Lebak, JURNALKUHP.COM – Mencermati kondisi terkini terkait rentannya sistem keamanan website resmi DPRD Kabupaten Lebak yang mudah ditembus (hack/deface), HMI Komisariat Insan Cita menyatakan keprihatinan mendalam. Di tengah pesatnya digitalisasi birokrasi, DPRD Lebak justru menunjukkan wajah yang gagap teknologi dan abai terhadap perlindungan data publik.(minggu/3/4/2026)
Kerapuhan sistem ini menjadi paradoks yang menyakitkan rakyat. Bagaimana mungkin sebuah lembaga negara yang gemar “mempercantik” angka-angka di dalam APBD, justru gagal mempercantik dan memperkuat benteng digitalnya sendiri?
### **Poin-Poin Tuntutan & Kritik:**
**Kegagalan Prioritas:** Kami melihat adanya ketimpangan tajam antara besarnya anggaran operasional dan pengadaan di DPRD Lebak dengan kualitas infrastruktur IT. Apakah anggaran tersebut habis hanya untuk seremoni dan belanja yang di- *mark-up*, sehingga untuk urusan keamanan siber saja harus memungut sisa-sisa recehan?
**Sindiran Terkait Anggaran:** Sangat ironis melihat website resmi DPRD Lebak “telanjang” di hadapan peretas, sementara laporan anggaran mereka selalu tampak “berpakaian mewah”. Kami mendesak transparansi; jangan sampai biaya pemeliharaan website masuk dalam daftar *mark-up* namun realisasinya nol besar.
**Pertanggungjawaban Publik:** Website adalah wajah lembaga. Jika menjaga satu domain saja tidak mampu, bagaimana masyarakat bisa percaya DPRD mampu menjaga amanah rakyat Lebak secara utuh?
### **Pernyataan Ketua Umum Terpilih**
**Egi Maulana Agung:**
“Ini adalah tamparan keras bagi marwah DPRD Kabupaten Lebak. Kami melihat ada indikasi ketidakseriusan dalam pengelolaan aset digital. Jangan sampai publik berasumsi bahwa anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk penguatan sistem IT justru ‘menguap’ dalam praktik *mark-up* berjamaah demi kepentingan segelintir oknum. Kami menuntut Sekretariat DPRD Lebak segera melakukan audit forensik terhadap anggaran IT mereka. Jangan hanya pandai meng-hacker uang rakyat, tapi tidak mampu dalam menghalau hacker yang sesungguhnya!”
### **Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Kepemudaan (PTKP)**
**Bidang PTKP HMI Komisariat Insan Cita:***
*Boby Aditya pamungkas*
“DPRD Lebak jangan hanya asyik dengan zona nyaman dan tumpukan proposal proyek yang harganya digelembungkan. Lemahnya keamanan website ini adalah bukti nyata bahwa mereka tidak siap menghadapi era keterbukaan informasi. Kami, mahasiswa, tidak akan tinggal diam melihat uang pajak rakyat Lebak habis untuk anggaran-anggaran yang tidak relevan sementara fasilitas publik digital dibiarkan terbengkalai dan rentan. Jika dalam waktu dekat tidak ada perbaikan dan transparansi anggaran, kami pastikan gerbong perjuangan mahasiswa akan turun ke jalan!”
HMI KOMISARIAT INSAN CITA
(Red























