Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Bisnis

Agrowisata Cikapek Telan Anggaran Rp12,1 Miliar, Departemen AMP Koordinator KUMALA Soroti Nasib Sejumlah Destinasi Wisata Lebak yang Terbengkalai

×

Agrowisata Cikapek Telan Anggaran Rp12,1 Miliar, Departemen AMP Koordinator KUMALA Soroti Nasib Sejumlah Destinasi Wisata Lebak yang Terbengkalai

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


LEBAK, JURNALKUHP.COM – Pembangunan Agrowisata Cikapek di Kabupaten Lebak kembali menjadi sorotan publik setelah total anggaran yang digelontorkan mencapai sekitar Rp12,1 miliar. Nilai itu berasal dari pembangunan tahap awal tahun 2024 sebesar Rp3,8 miliar dan lanjutan tahap kedua tahun 2025 sekitar Rp8,2–Rp8,3 miliar. Pemerintah daerah menargetkan kawasan ini menjadi ikon wisata baru berbasis pertanian dan budaya di Banten.

Kawasan Agrowisata Cikapek disebut berdiri di atas lahan sekitar 52 hektare dan dirancang memiliki berbagai fasilitas seperti area parkir, masjid, rest area, gedung kuliner, greenhouse, camping ground, miniatur Baduy, jalur trekking, hingga penginapan. Minggu (12/4/2026).

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Pemerintah berharap proyek ini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.

Namun di tengah besarnya anggaran tersebut, muncul pertanyaan kritis dari Aktivis Kumala : mengapa pemerintah terus membangun destinasi baru, sementara sejumlah objek wisata lama di Lebak justru terbengkalai dan belum tertata optimal?

Idham menilai pembangunan wisata seharusnya tidak hanya berorientasi pada proyek fisik baru, tetapi juga memastikan keberlanjutan pengelolaan destinasi yang sudah ada. Banyak kawasan wisata di Lebak dinilai memiliki potensi besar, namun minim perawatan, promosi, fasilitas dasar, akses jalan memadai, hingga manajemen yang profesional.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Agrowisata Cikapek berpotensi mengalami nasib serupa jika tata kelola, pengawasan, dan model bisnisnya tidak disiapkan secara matang sejak awal. Bahkan, laporan media lokal juga sempat menyoroti dugaan kejanggalan pekerjaan di lokasi proyek serta pentingnya pengawasan penggunaan anggaran.

Idham juga menilai, keberhasilan destinasi wisata tidak cukup hanya dengan membangun gerbang megah atau fasilitas baru. Faktor utama justru terletak pada konsistensi perawatan, promosi berkelanjutan, pemberdayaan UMKM lokal, keterlibatan masyarakat, dan transparansi pengelolaan anggaran.

Kini kami menanti, apakah Agrowisata Cikapek akan benar-benar menjadi kebanggaan baru Kabupaten Lebak, atau hanya menambah daftar proyek mahal yang kehilangan arah setelah diresmikan, dan kami juga menekan kepada Kepala Dinas Pariwisata agar bisa mempertanggungjawabkan secara utuh.

 

(Hendri)

Example 120x600