CILEGON, JURNALKUHP.COM — Bencana banjir yang masih mengepung Kelurahan Karang Tengah, Kota Cilegon, tak membuat warganya dibiarkan berjuang sendiri. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cilegon bersama Taruna Siaga Bencana (TAGANA) tampil di garis depan, menggulirkan dapur umum raksasa yang menjadi benteng terakhir pemenuhan kebutuhan makan ratusan warga terdampak.
Sejak Selasa malam, 13 Januari 2026, dapur umum yang beroperasi di Kantor Dinas Sosial lama telah menjadi pusat kehidupan bagi warga yang terisolasi akibat genangan air yang belum juga surut. Di tengah lumpur dan keterbatasan, relawan TAGANA tanpa lelah memproduksi sekitar 750 paket makanan siap saji setiap kali memasak, yang langsung didistribusikan ke titik-titik terdampak banjir.
Ketua BAZNAS Kota Cilegon, KH. Fajri Ali, menegaskan bahwa kehadiran dapur umum ini bukan sekadar bantuan logistik, tetapi bentuk nyata solidaritas kemanusiaan. Sebagai penguat operasional dapur umum tersebut, BAZNAS menyalurkan bantuan sebesar Rp5 juta, yang digunakan untuk pengadaan bahan makanan bagi warga terdampak.
“Selama warga belum bisa beraktivitas normal dan air masih menggenang, dapur umum ini menjadi urat nadi kehidupan mereka. BAZNAS hadir untuk memastikan tidak ada yang kelaparan di tengah musibah,” ujar KH. Fajri Ali, Rabu (14/1).

TAGANA, sebagai relawan sosial bentukan Kementerian Sosial RI, mengelola penuh dapur umum ini dengan sistem tanggap darurat. Mereka bukan hanya memasak dan mendistribusikan makanan, tetapi juga menjadi garda depan perlindungan sosial, pendataan korban, hingga penguatan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan bencana.


Kolaborasi antara BAZNAS Kota Cilegon, Dinas Sosial, dan TAGANA ini menjadi simbol kuat bahwa di tengah bencana, negara dan masyarakat tidak tinggal diam. Dapur umum yang diinisiasi Dinas Sosial kini menjelma menjadi pusat harapan bagi warga Karang Tengah yang masih terjebak di tengah kepungan banjir.
Di saat yang sama, Pemerintah Kota Cilegon bersama Forkopimda — Wali Kota, Wakil Wali Kota, Kapolres, dan Dandim — serta unsur industri dan tokoh masyarakat juga telah membentuk Tim Penanggulangan Banjir Cilegon. Tim ini bahkan telah menggelar rapat gabungan di Aula Sekda Kota Cilegon sebagai langkah strategis untuk merumuskan solusi jangka panjang agar banjir tidak terus menjadi mimpi buruk tahunan.

Doa dan ikhtiar kini berjalan beriringan. Di tengah suara hujan dan deru air, dapur umum TAGANA dan uluran tangan BAZNAS menjadi bukti bahwa kemanusiaan tetap berdiri tegak. Harapannya satu: hujan segera reda, banjir berhenti, dan Cilegon bangkit lebih kuat dari sebelumnya.
Redaksi.























