CILEGON, JURNALKUHP.COM – Kepala Kelurahan Randakari, Hairul Amri, S.Ag., memaparkan capaian kinerja Kelurahan Randakari sepanjang tahun 2025 saat temu wawancara di Kantor Kelurahan Randakari, Kota Cilegon, Selasa (20/01/2026).
Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat berjalan optimal berkat sinergi yang kuat antara pemerintah kelurahan, masyarakat, serta dunia industri yang berada di wilayah Randakari.
Kepala Kelurahan Randakari, Hairul Amri, S.Ag., bersama jajaran kelurahan, tokoh masyarakat, RT/RW, serta warga Randakari.
Pemaparan kinerja Kelurahan Randakari tahun 2025 yang berfokus pada pembangunan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan serapan tenaga kerja lokal di sektor industri.
Untuk menyampaikan capaian pembangunan kepada masyarakat, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja pemerintah kelurahan, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, warga, dan dunia usaha dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
Melalui pelaksanaan berbagai program pelatihan keterampilan kerja, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan sinergi dengan perusahaan-perusahaan industri, serta pembangunan berbasis partisipasi aktif warga.
Hairul Amri, S.Ag., menyampaikan bahwa sejak dipercaya memimpin Kelurahan Randakari pada April 2022, pihaknya terus berupaya membangun kebersamaan dan kekompakan dengan masyarakat demi mendorong kemajuan wilayah.
Menurutnya, kinerja tahun 2025 menjadi salah satu periode penting dalam memperkuat pembangunan sosial dan ekonomi warga, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat kelurahan.
“Alhamdulillah, sejak 2022 kami diberikan kepercayaan untuk memimpin Kelurahan Randakari.
Bersama masyarakat, kami terus bersatu dan bergerak memajukan wilayah ini, baik dalam pembangunan ekonomi, sosial, maupun peningkatan pelayanan publik. Tahun 2025 menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi tersebut,” ujar Hairul Amri.
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama kelurahan adalah mendorong pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program pelatihan keterampilan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri di wilayah Cilegon. Di antaranya adalah pelatihan forklift, pelatihan teknis industri, serta penguatan kapasitas kerja bagi pemuda dan masyarakat usia produktif. Program-program ini bertujuan agar warga Randakari memiliki kompetensi yang relevan sehingga mampu bersaing dan terserap di sektor industri.
“Kelurahan terus mendorong warga untuk mengikuti berbagai pelatihan, termasuk forklift dan keterampilan lainnya, supaya industri yang ada di sekitar Randakari dapat menyerap tenaga kerja lokal secara optimal. Ini merupakan bagian dari ikhtiar kami untuk menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Hairul juga mengungkapkan bahwa sinergi antara Kelurahan Randakari dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut berjalan cukup baik.
Beberapa perusahaan, seperti PT JMR dan sejumlah industri lainnya, telah memberikan ruang dan kesempatan kerja bagi warga setempat. Saat ini, sekitar 40 persen tenaga kerja di industri-industri yang berada di wilayah Randakari merupakan warga lokal, sebuah capaian yang dinilai cukup membanggakan.
“Alhamdulillah, hampir 40 persen tenaga kerja di industri yang ada di Randakari berasal dari warga setempat. Ini menjadi indikator positif bahwa program pemberdayaan dan pelatihan yang kami dorong mulai membuahkan hasil nyata,” tambahnya.
Selain fokus pada ketenagakerjaan, Kelurahan Randakari juga terus memperkuat pembangunan berbasis masyarakat, baik dalam peningkatan pelayanan administrasi, pembinaan UMKM, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Dengan jumlah penduduk sekitar 10.000 jiwa, pihak kelurahan berupaya menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Hairul Amri menegaskan bahwa capaian kinerja tahun 2025 tidak terlepas dari peran aktif masyarakat, tokoh lingkungan, RT/RW, serta dukungan pemerintah kota dan dunia usaha. Menurutnya, keberhasilan pembangunan di tingkat kelurahan hanya dapat terwujud apabila seluruh unsur masyarakat bergerak bersama dalam semangat kebersamaan dan gotong royong.
“Ke depan, kami berharap Randakari tidak hanya dikenal sebagai wilayah industri, tetapi juga menjadi lingkungan yang kuat secara sosial, mandiri secara ekonomi, dan mampu meningkatkan kualitas hidup warganya. Semua itu tentu hanya bisa terwujud melalui kebersamaan, kolaborasi, dan komitmen bersama yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Reporter: Shinta Berlian
Editor: Redaksi.























