambu yang telah rapuh, berlubang di sana-sini, dengan atap bocor yang tak mampu menahan deras hujan. Lantai tanah liat yang becek saat hujan turun menjadi saksi bisu kesunyian dan penderitaan yang dialaminya. Tanpa air bersih yang layak, hari-harinya hanya ditemani sepi dan harapan yang perlahan memudar.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Menurut warga sekitar, pria ini yang lebih dikenal dengan panggilan Nusi sudah lama ditinggal keluarga. Tak memiliki penghasilan tetap, ia bertahan hidup dari belas kasih orang, yang sesekali datang mengantarkan makanan atau sekadar melihat keadaannya.

“Nusi itu orang baik, tapi memang sudah lama sekali tidak ada perhatian dari pemerintah. Kami ingin membantu tapi terbatas kemampuannya,” ucap seorang warga dengan mata berkaca-kaca, pada Sabtu (03/05/2025).

Mirisnya, hingga kini belum ada tindakan nyata dari pihak terkait untuk memperbaiki kondisi tempat tinggal Nusi atau sekadar memberikan bantuan hidup layak. Keberadaan Nusi seakan-akan luput dari catatan negara yang menjanjikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kisah pilu ini menjadi cermin buram potret kemiskinan yang masih mengakar kuat di pelosok negeri. Harapan kini menggantung pada uluran tangan dermawan dan langkah nyata dari pemerintah agar Nusi tidak terus menjalani hari tuanya dalam kesengsaraan dan kesendirian yang mengguncang hati.

 

Pada Sabtu (03/05/2025), Pimpinan Redaksi JURNALKUHP.COM melakukan wawancara melalui video call WhatsApp dengan seorang warga setempat yang menyaksikan langsung kondisi rumah Nusi. Dalam wawancara tersebut, warga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kelalaian pemerintah kelurahan dan kecamatan dalam memberikan perhatian kepada Nusi.

“Kami sudah beberapa kali melaporkan kondisi Nusi kepada pihak kelurahan dan kecamatan, namun hingga kini tidak ada tindak lanjut yang konkret. Kami merasa diabaikan,” ujar warga tersebut dengan nada kecewa.

Pernyataan tersebut mencerminkan ketidakpedulian aparat pemerintah terhadap warganya yang membutuhkan bantuan. Padahal, Desa Kubang Baros sendiri dikenal memiliki potensi wisata yang cukup besar, seperti Curug Betung dan Bukit Haremis, yang seharusnya dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warganya. Namun, kenyataannya, masih ada warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan tanpa perhatian dari pemerintah.

Pemerintah Desa Kubang Baros dan Kecamatan Cinangka diharapkan dapat segera menanggapi laporan ini dan memberikan bantuan yang layak kepada Nusi, serta memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Kesejahteraan warga harus menjadi prioritas utama, terlebih bagi mereka yang hidup dalam kondisi rentan dan memprihatinkan.

Dalam wawancara tersebut, Pimpinan Redaksi JURNALKUHP.COM juga meminta warga untuk menunjukkan kondisi rumah Nusi melalui video call. Hasilnya, terlihat jelas betapa memprihatinkannya keadaan rumah tersebut. Dinding bambu yang rapuh, atap bocor, dan lantai tanah liat yang becek saat hujan turun menggambarkan betapa sulitnya kehidupan yang dijalani Nusi, Sabtu 03 Mei 2025 Sekitar Pukul 17.10 WIB.

Kondisi ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah belum maksimal dalam menjalankan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah tersebut. Padahal, program RTLH merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin dan rentan.

@jurnalkuhp.com

lHidup Sebatang Kara di Rumah Reyot, Warga Kp. Cibawang Terlupakan Nestapa mendalam menyelimuti seorang lansia bernama Nusi, yang telah belasan tahun hidup sendiri di rumah reyot di Kampung Cibawang, Desa Kubang Baros, Serang. Tanpa penghasilan, tanpa keluarga, dan tanpa perhatian dari pemerintah, Nusi bertahan hidup dari belas kasih warga sekitar. Rumah bilik bambu yang rapuh, lantai tanah becek saat hujan, dan atap bocor menjadi saksi bisu kesepiannya. 🗣 “Kami sudah melaporkan ke kelurahan dan kecamatan, tapi belum ada tindakan,” ujar warga setempat. 📩 Redaksi @jurnalkuhpcom telah menginformasikan hal ini kepada Wakil Gubernur Banten dan akan terus mengawal agar pemerintah desa dan kecamatan segera bertindak. Baca Berita Selengkapnya: https://jurnalkuhp.com/hidup-sebatang-kara-di-rumah-reyot-warga-kp-cibawang-belasan-tahun-terlupakan/ #Kemanusiaan #Serang #Cinangka #KisahNusi #JurnalKUHP #Banten #RTLH #LansiaTerlupakan #KeadilanSosial

♬ Emotional Hopeful Epic Piano – DensoMusic

Sebagai Informasi, bahwa pihak redaksi JURNALKUHP.COM telah melaporkan kondisi ini kepada Wakil Gubernur Banten, Bpk. H. Dimiyati Natakusumah melalui pesan whatsapp, dan akan terus mengawal agar pemerintah desa dan kecamatan segera bertindak, (03/05/2025).

Pihak redaksi JURNAL KUHP juga akan segera konfirmasikan dengan pihak pemerintah kecamatan dan kelurahan terkait, harapannya pihak pemerintah kecamatan dan kelurahan melakukan tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya.

 

Redaksi JURNALKUHP.COM

Example 120x600