LEBAK, JURNALKUHP.COM – Pembangunan Revitalisasi Sekolah Berkebutuhan Khusus( SKH) Negeri 02 Rangkasbitung , Kabupaten Lebak, Banten
diduga tidak sesuai spesifikasi terutama dalam penggunaan besi pada tiang tiang beton penyangga pada bangunan
Pembangunan Revitalisasi SKH Negeri 02 Rangkasbitung bersumber anggaran APBN 2025 Rp 1.248.927.000,- yang di laksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan ( P2SP)
Hasil temuan awak media di lokasi pembangunan tersebut untuk pengecoran tiang tiang penyangga hanya menggunakan besi polos bukan besi ulir padahal secara teknis
pengecoran tiang tiang pancang harus nya menggunakan besi ulir karena kekuatan beton tiang yang paling utama kuatnya suatu bangunan dan untuk harganya pun jelas berbeda.
sementara saat di konfirmasi melalui Wassapnya ,Ahmad Parid Kepala sekolah SKH Negeri 2 Rangkasbitung mengatakan ,trimakasih atas perhatiannya. Sesuai yg direncanakan pada RAB oleh team perencana spesifikasinya seperti itu. jawabnya singkat
lalu awak media mencoba kembali mengkonfirmasi untuk meminta kepsek menunjukkan kalau memang itu sesuai spesifikasi
” Akang ngobrol saja dengan team perencana disini. Kan ada kantornya dibelakang cari pa supia team perencananya. Nanti akang dijelasin disana.
Reporter : tim
Editor Redaksi biro kb lebak























