CILEGON, JURNALKUHP.COM – Warga Kecamatan Citangkil mengeluhkan panjangnya antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Citangkil yang berada di dekat kawasan PT Krakatau Steel, Kamis malam (6/8/2026). Antrean kendaraan yang didominasi sepeda motor, mobil pribadi, hingga truk angkutan menyebabkan kemacetan padat merayap di ruas jalan sekitar SPBU.
Berdasarkan pantauan langsung JURNALKUHP.COM sekitar pukul 20.31 WIB, antrean kendaraan mengular hingga keluar area SPBU. Kepadatan tersebut membuat arus lalu lintas menuju dan dari kawasan industri Krakatau Steel berjalan sangat lambat karena sebagian badan jalan dipenuhi kendaraan yang menunggu giliran mengisi BBM.
Sejumlah pengendara mengaku harus mengantre dalam waktu yang cukup lama, bahkan hingga berjam-jam.
“Sudah antre lama, hampir berjam-jam. Truk juga banyak yang ikut antre sehingga jalan jadi macet. Kami berharap kondisi seperti ini bisa segera diatasi,” ujar salah seorang warga.

Dari hasil pantauan di lapangan, pada jam operasional malam diketahui hanya terdapat dua titik/nozzle pengisian yang melayani kendaraan roda dua, sehingga kapasitas pelayanan dinilai tidak sebanding dengan tingginya jumlah kendaraan yang datang secara bersamaan. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang memperpanjang antrean.
Selain panjangnya antrean, JURNALKUHP.COM juga mendapati adanya sejumlah pengendara yang diduga memotong atau menyalip antrean dengan masuk dari sisi lain menuju jalur pengisian BBM. Hal tersebut memicu keluhan dari pengendara lain yang telah mengantre sesuai urutan.
“Kami sudah menunggu lama, tetapi ada yang masuk dari samping dan langsung ikut mengisi. Seharusnya semua tertib mengikuti antrean supaya adil bagi semua,” keluh seorang pengendara.
Pantauan di lokasi menunjukkan situasi sempat diwarnai protes dari sejumlah warga akibat dugaan penyerobotan antrean. Meski demikian, kondisi tetap kondusif dan tidak sampai menimbulkan keributan.
Kemacetan juga diperparah dengan banyaknya truk angkutan barang yang ikut mengantre di SPBU. Kendaraan berukuran besar tersebut membuat ruang lalu lintas semakin sempit sehingga kendaraan lain yang hanya melintas menuju kawasan industri maupun permukiman harus bergerak perlahan.
Warga berharap pihak pengelola SPBU melakukan evaluasi terhadap pelayanan pada jam malam, termasuk mempertimbangkan penambahan nozzle yang beroperasi untuk kendaraan roda dua apabila memungkinkan. Selain itu, masyarakat juga meminta adanya petugas yang mengatur antrean agar tidak terjadi penyerobotan dan kemacetan yang meluas hingga ke badan jalan.
Hingga berita ini diterbitkan, antrean kendaraan masih terlihat padat dan proses pengisian BBM terus berlangsung. JURNALKUHP.COM masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU terkait penyebab antrean panjang tersebut, termasuk mengenai operasional nozzle pengisian pada malam hari.
Catatan Redaksi: Informasi mengenai dua nozzle pengisian roda dua yang beroperasi pada malam hari merupakan hasil pantauan di lapangan. Penyebutan kondisi tersebut tidak dimaksudkan sebagai kesimpulan penyebab utama antrean. JURNALKUHP.COM tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak pengelola SPBU maupun pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
(red).





















