Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Berita NasionalKrakatau SteelOrganisasiPemkot Cilegon

KONSOLIDASI BESAR! IKM Logam Cilegon Siap Bertemu PT Krakatau Baja Konstruksi, Dorong Hilirisasi dan Kemudahan Akses Bahan Baku

×

KONSOLIDASI BESAR! IKM Logam Cilegon Siap Bertemu PT Krakatau Baja Konstruksi, Dorong Hilirisasi dan Kemudahan Akses Bahan Baku

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM – Sejumlah organisasi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) sektor logam di Kota Cilegon menggelar rapat konsolidasi sebagai persiapan menghadiri audiensi bersama PT Krakatau Baja Konstruksi (KBK), Kamis (6/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan visi dan aspirasi pelaku IKM dalam mendorong percepatan program hilirisasi industri logam di Kota Baja.

Rapat yang berlangsung dihadiri perwakilan Forum Komunikasi IKM Cilegon, Cilegon Mandiri Manufacture (CMM), dan Asosiasi IKM Cilegon. Konsolidasi dilakukan setelah sejumlah organisasi menerima surat undangan resmi dari PT Krakatau Baja Konstruksi Nomor 147/DU-KBK/VIII/2026 tentang Undangan Audiensi Pelaku UMKM Logam Cilegon, yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 7 Agustus 2026, di Ruang Rapat Direksi Lantai 3 PT KBK.

20 Mei 2026,_20260530_165315_0000

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Audiensi tersebut akan membahas potensi kerja sama dalam pengembangan UMKM logam di Kota Cilegon, khususnya terkait program hilirisasi industri yang selama ini menjadi harapan para pelaku usaha lokal.

Hilirisasi Dinilai Menjadi Kunci Kemajuan IKM

Ketua Forum IKM Cilegon, H. Rebudin, menyampaikan bahwa rapat konsolidasi bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memperkuat semangat bersama sebelum berdialog dengan pihak PT Krakatau Baja Konstruksi.

Menurutnya, komunikasi antara Forum IKM dengan PT Krakatau Steel melalui PT Krakatau Baja Konstruksi sejatinya telah terjalin cukup baik sejak beberapa waktu lalu, terutama dalam membahas pengembangan hilirisasi industri logam.

“Alhamdulillah hari ini kami melakukan konsolidasi dan silaturahmi. Bersamaan dengan adanya undangan dari salah satu subholding Grup Krakatau Steel, kami menyambut baik kesempatan berdiskusi mengenai program hilirisasi yang selama ini menjadi harapan pelaku IKM logam di Kota Cilegon,” ujar Rebudin.

Ia menjelaskan bahwa Forum IKM telah melakukan kunjungan ke berbagai pelaku usaha logam di lapangan. Dari hasil tersebut, hampir seluruh pelaku usaha menyampaikan persoalan yang sama, yakni sulitnya memperoleh bahan baku baja.

“Kendala terbesar yang kami temukan hampir di semua pelaku IKM adalah ketersediaan bahan baku. Padahal Cilegon dikenal sebagai kota industri baja. Persoalan inilah yang akan kami komunikasikan kepada pihak BUMN melalui forum audiensi besok,” katanya.

Menurut Rebudin, hilirisasi tidak hanya berbicara mengenai pengolahan baja, tetapi juga bagaimana industri besar mampu memberikan ruang pembinaan kepada pelaku usaha lokal agar dapat tumbuh bersama.

Ia berharap keberadaan Krakatau Steel beserta seluruh anak usahanya dapat semakin memperkuat keberadaan UMKM logam sebagai bagian dari ekosistem industri nasional.

“Kami memahami kondisi Krakatau Steel saat ini, tetapi kami berharap tidak ada lagi sekat antara industri besar dengan masyarakat Cilegon. Kami memohon agar melalui kebijakan perusahaan, khususnya PT Krakatau Baja Konstruksi, dapat diberikan ruang pembinaan kepada IKM, terutama terkait kemudahan memperoleh bahan baku,” ungkapnya.

Rebudin optimistis audiensi tersebut akan menjadi langkah awal membangun sinergi yang lebih kuat antara industri, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM.

“Mudah-mudahan apa yang menjadi harapan masyarakat Kota Cilegon, khususnya pelaku IKM logam, dapat direalisasikan. Ini menyangkut peran BUMN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.

CMM Dorong Terwujudnya Kawasan Industri Kecil Logam

Sementara itu, Ketua Cilegon Mandiri Manufacture (CMM), H. Ir. Ahmad Sudrajat, mengatakan konsolidasi tersebut diikuti sejumlah organisasi pelaku industri logam sebagai bentuk keseriusan menyatukan langkah menghadapi audiensi dengan PT KBK.

Menurutnya, selama ini pelaku usaha logam di Kota Cilegon sebenarnya telah berkembang, namun masih tersebar di berbagai lokasi sehingga pembinaan belum berjalan secara optimal.

“Pertemuan hari ini merupakan persiapan menghadiri undangan PT KBK terkait pembahasan hilirisasi UMKM sektor logam. Kami ingin menyatukan persepsi agar program ini benar-benar bisa diwujudkan,” ujarnya.

Ahmad Sudrajat mengungkapkan bahwa CMM bersama Pemerintah Kota Cilegon telah menggagas pembangunan Lingkungan Industri Kecil (LIK) sebagai pusat aktivitas pelaku UMKM logam.

Rencana tersebut, lanjutnya, mencakup penyediaan lahan sekitar 6.000 meter persegi yang nantinya akan menjadi kawasan pembinaan industri kecil di bawah koordinasi Dinas Perindustrian Kota Cilegon.

“Kami berharap nantinya seluruh pelaku industri logam bisa berada dalam satu kawasan sehingga pembinaan lebih mudah dilakukan, termasuk membangun jejaring bisnis dengan industri besar,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa konsep tersebut telah dipelajari melalui studi banding ke sejumlah daerah yang dinilai berhasil mengembangkan kawasan industri kecil, seperti Tegal, Bandung, dan Sukabumi.

Menurutnya, keberhasilan hilirisasi sangat bergantung pada kepastian pasokan bahan baku yang berkelanjutan.

“Di Cilegon ini sumber bahan bakunya ada. Sangat disayangkan jika pelaku usaha logam justru harus membeli baja dari luar daerah. Karena itu kami berharap Krakatau Steel dapat memberikan dukungan pasokan bahan baku secara berkesinambungan bagi UMKM lokal,” katanya.

Ahmad Sudrajat menjelaskan bahwa pelaku usaha logam di Kota Cilegon saat ini bergerak di berbagai bidang, mulai dari produksi pagar dan teralis, panel listrik, komponen industri, hingga berbagai produk berbahan baja lainnya.

Dengan adanya kawasan industri kecil, menurutnya, para pelaku usaha akan lebih mudah membangun kerja sama bisnis (business to business/B2B) baik dengan pemerintah daerah maupun kawasan industri nasional.

Harapan kepada Pemerintah Daerah

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Sudrajat juga berharap Pemerintah Kota Cilegon dapat segera merealisasikan pembangunan kawasan Lingkungan Industri Kecil.

“Harapan kami kepada Bapak Wali Kota, mudah-mudahan pada tahun 2026 atau paling lambat 2027 kawasan LIK sudah dapat diwujudkan sehingga pelaku industri logam memiliki pusat kegiatan yang representatif dan mampu meningkatkan daya saing produk lokal,” ujarnya.

Momentum Penguatan Sinergi Industri dan UMKM

Rapat konsolidasi sejumlah organisasi IKM logam tersebut menjadi gambaran adanya semangat bersama untuk memperkuat sinergi antara pelaku usaha kecil, pemerintah daerah, dan industri strategis nasional.

Melalui audiensi dengan PT Krakatau Baja Konstruksi, para pelaku IKM berharap lahir kebijakan yang mampu memperkuat hilirisasi industri logam, membuka akses bahan baku yang lebih mudah, meningkatkan pembinaan usaha, serta memperluas kesempatan bagi produk-produk UMKM Cilegon agar mampu bersaing di pasar nasional.

Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Cilegon sebagai kota industri baja diharapkan tidak hanya menjadi pusat produksi hulu, tetapi juga mampu melahirkan ekosistem hilirisasi yang memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan Industri Kecil Menengah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Zain/red).

Example 120x600