Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
KPK

Warga Keluhkan Biaya PTSL Diduga Capai Rp500 Ribu di Desa Parakan, Jawilan

×

Warga Keluhkan Biaya PTSL Diduga Capai Rp500 Ribu di Desa Parakan, Jawilan

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


SERANG, JURNALKUHP.COM – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Parakan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, menuai keluhan dari warga. Pasalnya, biaya yang dipungut kepada peserta program diduga mencapai Rp500 ribu per bidang tanah, jauh melebihi ketentuan yang diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri.

Berdasarkan SKB Menteri Agraria dan Tata Ruang, Menteri Dalam Negeri, serta Menteri Keuangan, biaya PTSL yang dibebankan kepada masyarakat maksimal hanya Rp150 ribu per bidang tanah. Biaya ini mencakup pengukuran, pengumpulan data yuridis, dan penerbitan sertifikat.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!_Segenap keluarga besar Kejaksaan Republik Indonesia mengucap
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81Indonesia Berdaulat, Adil, dan MakmurDelapan puluh satu tahun
Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Herry Hermanus Horo, S.H. beserta jajaran mengucapkan Selamat Me
Dirgahayu Republik Indonesia! 🇮🇩17 Agustus 2026 menjadi momen bersejarah peringatan HUT ke-81
Selamat Hari Kemerdekaan ke 81th Republik Indonesia17 Agustus 1945 - 2026Indonesia Berdaulat Ad
Kepala Kepolisian Daerah Banten Beserta Staf dan Jajaran MengucapkanSelamat Hari Kemerdekaan Re
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81🇮🇩Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Repub
Kapolres Cilegon AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi., S.H, S.I.K., M.Si.beserta staff dan j
Komandan Kodim 0623-Cilegon dan Ketua Persit KCK Cab XLIX Dim 0623 Cilegon beserta keluarga Bes
Kepala Kejaksaan Negeri Cilegon Febrianda Ryendra, S.H., beserta seluruh jajaran Kejaksaan Neger
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026Merdeka Sehat, Indonesia Hebat@pemkotcilegon @robin
🇮🇩 Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 🇮🇩Segenap keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebuday
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026Segenap keluarga b
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩Kemerdekaan adalah warisan yang harus kita jaga bers
🇮🇩DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA🇮🇩Keluarga Besar Dinas Sosial Kota Cilegon mengucapkan Selama (2)
Dirgahayu Republik Indonesia🇮🇩Terus melangkah bersama dan menjaga persatuan untuk mewujudkan
🇮🇩Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81 Tahun 🇮🇩Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.81 tahun I
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026Kemerdekaan adalah
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81🇮🇩Indonesia berdaulat, adil dan makmur.Mari terus bersatu

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Namun, seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya mengaku diminta membayar Rp500 ribu saat mendaftarkan tanahnya ke program PTSL di kantor Desa Parakan.

“Istri saya datang ke kantor desa, lalu diminta membayar Rp500 ribu oleh staf desa bernama Asna. Karena tidak punya uang, saya sampai harus pinjam ke saudara agar proses sertifikat bisa jalan,” ungkapnya, Jumat (25/7/2025).

Lebih lanjut, ia mengeluhkan lambatnya proses penerbitan sertifikat yang sudah berlangsung selama lima bulan namun belum juga rampung. “Saya sudah coba tanyakan ke Asna, tapi jawabannya hanya disuruh menunggu info dari pusat,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi, Asna membantah tuduhan tersebut. Ia mengklaim bahwa informasi yang diberikan kepada masyarakat sesuai dengan SKB Tiga Menteri.

“Berdasarkan instruksi kepala desa dan ketentuan yang berlaku, saya hanya menyampaikan biaya PTSL sebesar Rp150 ribu kepada warga,” kata Asna melalui pesan WhatsApp.

Kepala Desa Parakan, Nana Sutisna, juga memberikan bantahan serupa.

“Alhamdulillah data pengajuan PTSL dari warga sudah lama kami kirim ke BPN. Tinggal menunggu proses selanjutnya,” ujarnya singkat.

Saat ditanya terkait kuota program PTSL di Desa Parakan, Nana menyebut jumlahnya sekitar 200 bidang.

Sebagai informasi, dalam SKB Tiga Menteri dijelaskan bahwa apabila ada biaya PTSL yang tidak ditanggung oleh APBN, maka pembiayaannya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan masyarakat. Namun, biaya tersebut dibatasi maksimal Rp150 ribu.

Apabila terjadi pungutan di luar ketentuan resmi, maka hal tersebut dapat dikategorikan sebagai perbuatan melanggar hukum. Tindakan tersebut berpotensi masuk dalam ranah tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 2 Ayat (1), dengan ancaman pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun serta denda paling sedikit Rp200 juta.

 

 

Reporter: Tim

Editor: Redaksi

 

Example 120x600