Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaKesehatanPemerintah

Banten Canangkan Gerakan “BEBASAKIT”, Dinkes Kota Cilegon Giatkan Skrining TBC dan Pencegahan Penyakit Sejak Dini

×

Banten Canangkan Gerakan “BEBASAKIT”, Dinkes Kota Cilegon Giatkan Skrining TBC dan Pencegahan Penyakit Sejak Dini

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


TANGERANG, JURNALKUHP.COM – Dalam rangka menandai 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Andra Soni dan Dimyati Natakusumah, Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Kesehatan Provinsi Banten mencanangkan Gerakan BEBASAKIT atau #BantenBebasPenyakit. Kegiatan ini dipusatkan di Sport Center Kabupaten Tangerang, pada Selasa siang, 29 April 2025.

Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan deteksi dini dan pencegahan penyakit ini dihadiri oleh berbagai elemen, termasuk Forkopimda, BPOM Provinsi Banten, Bupati/Walikota, Kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Banten, BPJS Kesehatan, BKKBN Provinsi, Ketua TP PKK Provinsi, rumah sakit se-Provinsi Banten, Balai Kekarantinaan Kesehatan, organisasi profesi, dan forum kader kesehatan.

20 Mei 2026,_20260530_165315_0000

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Gerakan ini secara khusus menargetkan skrining Tuberkulosis (TBC) dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Sekretaris Ditjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Yudhi Pramono, turut hadir dalam acara tersebut. Dalam sambutannya ditegaskan bahwa pencanangan ini merupakan respons atas tingginya angka kesakitan TBC, di mana Indonesia saat ini menempati posisi kedua kasus TB tertinggi di dunia, setelah India.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, menyampaikan bahwa pencanangan BEBASAKIT menetapkan target skrining TBC sebanyak 120 ribu jiwa, dengan target temuan kasus aktif sebanyak 50 ribu kasus.

“Banten dapat target 120 ribu skrining TB di pencanangan ini,” ungkap Ati.

Ia juga menjelaskan bahwa pada tahun 2024, Provinsi Banten berhasil melampaui target temuan kasus TB yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Ati optimistis bahwa pencapaian tersebut dapat diulang, bahkan dilampaui, pada tahun 2025 di bawah kepemimpinan Gubernur Andra Soni.

“Kami optimis target ini bisa tercapai,” tegas Ati.

Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, menyampaikan bahwa gerakan BEBASAKIT bertujuan untuk mengoptimalkan skrining dan pengobatan penyakit secara menyeluruh, khususnya Tuberkulosis. Ia juga memberikan apresiasi atas kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Banten dan berharap masyarakat aktif berpartisipasi dalam program ini.

“Jika terpapar TB, masyarakat diharapkan dapat mengikuti prosedur pengobatan hingga tuntas dan sembuh,” pesan Andra.

 

Dalam wawancara eksklusif bersama redaksi JURNALKUHP.COM, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, drg. Hj. Ratih Purnamasari, M.K.M, menyampaikan bahwa sebagian besar kasus kematian akibat penyakit Tuberkulosis di Indonesia sebenarnya bisa dicegah. Tuberkulosis, menurutnya, adalah salah satu penyakit yang sangat bisa dicegah, Jum’at (02/05/2025).

“Kota Cilegon sudah melaksanakan kegiatan pencegahan TBC dengan active case finding bagi semua yang berisiko TB dan yang kontak serumah dengan pasien TB. Kami lakukan pemeriksaan radiografi toraks dan pemberian TPT (Terapi Pencegahan Tuberkulosis) bagi yang berisiko TB,” jelas drg. Ratih.

Ia juga menambahkan bahwa masalah kesehatan di semua siklus kehidupan, mulai dari stunting pada balita, anemia pada anak sekolah, hingga obesitas, hipertensi, dan diabetes melitus pada usia dewasa dan lansia menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, diperlukan skrining kesehatan secara rutin guna deteksi dini dan pencegahan penyakit tidak menular.

“Pencegahan penting agar tidak jatuh sakit dengan manajemen faktor risiko. Jika pun sakit, deteksi di fase awal sangat menentukan keberhasilan pengelolaan agar tidak menjadi berat atau menyebabkan kematian,” pungkasnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program BEBASAKIT, Dinas Kesehatan Kota Cilegon menyampaikan harapannya agar seluruh elemen masyarakat, baik individu, keluarga, hingga komunitas, dapat menjadi pelopor dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekitar.

“Kami berharap masyarakat Kota Cilegon tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek aktif dalam menjaga kesehatan. Minimal, rutin memeriksakan diri dan ikut serta dalam program-program skrining yang kami sediakan secara gratis,” ujar drg. Ratih.

drg. Ratih juga menyampaikan beberapa kisi-kisi atau panduan sederhana kepada masyarakat dalam mendukung gerakan ini, yakni:

1. Melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah dan lingkungan.
2. Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, minimal satu kali setahun.
3. Segera memeriksakan diri bila mengalami gejala batuk lebih dari dua minggu, berat badan menurun tanpa sebab jelas, dan berkeringat malam hari.
4. Mendukung dan tidak mendiskriminasi penderita TB agar mereka tidak takut berobat.
5. Menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing untuk edukasi pentingnya deteksi dini penyakit menular dan tidak menular.

Dengan pencanangan Gerakan BEBASAKIT, diharapkan seluruh masyarakat Banten, termasuk di Kota Cilegon, semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, melakukan pemeriksaan secara berkala, dan berperan aktif dalam upaya pencegahan penyakit.

 

Redaksi JURNALKUHP.COM

Example 120x600