Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Dinas Pendidikan

Revitalisasi SDN 2 Margatirta Disorot, Baja Ringan Diduga Campur dan Sebagian Tanpa Tanda SNI

×

Revitalisasi SDN 2 Margatirta Disorot, Baja Ringan Diduga Campur dan Sebagian Tanpa Tanda SNI

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


LEBAK, jurnalkuhp.com —  Pelaksanaan program revitalisasi di SDN 2 Margatirta menjadi sorotan setelah ditemukan adanya dugaan penggunaan material baja ringan yang berbeda-beda di lokasi pekerjaan.minggu/9/8/2026)

Berdasarkan pantauan di lokasi, material baja ringan yang digunakan diduga terdiri dari material bermerek dan material polos yang tidak terlihat memiliki tanda atau keterangan SNI pada bagian material yang terpasang. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai standar mutu serta kesesuaian material yang digunakan dalam pekerjaan revitalisasi yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.

20 Mei 2026,_20260530_165315_0000

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Pada papan informasi proyek disebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, dengan pelaksana P2SP, waktu pelaksanaan 150 kalender, Juni sampai September 2026, serta nilai bantuan sebesar Rp755.375.889.

Aktivis Lebak, Ruswa, mengatakan pihaknya menemukan material baja ringan bermerek dan material polos berada di lokasi saat melakukan pemantauan pada 30 Juli 2026.

> “Saat kami ke lokasi, material yang bermerek masih terlihat tergeletak di bawah, sementara ada juga material yang polos. Setelah kami cek material yang sudah terpasang, kami menemukan cukup banyak yang polos dan tidak terlihat tanda-tanda SNI,” ujar Ruswa.

Menurut Ruswa, kondisi tersebut perlu diperiksa secara menyeluruh oleh pihak berwenang untuk memastikan apakah seluruh material yang digunakan sesuai dengan spesifikasi teknis dan dokumen pengadaan.

Ia juga mempertanyakan proses pengadaan dan pengawasan material tersebut. Menurutnya, pihak yang terlibat dalam pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan semestinya mengetahui jenis serta spesifikasi material yang dibelanjakan dan dipasang.

> “Saya menduga ada indikasi kesengajaan. Kenapa saya bisa menduga demikian? Karena dalam proses pembelanjaan dan pelaksanaan, pihak sekolah, P2SP maupun konsultan tentu memiliki peran dan mengetahui material yang digunakan. Ketika di lapangan ditemukan material bermerek hanya sebagian, sementara material polos cukup banyak, ini harus dijelaskan secara terbuka,” tegasnya.

Ruswa menambahkan, pihaknya tidak bermaksud menghambat program revitalisasi sekolah. Justru program tersebut dinilai sangat penting untuk meningkatkan kualitas sarana pendidikan, namun pelaksanaannya harus mengutamakan mutu, spesifikasi teknis, keselamatan dan ketahanan bangunan.

> “Kami sangat mendukung program revitalisasi. Tetapi dukungan itu harus dibarengi dengan pengawasan. Jangan sampai anggaran besar yang diperuntukkan bagi peningkatan kualitas sekolah justru menghasilkan bangunan yang kualitas materialnya dipertanyakan,” katanya.

Ia berharap Dinas Pendidikan, pihak kementerian terkait, konsultan pengawas maupun instansi berwenang segera melakukan pemeriksaan terhadap material yang digunakan, termasuk mencocokkan material di lapangan dengan spesifikasi teknis, dokumen pengadaan, serta bukti pembelian.

Selain persoalan SNI, Ruswa juga meminta agar aspek TKDN turut diverifikasi sesuai ketentuan yang berlaku apabila memang dipersyaratkan dalam pengadaan material tersebut.

> “Kami meminta pemeriksaan secara objektif. Kalau materialnya memang sesuai spesifikasi dan memenuhi ketentuan, silakan dibuktikan melalui dokumen dan pemeriksaan teknis. Kalau ternyata tidak sesuai, tentu harus ada tindakan dan pertanggungjawaban,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SDN 2 Margatirta saat dikonfirmasi mengenai dugaan penggunaan material baja ringan tersebut belum memberikan respons hingga berita ini disusun.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Kepala Sekolah, P2SP, konsultan, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan agar pemberitaan tetap berimbang dan berdasarkan fakta yang dapat diverifikasi.

 

(Red

Example 120x600