LEBAK, JURNALKUHP.COM – MI Riyadatul Muslimin Cikulur menggelar acara pelepasan siswa dan kenaikan kelas Tahun Ajaran 2025–2026 pada Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh makna tersebut menjadi momentum reflektif atas capaian pendidikan para peserta didik sekaligus penegasan komitmen lembaga dalam mendorong keberlanjutan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.
Acara yang mendapat dukungan dari wali murid, dewan guru, serta tokoh masyarakat itu merupakan agenda tahunan yang tidak hanya menjadi seremoni kelulusan, tetapi juga sarana memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, keluarga, dan lingkungan sosial dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Kepala MI Riyadatul Muslimin Cikulur, Fadli, menyampaikan bahwa pada tahun ajaran ini lembaganya berhasil meluluskan puluhan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan yang berada di bawah naungan yayasan.
“Alhamdulillah tahun ini kami meluluskan siswa dan siswi terdiri dari RA sebanyak 36 siswa, MI 39 siswa, dan SMP 18 siswa. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar berkat dukungan semua pihak,” ujarnya.
Menurut Fadli, kelulusan merupakan fase transisi dalam proses pendidikan yang harus dimaknai sebagai awal dari perjalanan akademik yang lebih panjang. Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun budaya belajar yang berkelanjutan agar para siswa mampu meningkatkan kapasitas diri dan berdaya saing di masa depan.
“Pendidikan tidak berhenti pada satu jenjang. Anak-anak masih memiliki perjalanan panjang dalam menuntut ilmu. Kami berharap mereka dapat terus melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya membangun masa depan yang lebih baik,” katanya.
Terkait capaian prestasi di tingkat kabupaten, Fadli menjelaskan bahwa pada tahun ini belum terdapat perwakilan siswa yang mengikuti kompetisi secara optimal karena padatnya agenda akademik dan ujian. Meski demikian, ia menegaskan bahwa secara historis lembaga tersebut telah melahirkan sejumlah siswa berprestasi di berbagai bidang.
“Jika melihat rekam jejak sebelumnya, banyak siswa kami yang mampu meraih prestasi dan mengharumkan nama sekolah. Tahun ini memang fokus pembelajaran dan ujian cukup padat sehingga ruang untuk mengikuti kompetisi menjadi terbatas,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Fadli juga menyoroti pentingnya pemerataan akses pendidikan. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah tidak menetapkan target khusus maupun pembatasan kuota dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), melainkan mengedepankan pelayanan pendidikan bagi masyarakat yang mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada lembaga tersebut.
“Kami tidak berorientasi pada target kuantitas peserta didik. Yang lebih penting adalah bagaimana memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat yang mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada kami,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia berharap kondisi perekonomian masyarakat tetap stabil sehingga tidak menjadi hambatan bagi keberlangsungan pendidikan anak. Menurutnya, faktor ekonomi masih menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu, pihak sekolah juga aktif menyosialisasikan program Sekolah Rakyat yang disiapkan pemerintah. Program tersebut dinilai sebagai instrumen strategis untuk memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan tanpa terkendala kondisi ekonomi.
“Prinsipnya, yang terpenting adalah anak-anak tetap memperoleh akses pendidikan. Jika terdapat keterbatasan ekonomi, pemerintah telah menyiapkan berbagai program pendidikan, termasuk Sekolah Rakyat, yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan pelepasan siswa dan kenaikan kelas ini, MI Riyadatul Muslimin Cikulur berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki kapasitas intelektual yang mampu menjawab tantangan pembangunan di masa mendatang.
(Hen





















