CILEGON, JURNALKUHP.COM — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cilegon mendorong penguatan peran Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Kota Cilegon sebagai instrumen strategis dalam mempercepat penanganan berbagai persoalan sosial, terutama kemiskinan, pengangguran, dan rumah tidak layak huni. Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan BAZNAS Cilegon, H. Bambang, dalam kegiatan pengukuhan Forum CSR Kota Cilegon,(12/02/2026)
BAZNAS Kota Cilegon melalui perwakilannya, H. Bambang, bersama Forum CSR Kota Cilegon, Pemerintah Kota Cilegon, serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah industri Cilegon.
BAZNAS menyampaikan dukungan penuh terhadap pengukuhan Forum CSR Kota Cilegon serta mendorong perusahaan-perusahaan agar menyalurkan dana tanggung jawab sosialnya melalui forum tersebut untuk dikelola secara profesional, transparan, dan terarah guna membantu masyarakat kurang beruntung.
Disampaikan dalam acara pengukuhan Forum CSR Kota Cilegon periode 2025–2028 Saat temu wawancara sela acara forum CSR kota Cilegon kepada awak media.
Kegiatan berlangsung di Kota Cilegon, dengan fokus wilayah sasaran program CSR meliputi kawasan industri seperti Anyar,Ciwandan, Gerem, hingga merak.
Menurut H. Bambang, berbagai persoalan sosial masih nyata terjadi di lapangan, seperti tingginya angka kemiskinan, pengangguran, serta banyaknya rumah tidak layak huni yang membutuhkan perhatian serius. Ia mencontohkan kondisi rumah warga yang rusak berat, bocor saat hujan, panas saat kemarau, dan tidak memiliki atap yang layak, sehingga memerlukan intervensi nyata dan berkelanjutan.

Ia menilai pengukuhan Forum CSR menjadi momentum penting untuk mempercepat penanganan persoalan-persoalan krusial tersebut. Selama dua tahun terakhir, forum CSR dinilai belum berjalan optimal, sehingga masa bakti 2025–2028 diharapkan menjadi periode kebangkitan agar forum mampu berfungsi secara efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat.
BAZNAS mendorong agar perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kota Cilegon dapat berkontribusi aktif dengan menyalurkan dana CSR mereka melalui Forum CSR yang kemudian dikelola secara profesional, terkontrol, dan terukur.
Dengan mekanisme tersebut, penyaluran bantuan dapat lebih tepat sasaran dan berkesinambungan, khususnya untuk program pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta perbaikan rumah tidak layak huni.
H. Bambang juga menegaskan bahwa sinergi antara Forum CSR dan BAZNAS merupakan langkah strategis untuk memperkuat dampak sosial yang dihasilkan.
Ia berharap perusahaan-perusahaan di kawasan industri, terutama di wilayah Anyar, Ciwandan, Gerem hingga Merak, dapat dikelola secara terkoordinasi dalam satu sistem CSR terpadu sehingga memiliki kekuatan kolektif dalam membangun masyarakat Cilegon yang belum beruntung.
“Dengan adanya Forum CSR ini, kami berharap dana-dana tanggung jawab sosial perusahaan dapat dikelola secara profesional, sehingga penggunaannya terkontrol dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jika Forum CSR bekerja sama dengan BAZNAS, maka ini akan menjadi langkah yang sangat tepat untuk mewujudkan Cilegon yang sejahtera dan mandiri,” ujar H. Bambang.

Ia pun menutup dengan harapan agar Forum CSR ke depan semakin menunjukkan eksistensinya sebagai mitra strategis pemerintah dan BAZNAS dalam membangun kesejahteraan sosial masyarakat Kota Cilegon secara berkelanjutan.
Reporter: Shinta Berlian
Editor: Redaksi






















