Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaDinas KesehatanPemerintah

Wakil Wali Kota Cilegon Tinjau Layanan UGD 24 Jam di Puskesmas Citangkil 1

×

Wakil Wali Kota Cilegon Tinjau Layanan UGD 24 Jam di Puskesmas Citangkil 1

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM – Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Citangkil 1 pada Senin (26/5). Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan layanan Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam yang baru saja diresmikan sebagai bagian dari program prioritas Pemerintah Kota Cilegon dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Layanan UGD 24 jam merupakan program inovatif yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Cilegon dan resmi diluncurkan pada 23 Mei 2025. Kehadiran Wakil Wali Kota disambut langsung oleh Kepala Puskesmas Citangkil 1, dr. Isnayati, beserta jajaran tenaga kesehatan.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

“Pak Wakil datang meninjau langsung pelaksanaan layanan UGD 24 jam yang merupakan program baru di Puskesmas Citangkil. Beliau memberikan apresiasi serta dukungan kepada para tenaga kesehatan agar senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar dr. Isnayati kepada Jurnal KUHP.

Dalam kunjungannya, Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo menyampaikan bahwa keberadaan layanan UGD 24 jam merupakan komitmen nyata pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang cepat dan mudah diakses.

“Pemerintah Kota Cilegon berkomitmen penuh untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata. Kehadiran layanan UGD 24 jam di Puskesmas ini adalah bentuk nyata bahwa kami ingin masyarakat bisa mendapatkan layanan darurat kapan pun dibutuhkan, tanpa harus menunggu jam kerja,” ujar Fajar.

 

Ia juga menambahkan bahwa tenaga kesehatan memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan pelayanan prima dan humanis.

“Kami sangat mengapresiasi dedikasi para tenaga kesehatan. Saya minta agar pelayanan yang diberikan harus selalu mengedepankan empati, tanggung jawab, dan profesionalitas. Kami juga mendengar aspirasi dari petugas, dan akan kami tindak lanjuti bersama Dinas Kesehatan untuk memastikan kebutuhan operasional mereka terpenuhi,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, dr. Isnayati menyampaikan bahwa pihaknya juga telah mengajukan dukungan logistik, termasuk anggaran konsumsi bagi tenaga medis yang bertugas secara bergiliran selama 24 jam. Permohonan ini pun telah direspons oleh Dinas Kesehatan Kota Cilegon dan diajukan ke Pemerintah Kota.

“Alhamdulillah, Dinas Kesehatan sudah mengupayakan hal tersebut dan kami berharap realisasinya bisa segera dilakukan demi mendukung kenyamanan dan semangat para petugas,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Isnayati berharap program layanan UGD 24 jam ini dapat berkelanjutan dan menjadi bagian dari upaya besar menjadikan Cilegon sebagai kota yang unggul di bidang kesehatan.

“Harapan kami, Cilegon menjadi kota yang juara—jujur, amanah, dan unggul dalam semua aspek, terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas,” pungkasnya.

Kunjungan ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan fasilitas layanan kesehatan dalam upaya mewujudkan masyarakat Cilegon yang sehat, sejahtera, dan tangguh.

Redaksi Jurnal KUHP.

Example 120x600