Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Artikel UmumBeritaLaporan KhususMediaNasionalPemerintahPERSSosialTemuan KasusTNI & POLRI

Pendidikan Nonformal Dinilai Dianaktirikan, Rumah Pintar Kreasi Sindir Sikap Acuh Pemkot Cilegon

×

Pendidikan Nonformal Dinilai Dianaktirikan, Rumah Pintar Kreasi Sindir Sikap Acuh Pemkot Cilegon

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


Cilegon,Jurnalkuhp.com — Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan nonformal di Kota Cilegon dinilai masih sebatas slogan tanpa dukungan nyata. Yayasan Rumah Pintar Kreasi, yang berlokasi di Lingkungan Kubang Sari, Kecamatan Ciwandan, menilai Pemerintah Kota Cilegon, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), bersikap pasif dan terkesan menutup mata terhadap keberadaan pendidikan berbasis masyarakat.

Koordinator Yayasan Rumah Pintar Kreasi, Ade, mengungkapkan kekecewaannya terhadap minimnya perhatian dari instansi teknis yang seharusnya menjadi ujung tombak pengembangan pendidikan di daerah. Menurutnya, selama menjalankan aktivitas pendidikan nonformal, pihaknya nyaris tidak pernah merasakan kehadiran maupun pembinaan dari Dindikbud Kota Cilegon.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!_Segenap keluarga besar Kejaksaan Republik Indonesia mengucap
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81Indonesia Berdaulat, Adil, dan MakmurDelapan puluh satu tahun
Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Herry Hermanus Horo, S.H. beserta jajaran mengucapkan Selamat Me
Dirgahayu Republik Indonesia! 🇮🇩17 Agustus 2026 menjadi momen bersejarah peringatan HUT ke-81
Selamat Hari Kemerdekaan ke 81th Republik Indonesia17 Agustus 1945 - 2026Indonesia Berdaulat Ad
Kepala Kepolisian Daerah Banten Beserta Staf dan Jajaran MengucapkanSelamat Hari Kemerdekaan Re
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81🇮🇩Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Repub
Kapolres Cilegon AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi., S.H, S.I.K., M.Si.beserta staff dan j
Komandan Kodim 0623-Cilegon dan Ketua Persit KCK Cab XLIX Dim 0623 Cilegon beserta keluarga Bes
Kepala Kejaksaan Negeri Cilegon Febrianda Ryendra, S.H., beserta seluruh jajaran Kejaksaan Neger
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026Merdeka Sehat, Indonesia Hebat@pemkotcilegon @robin
🇮🇩 Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 🇮🇩Segenap keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebuday
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026Segenap keluarga b
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩Kemerdekaan adalah warisan yang harus kita jaga bers
🇮🇩DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA🇮🇩Keluarga Besar Dinas Sosial Kota Cilegon mengucapkan Selama (2)
Dirgahayu Republik Indonesia🇮🇩Terus melangkah bersama dan menjaga persatuan untuk mewujudkan
🇮🇩Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81 Tahun 🇮🇩Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.81 tahun I
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026Kemerdekaan adalah
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81🇮🇩Indonesia berdaulat, adil dan makmur.Mari terus bersatu

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

“Selama ini kami hanya mendapat dukungan moril dari kelurahan dan kecamatan. Dari Dindikbud? Hampir tidak ada. Seolah-olah pendidikan nonformal bukan bagian dari sistem pendidikan daerah,” ujar Ade dalam keterangannya melalui pesan WhatsApp, Senin (22/12/2025).

Ade mempertanyakan keseriusan komitmen Pemerintah Kota Cilegon dalam membangun kualitas sumber daya manusia, apabila lembaga pendidikan yang menyasar masyarakat lapisan bawah justru diabaikan. Padahal, Rumah Pintar Kreasi hadir sebagai solusi atas keterbatasan akses pendidikan formal, khususnya bagi anak-anak dan warga kurang mampu.

“Program yang kami jalankan jelas bermanfaat. Anak-anak belajar, masyarakat terbantu. Tapi tidak ada satu pun respons atau tindak lanjut dari dinas terkait. Ini bukan sekadar kelalaian, tapi bentuk pembiaran,” tegasnya.

Ia menilai minimnya dukungan tersebut mencerminkan lemahnya keberpihakan pemerintah daerah terhadap pendidikan nonformal, padahal sektor ini memiliki peran strategis sebagai alternatif peningkatan kualitas masyarakat, terutama di wilayah dengan keterbatasan fasilitas pendidikan formal.

Lebih jauh, Ade mengingatkan bahwa sikap acuh pemerintah justru berpotensi mematikan inisiatif masyarakat yang selama ini bergerak secara mandiri untuk mencerdaskan lingkungan sekitarnya.

“Kalau lembaga pendidikan masyarakat dibiarkan berjalan sendiri tanpa pembinaan dan pengakuan, jangan heran kalau kesenjangan pendidikan terus terjadi,” ujarnya.

Ade berharap di bawah kepemimpinan Wali Kota Cilegon H. Robinsar, paradigma pemerintah daerah terhadap pendidikan nonformal dapat berubah secara nyata. Ia mendesak agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tidak hanya fokus pada program seremonial, tetapi juga membuka ruang dialog, pembinaan, dan kolaborasi dengan lembaga pendidikan masyarakat.

“Dukungan tidak selalu soal anggaran. Pengakuan, pembinaan, dan kemauan untuk bersinergi saja sudah sangat berarti. Jangan anggap pendidikan nonformal sekadar pelengkap—ini adalah fondasi pembangunan dari bawah,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik dan keluhan yang disampaikan Yayasan Rumah Pintar Kreasi.

Reporter : Bagus R
Editor : Jurnalkuhp.com

Example 120x600