Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Kritik PublikPemkot Cilegon

Lift Gedung Graha Edi Pemkot Cilegon Kembali Dikeluhkan, Aktivitas Pelayanan Dinilai Terganggu

×

Lift Gedung Graha Edi Pemkot Cilegon Kembali Dikeluhkan, Aktivitas Pelayanan Dinilai Terganggu

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM – Keluhan terhadap kondisi lift di Gedung Graha Edi, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, kembali mencuat. Pada Jumat (7/8/2026), awak media JURNALKUHP.COM yang hendak melakukan peliputan ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Cilegon mengalami kendala akibat salah satu lift tidak dapat beroperasi.

Kondisi tersebut disebut bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan pantauan dan pengalaman awak media, gangguan operasional lift di gedung yang menjadi pusat aktivitas sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu dinilai sudah terlalu sering terjadi dan berdampak pada efektivitas pelayanan publik.

20 Mei 2026,_20260530_165315_0000

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Gedung Graha Edi diketahui memiliki enam lantai dengan empat unit lift sebagai sarana mobilitas pegawai maupun masyarakat yang datang untuk mengurus berbagai keperluan administrasi. Namun, dalam praktiknya, beberapa lift kerap tidak berfungsi sehingga menyebabkan antrean, keterlambatan, hingga memaksa sebagian pengunjung menggunakan tangga.

Situasi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Cilegon, mengingat gedung tersebut merupakan salah satu pusat pelayanan masyarakat.

“Ini bukan persoalan kenyamanan semata, tetapi juga menyangkut efektivitas pelayanan publik. Jika lift sering mengalami gangguan, tentu aktivitas pegawai, tamu, penyandang disabilitas, maupun masyarakat umum akan terdampak,” demikian hasil pengamatan awak media di lokasi.

Selain mempertanyakan keandalan fasilitas, kondisi tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai pengelolaan anggaran pemeliharaan gedung, khususnya anggaran perawatan lift yang seharusnya dilakukan secara berkala untuk menjamin keamanan dan kelancaran operasional.

Perawatan lift merupakan bagian penting dari manajemen aset pemerintah. Dengan intensitas penggunaan yang tinggi setiap hari, pemeriksaan rutin, servis berkala, hingga penggantian komponen yang telah aus menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.

JURNALKUHP.COM mendorong agar Pemerintah Kota Cilegon melalui OPD yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan aset dan gedung segera memberikan penjelasan kepada publik terkait:

  • Kondisi teknis empat unit lift di Gedung Graha Edi.
  • Jadwal dan mekanisme perawatan rutin yang selama ini dilakukan.
  • Besaran anggaran pemeliharaan gedung dan lift yang telah dialokasikan setiap tahun.
  • Langkah konkret yang akan dilakukan agar gangguan serupa tidak terus berulang.

Sebagai gedung pelayanan publik, Graha Edi diharapkan memiliki sarana dan prasarana yang selalu dalam kondisi prima sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal, aman, dan efisien.

Hingga berita ini diterbitkan, JURNALKUHP.COM masih berupaya mengonfirmasi pihak pengelola Gedung Graha Edi maupun OPD terkait mengenai penyebab sering terjadinya gangguan lift serta sistem pemeliharaan yang diterapkan.

(Zain/red).

Example 120x600