Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
APBDBerita NasionalDPRDKinerjaPemkot Cilegon

Gerindra Soroti Realisasi Pendapatan APBD Kota Cilegon 2026, Fauzi Desviandy: “Ini Red Alert, Alarm Bagi Pemerintah Daerah”

×

Gerindra Soroti Realisasi Pendapatan APBD Kota Cilegon 2026, Fauzi Desviandy: “Ini Red Alert, Alarm Bagi Pemerintah Daerah”

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Cilegon, Fauzi Desviandy, menyoroti capaian realisasi pendapatan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon pada Semester I Tahun Anggaran 2026 yang dinilai tertinggal dibandingkan kota-kota lain di Provinsi Banten.

Berdasarkan data resmi Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) Kementerian Keuangan per Juli 2026, realisasi pendapatan Kota Cilegon hingga akhir Juni 2026 baru mencapai 38,47 persen dari target pendapatan sebesar Rp1,935 triliun atau sekitar Rp744,77 miliar.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!_Segenap keluarga besar Kejaksaan Republik Indonesia mengucap
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81Indonesia Berdaulat, Adil, dan MakmurDelapan puluh satu tahun
Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Herry Hermanus Horo, S.H. beserta jajaran mengucapkan Selamat Me
Dirgahayu Republik Indonesia! 🇮🇩17 Agustus 2026 menjadi momen bersejarah peringatan HUT ke-81
Selamat Hari Kemerdekaan ke 81th Republik Indonesia17 Agustus 1945 - 2026Indonesia Berdaulat Ad
Kepala Kepolisian Daerah Banten Beserta Staf dan Jajaran MengucapkanSelamat Hari Kemerdekaan Re
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81🇮🇩Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Repub
Kapolres Cilegon AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi., S.H, S.I.K., M.Si.beserta staff dan j
Komandan Kodim 0623-Cilegon dan Ketua Persit KCK Cab XLIX Dim 0623 Cilegon beserta keluarga Bes
Kepala Kejaksaan Negeri Cilegon Febrianda Ryendra, S.H., beserta seluruh jajaran Kejaksaan Neger
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026Merdeka Sehat, Indonesia Hebat@pemkotcilegon @robin
🇮🇩 Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 🇮🇩Segenap keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebuday
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026Segenap keluarga b
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩Kemerdekaan adalah warisan yang harus kita jaga bers
🇮🇩DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA🇮🇩Keluarga Besar Dinas Sosial Kota Cilegon mengucapkan Selama (2)
Dirgahayu Republik Indonesia🇮🇩Terus melangkah bersama dan menjaga persatuan untuk mewujudkan
🇮🇩Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81 Tahun 🇮🇩Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.81 tahun I
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026Kemerdekaan adalah
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81🇮🇩Indonesia berdaulat, adil dan makmur.Mari terus bersatu

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Angka tersebut menjadi yang terendah jika dibandingkan dengan tiga kota lainnya di Provinsi Banten, yakni Kota Tangerang sebesar 42,90 persen, Kota Serang 42,73 persen, dan Kota Tangerang Selatan 42,04 persen.

Menurut Fauzi, capaian tersebut menjadi sinyal serius yang harus segera direspons oleh Pemerintah Kota Cilegon.

“Logikanya, sudah berjalan satu semester itu harusnya realisasi sudah menyentuh 50 persen. Kita baru 38 persen, ini jauh tertinggal. Makanya saya bilang ini red alert! Alarm! Berarti ada yang tidak beres dengan bagaimana cara Cilegon mendapatkan uang, baik dari PAD maupun dana transfer,” kata Fauzi kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).

Selain total pendapatan daerah, Fauzi juga menyoroti capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hingga Semester I 2026 baru terealisasi sekitar 34,17 persen.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi terhadap kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki fungsi sebagai penghasil pendapatan daerah.

“Kalau kita lihat perbandingan realisasi pendapatan di Banten per Juni 2026, Kota Cilegon baru 38,47 persen, sedangkan kota-kota lain sudah berada di kisaran 42 persen. Ini tentu menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Fauzi juga mengingatkan agar Pemerintah Kota Cilegon tidak kembali mengulang pola penyesuaian target pendapatan seperti yang terjadi pada APBD Perubahan Tahun 2025.

Menurutnya, pada tahun sebelumnya target pendapatan daerah dikurangi sekitar Rp100 miliar, sehingga secara administratif target terlihat tercapai.

“Bisa dilihat pada APBD Perubahan 2025, target pendapatan dikurangi berkisar plus-minus Rp100 miliar. Di tahun 2026 ini jangan sampai pola seperti ini menjadi kebiasaan baru. Seakan-akan target tercapai, padahal targetnya sudah diturunkan cukup besar,” tegasnya.

Selain pendapatan, Fauzi turut mencermati struktur realisasi belanja daerah.

Berdasarkan data Semester I 2026, realisasi Belanja Pegawai telah mencapai sekitar 49,75 persen, sedangkan Belanja Modal baru terealisasi sekitar 6,42 persen.

Ia menilai rendahnya realisasi belanja modal berpotensi memperlambat pelaksanaan berbagai program pembangunan yang langsung dirasakan masyarakat.

Menurutnya, sejumlah kebutuhan pembangunan seperti ruang kelas baru, infrastruktur lingkungan, sarana kesehatan hingga usulan masyarakat melalui hasil reses DPRD memerlukan percepatan pelaksanaan.

“Semakin besar pendapatan daerah, maka semakin besar pula kemampuan pemerintah menjalankan program pembangunan. Karena itu, percepatan pendapatan harus menjadi prioritas,” katanya.

Politisi Partai Gerindra tersebut menilai capaian pendapatan Semester I 2026 menjadi bahan evaluasi terhadap efektivitas koordinasi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penerimaan daerah.

Ia berpendapat bahwa kepemimpinan daerah perlu memperkuat pengawasan serta mendorong OPD penghasil agar lebih optimal dalam meningkatkan PAD.

“Bisa dikatakan kinerja kepemimpinan Robin dan Pak Fajar cukup lemah dalam memimpin pegawainya, terutama di OPD-OPD penghasil. Data dari Kementerian Keuangan yang berbicara seperti itu,” ujarnya.

Meski demikian, Fauzi menilai masih terdapat kesempatan bagi Pemerintah Kota Cilegon untuk memperbaiki capaian tersebut pada Semester II Tahun Anggaran 2026.

Ia meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama seluruh OPD penghasil pendapatan bekerja lebih agresif mengoptimalkan PAD dan pendapatan lainnya agar berbagai program prioritas tidak tertunda.

“Kondisi riil saat ini masih banyak OPD yang membutuhkan dukungan anggaran dan program-program mereka tertahan. Kalau pendapatan kembali dikurangi, tentu yang paling dirugikan adalah masyarakat karena banyak program pelayanan dan pembangunan yang berpotensi tidak berjalan,” pungkasnya.

Data Semester I 2026

Berdasarkan data evaluasi APBD Semester I Tahun Anggaran 2026:

  • Target Pendapatan Daerah Kota Cilegon: Rp1,935 triliun
  • Realisasi Pendapatan: Rp744,77 miliar (38,47%)
  • Realisasi PAD: 34,17%
  • Realisasi Belanja Daerah: 37,26%
  • Realisasi Belanja Pegawai: 49,75%
  • Realisasi Belanja Modal: 6,42%

Data tersebut menunjukkan bahwa realisasi pendapatan maupun belanja masih berada di bawah target semester pertama, sehingga diperlukan langkah percepatan pada semester kedua agar pelaksanaan APBD 2026 dapat berjalan lebih optimal serta mendukung keberlangsungan program pembangunan dan pelayanan publik di Kota Cilegon. (Zain/red).

Example 120x600