Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Berita NasionalBerita PresidenPerusahaanProvinsi BantenPSNSosialSosok

Dukung Instruksi Presiden Prabowo, Masyarakat Cilegon Kawal Penyehatan Krakatau Steel dan Anak Usahanya

×

Dukung Instruksi Presiden Prabowo, Masyarakat Cilegon Kawal Penyehatan Krakatau Steel dan Anak Usahanya

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM – Instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan penataan, efisiensi, dan penguatan tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat di Kota Cilegon. Dukungan tersebut tidak lahir dari semangat untuk melemahkan perusahaan negara, melainkan dari harapan besar agar PT Krakatau Steel (Persero) Tbk kembali menjadi kebanggaan industri nasional sekaligus penggerak utama perekonomian Kota Cilegon.

Dalam diskusi publik yang digelar pada Rabu (24/6/2026), sejumlah tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, aktivis lingkungan, dan pemerhati pembangunan menyatakan bahwa kebijakan penyehatan BUMN harus dimaknai sebagai momentum perbaikan tata kelola perusahaan negara yang selama ini menghadapi berbagai tantangan.

20 Mei 2026,_20260530_165315_0000

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Bagi masyarakat Cilegon, Krakatau Steel bukan sekadar perusahaan. Sejak berdiri sebagai bagian dari cita-cita industrialisasi nasional yang digagas Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, Krakatau Steel telah menjadi simbol kemandirian industri strategis bangsa sekaligus denyut ekonomi masyarakat Kota Baja.

Namun perjalanan Krakatau Steel dalam beberapa dekade terakhir tidak selalu berjalan mulus. Perusahaan sempat menghadapi tekanan keuangan, tingginya beban utang, persaingan baja impor, hingga proses restrukturisasi besar-besaran yang dilakukan untuk menyelamatkan keberlangsungan usaha perusahaan. Pada tahun 2020, Krakatau Steel berhasil memperoleh persetujuan restrukturisasi utang sekitar USD 2,2 miliar atau setara lebih dari Rp30 triliun guna menghindari tekanan finansial yang lebih berat. Sejak itu, perusahaan melakukan berbagai langkah transformasi dan efisiensi.

Dalam perkembangannya, Krakatau Steel mulai menunjukkan perbaikan kinerja. Sepanjang tahun 2025, perusahaan mencatatkan pemulihan kondisi keuangan melalui penyelesaian kewajiban restrukturisasi, pengurangan beban utang, serta peningkatan pendapatan usaha. Beberapa kreditur bahkan memberikan skema keringanan yang membantu memperkuat struktur keuangan perusahaan.

Meski demikian, sejumlah kajian juga menunjukkan bahwa tantangan di sektor inti produksi baja masih perlu menjadi perhatian serius agar transformasi perusahaan tidak hanya bertumpu pada restrukturisasi keuangan, tetapi juga mampu memperkuat daya saing industri baja nasional secara berkelanjutan.

Berangkat dari kondisi tersebut, Ketua Forum Peduli Cilegon (FPC), H. Rebudin, menegaskan bahwa masyarakat Cilegon memiliki kepentingan besar untuk mengawal proses penyehatan Krakatau Steel.

“Kami ini bukan ingin menjatuhkan Krakatau Steel. Justru karena kami cinta kepada Krakatau Steel dan Kota Cilegon, kami ingin perusahaan ini sehat dan kembali berjaya. Kalau Krakatau Steel kuat, maka Cilegon juga akan ikut kuat,” ujar Rebudin.

Menurutnya, sebagai perusahaan milik negara yang memiliki peran strategis, masyarakat memiliki hak dan kewajiban moral untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah, termasuk memastikan kepatuhan manajemen terhadap arah kebijakan yang ditetapkan Presiden.

Rebudin menilai langkah efisiensi dan perampingan struktur perusahaan harus didukung selama bertujuan memperkuat bisnis inti Krakatau Steel dan meningkatkan manfaat bagi masyarakat.

“Kita ingin memastikan apa yang menjadi harapan Presiden dapat dilaksanakan dengan baik. Efisiensi bukan untuk melemahkan perusahaan, tetapi untuk membuat perusahaan lebih sehat dan lebih produktif,” katanya.

Senada dengan itu, Ketua DPD Elang Tiga Hambalang Provinsi Banten, James, menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah yang mendorong pembenahan anak perusahaan dan cucu perusahaan Krakatau Steel Group.

Menurutnya, selama bertahun-tahun publik menyaksikan berbagai persoalan yang membayangi pengelolaan BUMN. Oleh karena itu, momentum reformasi yang saat ini berlangsung harus dimanfaatkan secara maksimal.

“Kami mendukung penuh langkah Presiden dalam memperbaiki dan merampingkan struktur perusahaan yang ada di Krakatau Steel Group. Ini merupakan kesempatan besar untuk melakukan pembenahan menyeluruh,” ujarnya.

James menilai Krakatau Steel merupakan aset strategis bangsa yang harus dijaga keberlangsungannya karena memiliki nilai penting bagi industri nasional, ketahanan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Ketua Forum Pemerhati Lingkungan Implementasi Pembangunan (FLIP), Saiful Majid, mengingatkan bahwa restrukturisasi perusahaan harus dibarengi dengan audit dan evaluasi yang komprehensif.

Menurutnya, proses perampingan tidak boleh menghapus jejak berbagai persoalan yang pernah terjadi dalam pengelolaan perusahaan negara.

“Kami mendukung kebijakan Presiden. Tetapi audit dan pemeriksaan tetap harus dilakukan. Jangan sampai proses perampingan membuat persoalan-persoalan lama dianggap selesai begitu saja tanpa ada evaluasi maupun pertanggungjawaban,” ujarnya.

Saiful berharap lembaga pengawas seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), maupun institusi terkait lainnya ikut memastikan bahwa transformasi BUMN berjalan secara transparan dan akuntabel.

Pandangan serupa disampaikan warga Cilegon yang turut hadir dalam diskusi, Ali Fahmi. Ia menilai tujuan utama penyehatan BUMN adalah agar perusahaan negara kembali mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional.

Menurutnya, negara idealnya memperoleh manfaat dari BUMN yang sehat, produktif, dan menguntungkan, bukan sebaliknya.

“Kalau memang ada persoalan dalam tata kelola atau manajemen, harus diselesaikan terlebih dahulu. Jangan langsung berpikir menutup. Krakatau Steel memiliki sejarah panjang dan menjadi bagian dari cita-cita besar bangsa dalam membangun industri baja nasional,” ujarnya.

Ali berharap pemerintah dapat mengedepankan langkah-langkah penyehatan perusahaan, termasuk pembenahan tata kelola, peningkatan efisiensi, dan penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran yang merugikan negara.

Diskusi tersebut menghasilkan satu benang merah yang sama. Masyarakat Cilegon mendukung penuh upaya Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat dan menyehatkan BUMN, termasuk Krakatau Steel. Namun dukungan itu dibarengi harapan agar proses transformasi dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan bangsa.

Bagi masyarakat Kota Cilegon, keberhasilan Krakatau Steel bukan sekadar keberhasilan sebuah perusahaan negara. Lebih dari itu, keberhasilan Krakatau Steel adalah keberhasilan menjaga warisan industri nasional, menjaga lapangan pekerjaan, memperkuat ekonomi daerah, serta mewujudkan cita-cita kemandirian industri Indonesia yang telah dibangun sejak puluhan tahun lalu. (Zain/red).

Example 120x600