CILEGON, JURNALKUHP.COM — Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Cilegon,Dra.H.Ismatullah S.pd, M.Pd memaparkan capaian kinerja serta terobosan strategis sepanjang tahun 2025, khususnya dalam pembangunan infrastruktur perpustakaan dan perlindungan arsip vital masyarakat.
Hal tersebut disampaikan saat menerima kunjungan wawancara bersama Dra. H. Ismatullah, S.Pd., M.Pd. di Kantor Dinas Perpustakaan Kota Cilegon.
Ia menegaskan bahwa dialog ini bertujuan sebagai bahan informasi sekaligus evaluasi demi peningkatan pelayanan perpustakaan dan kearsipan ke depan.
DPK Kota Cilegon sepanjang tahun 2025 melaksanakan sejumlah program strategis, mulai dari persiapan pembangunan gedung perpustakaan baru, perataan lahan, hingga penguatan layanan kearsipan melalui digitalisasi arsip vital milik pemerintah daerah, industri, dan masyarakat.
Pemaparan dilakukan pada Rabu,(14/01/2026), sekaligus menjadi refleksi kinerja DPK sepanjang tahun 2025 dan perencanaan ke depan.
Kegiatan berlangsung di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cilegon.Menurut Ismatullah, tahun 2025 menjadi momentum penting bagi DPK Kota Cilegon dalam mempersiapkan fondasi pembangunan gedung perpustakaan yang representatif serta sistem kearsipan modern.
Hal ini didorong oleh kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan arsip vital, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem dan meningkatnya risiko bencana seperti banjir dan kebakaran.
Pada awal tahun 2025, DPK Kota Cilegon diperintahkan untuk menyiapkan lahan seluas kurang lebih 4.000 meter persegi sebagai tahap awal pembangunan gedung perpustakaan.
Proses dimulai dengan lelang pekerjaan perataan lahan, mengingat kondisi lahan yang berada hanya sekitar setengah meter di atas aliran sungai.
Perataan lahan dilakukan dengan peninggian hampir satu meter untuk mengantisipasi banjir saat curah hujan tinggi. Proyek tersebut dikerjakan selama 60 hari dengan anggaran awal sekitar Rp980 juta, dan terealisasi sekitar Rp940 juta setelah proses lelang.
Bersamaan dengan proses perataan lahan, DPK juga melakukan persiapan lelang pembangunan gedung perpustakaan yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp9,5 miliar.
Gedung ini dirancang untuk mendukung layanan perpustakaan modern, termasuk penguatan digitalisasi dan penyediaan informasi bagi masyarakat.
Di bidang kearsipan, DPK Kota Cilegon telah melakukan digitalisasi arsip vital, salah satunya dokumen Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang diperoleh dari OPD terkait.
Arsip digital ini disimpan di depo arsip lantai tiga dan dapat diakses kembali oleh masyarakat apabila dokumen fisik mereka hilang akibat kebakaran, bencana, atau sebab lainnya.
Ismatullah menambahkan, ke depan DPK Kota Cilegon menargetkan penguatan perlindungan arsip masyarakat melalui digitalisasi massal dan kapsulasi arsip asli agar terlindung dari kerusakan akibat rayap, air, kebakaran, maupun pencurian.
Dengan jumlah penduduk Kota Cilegon sekitar 470 ribu jiwa, diperkirakan terdapat lebih dari 4,7 juta arsip vital yang perlu dilindungi.
Untuk mendukung layanan tersebut, DPK telah memiliki tiga unit mesin pemindai berstandar nasional dengan resolusi hingga 600 dpi. Namun, Gadis mengakui bahwa layanan ini masih belum banyak diketahui masyarakat.
Oleh karena itu, ia berharap kehadiran gedung perpustakaan dan kearsipan yang baru nantinya dapat meningkatkan minat dan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan arsip.
Selain itu, kepala dinas juga menyampaikan harapannya agar pada tahun 2026 pemerintah dapat merealisasikan pengadaan mobil siaga arsip bencana, yang dinilai sebagai kebutuhan mendesak untuk melindungi arsip masyarakat, terutama saat terjadi bencana alam.
“Perlindungan arsip bukan hanya saat bencana, tetapi jauh sebelum itu. Kami ingin hadir di tengah masyarakat untuk menjamin arsip-arsip vital tetap aman,” pungkasnya.
Reporter: Shinta Berlian
Editor: Redaksi























