CILEGON, JURNALKUHP.COM – Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Rabu (20/05/2026), dimaknai lebih dari sekadar seremoni. Bagi Kasi Pendidikan Dasar (Dikdas), drg. Rully Kusuma Wardhany, Harkitnas menjadi pengingat penting untuk membangkitkan semangat belajar dan menanamkan budaya membaca bagi generasi penerus bangsa.
Menurut Rully, membaca bukan hanya soal menambah pengetahuan, tetapi juga memahami makna dari apa yang dibaca agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama seseorang untuk berpikir, membedakan mana yang baik dan benar, sekaligus memahami tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pendidikan itu dasar untuk seseorang bisa berpikir dan membedakan mana yang baik, mana yang benar, serta memahami tanggung jawab,” ujarnya.
Dalam pesannya pada peringatan Harkitnas, Rully juga mengajak masyarakat untuk membangun kebiasaan berpikir kritis. Namun menurutnya, sikap kritis harus dibangun di atas dasar ilmu pengetahuan dan pemahaman yang cukup.
Ia menilai bahwa mengkritisi sesuatu merupakan hal yang baik selama dilakukan secara bertanggung jawab dan memiliki dasar yang jelas.
“Kita harus belajar, harus punya ilmu, harus pintar dulu. Karena dengan pengetahuan itu seseorang bisa menjadi kritis,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rully menyampaikan bahwa alasan dirinya menaruh perhatian besar pada dunia pendidikan karena pendidikan merupakan hak seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang.
Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan harus terbuka untuk semua kalangan, baik laki-laki maupun perempuan, baik yang memiliki kemampuan ekonomi maupun yang terbatas.
Ia juga menyoroti bahwa kemiskinan yang perlu diperangi bukan hanya soal materi, tetapi juga keterbatasan ilmu pengetahuan.
“Semakin banyak kita belajar, semakin terbuka cara berpikir kita. Dari situ akan lahir inovasi dan keberanian untuk berbuat sesuai kemampuan,” katanya.
Rully menambahkan, ilmu yang dimiliki seseorang dapat menjadi bekal untuk bergerak, berkembang, dan membuka peluang mencapai berbagai cita-cita maupun status yang diinginkan.
Di akhir penyampaiannya, ia mengingatkan agar generasi muda tidak mudah menyerah dan tidak malas dalam menempuh pendidikan.
“Jadikan kegagalan sebagai pengalaman dan motivasi agar tetap semangat belajar,” pesannya.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini pun diharapkan menjadi momentum untuk terus menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat, karena melalui pendidikan dan literasi masyarakat dapat berkembang menjadi lebih kritis, kreatif, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Reporter: Ade Maftuhi























