Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Pendidikan

USBR Siap Dukung Program Sarjana Penggerak Desa: Pendidikan Berbasis Pengabdian untuk Pembangunan Banten

×

USBR Siap Dukung Program Sarjana Penggerak Desa: Pendidikan Berbasis Pengabdian untuk Pembangunan Banten

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


LEBAK, JURNALKUHP.COM — Universitas Setia Budhi Rangkasbitung (USBR) menyatakan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Program Sarjana Penggerak Desa yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Banten. Program ini bertujuan mencetak sumber daya manusia yang memiliki kemampuan akademik sekaligus kepekaan sosial terhadap persoalan masyarakat di desa.

 

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USBR, Iman Sampurna, mengatakan bahwa kampusnya telah siap menjadi mitra strategis dalam mewujudkan tujuan program ini.

 

“Program Sarjana Penggerak ini adalah peluang bagi anak-anak muda untuk tidak hanya kuliah, tetapi juga mengabdi dan membangun desa. Ini sangat sejalan dengan misi USBR,” ujar Iman saat ditemui di Rangkasbitung.

 

Ia menambahkan bahwa pendekatan pendidikan yang ditawarkan oleh program tersebut mampu menjembatani dunia akademik dengan realitas sosial di tingkat akar rumput.

 

“Mahasiswa tidak cukup hanya duduk di kelas. Mereka harus belajar langsung dari masyarakat, dan itu justru menjadi pembelajaran paling berharga,” ucap Iman.

 

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara berbagai unsur pemerintahan, mulai dari Pemerintah Provinsi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, hingga Pemerintah Kabupaten dan organisasi pemerintah desa. USBR sendiri disebut telah membangun komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait.

 

“Kami bekerja sama dengan pemerintah daerah dan perangkat desa untuk memastikan para mahasiswa benar-benar diterima dan bisa bekerja nyata di lapangan,” kata Iman.

 

Ia juga menekankan bahwa keterlibatan aktif aparat desa menjadi kunci keberhasilan program karena desa adalah ruang utama pengabdian mahasiswa.

 

Dalam keterangan tertulis, pihak kampus menyebut bahwa Program Sarjana Penggerak Desa memiliki keselarasan dengan arah pembangunan nasional, terutama dalam aspek peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi lokal, dan penguatan desa sebagai pusat pembangunan.

 

“Program ini mendukung pembangunan dari bawah, dari desa. Ini bukan hanya kebijakan pemerintah provinsi, tapi juga bagian dari agenda besar pembangunan nasional,” tegas Iman.

 

Program ini terbuka untuk lulusan sekolah menengah yang memiliki komitmen dan integritas untuk menjadi agen perubahan. Mahasiswa akan mengikuti proses seleksi dan mendapatkan pendidikan berbasis pengabdian masyarakat, termasuk pelatihan lapangan, pendampingan akademik, dan integrasi dengan program desa.

 

“Kami membuka peluang bagi siapa pun yang ingin belajar sekaligus mengabdi. Ini bukan sekadar mengejar gelar, tetapi ikut mengubah kehidupan masyarakat,” ujar Iman menutup.

 

Reporter: Hendri

Editor: Redaksi Biro Lebak

 

Untuk informasi, klarifikasi, dan hak jawab, hubungi redaksi melalui kanal resmi.

Example 120x600