Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Artikel UmumBeritaLaporan KhususMediaNasionalPemerintahPERSSosialTemuan Kasus

Drainase Belum Lama Dibangun Sudah Ambrol, Warga Pertanyakan Mutu Proyek Lingkungan

×

Drainase Belum Lama Dibangun Sudah Ambrol, Warga Pertanyakan Mutu Proyek Lingkungan

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


Cilegon,Jurnalkuhp.com — Kualitas infrastruktur lingkungan kembali menuai sorotan tajam di Kota Cilegon. Drainase di Lingkungan Jombang Kali, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, dilaporkan ambrol meski usianya belum lama sejak dibangun. Kondisi ini memicu kekecewaan warga sekaligus memunculkan dugaan kuat lemahnya mutu pekerjaan proyek.

Bangunan drainase yang runtuh berada tepat di belakang rumah warga, sehingga menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan dan kenyamanan lingkungan sekitar. Ironisnya, ambrolnya bangunan tersebut terjadi tanpa adanya faktor alam, seperti hujan deras maupun luapan air.

WhatsApp Image 2025-11-30 at 22.36.21 (3)
WhatsApp Image 2025-11-30 at 22.36.21
WhatsApp Image 2025-11-30 at 22.36.21 (2)
WhatsApp Image 2025-11-30 at 22.36.21 (1)

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Hasil pantauan tim di lapangan pada Senin (22/12/2025) menunjukkan kondisi drainase dalam keadaan rusak parah. Struktur bangunan tampak rapuh, hancur, dan tidak mampu menopang tekanan tanah di sekitarnya. Fakta ini semakin menguatkan dugaan adanya masalah serius pada proses konstruksi sejak awal pelaksanaan.

Salah seorang warga setempat, Gandol, menegaskan bahwa peristiwa ambrolnya drainase terjadi dalam kondisi cuaca normal.

“Tidak hujan, tidak ada air besar. Tapi drainase di belakang rumah warga tiba-tiba ambrol. Ini jelas bukan faktor alam,” ujarnya dengan nada kecewa.

Ia menduga kuat pembangunan drainase tersebut tidak dikerjakan sesuai standar teknis. Menurutnya, penggunaan material, khususnya semen, diduga tidak sesuai spesifikasi sehingga menyebabkan bangunan mudah retak dan runtuh.

“Kalau bangunan baru tapi gampang hancur, wajar kalau kami curiga kualitasnya buruk,” tegas Gandol.

Ambrolnya drainase ini bukan sekadar persoalan kerusakan fisik semata. Dampak lanjutan yang berpotensi terjadi antara lain longsornya tanah di sekitar permukiman, terganggunya sistem aliran air, hingga ancaman keselamatan warga apabila kerusakan dibiarkan tanpa penanganan cepat dan serius.

Lebih memprihatinkan lagi, hingga berita ini ditayangkan, belum ada satu pun pernyataan resmi dari pihak Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, maupun instansi teknis terkait. Tidak ada kejelasan mengenai penyebab pasti kerusakan, apalagi rencana perbaikan atau evaluasi terhadap pelaksana proyek.

Sikap diam pemerintah tersebut justru menambah kekecewaan warga. Mereka menilai lemahnya pengawasan menjadi faktor utama buruknya kualitas proyek infrastruktur lingkungan di wilayah tersebut.

Warga pun mendesak Pemerintah Kota Cilegon segera turun tangan melakukan audit teknis, mengevaluasi pihak pelaksana pekerjaan, serta memastikan perbaikan dilakukan secara menyeluruh dan sesuai standar konstruksi.

“Kalau proyek lingkungan saja kualitasnya seperti ini, kami patut bertanya: ke mana pengawasan pemerintah selama ini?” ujar warga lainnya.

Kasus ambrolnya drainase di Jombang Kali ini menjadi cerminan penting perlunya transparansi, pengawasan ketat, serta akuntabilitas dalam setiap proyek yang menggunakan anggaran publik, agar tidak kembali merugikan masyarakat.

Reporter : Bagus.R
Editor : Jurnalkuhp.com

Example 120x600