CILEGON, JURNALKUHP.COM — Banjir kembali melanda Kota Cilegon pada Minggu, 11 Januari 2026. Tiga kecamatan tercatat terdampak, yakni Kecamatan Ciwandan, Kecamatan Jombang, dan Kecamatan Cibeber. Pemerintah Kota Cilegon bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bergerak cepat melakukan pemantauan dan pendataan dampak banjir di sejumlah titik.
Salah satu lokasi yang langsung ditinjau Wali Kota Cilegon Robinsar bersama Ketua DPRD Kota Cilegon Rizki Khairul Ichwan, Kapolres, Dandim, serta unsur Forkopimda lainnya adalah Lingkungan Sambirata, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber. Di wilayah ini, banjir merendam permukiman warga dengan ketinggian air mencapai leher orang dewasa.
Berdasarkan pendataan di lapangan, sebanyak 185 kepala keluarga atau 570 jiwa di Sambirata terdampak banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon bersama instansi terkait melakukan evakuasi warga dan pengamanan lokasi dengan sistem gotong royong lintas instansi.
Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan, sejak siang hari pihaknya telah meninjau langsung beberapa titik banjir bersama Forkopimda. Peninjauan dimulai dari Kecamatan Ciwandan, dilanjutkan ke Lingkungan Keranggot di Kecamatan Jombang, dan diakhiri di Sambirata, Kecamatan Cibeber.
“Sejak siang kami sudah turun langsung ke lapangan bersama Kapolres, Dandim, dan unsur pimpinan lainnya untuk melihat kondisi banjir secara langsung,” kata Robinsar di lokasi.
Dari hasil peninjauan di Sambirata, Robinsar menyebutkan bahwa banjir dipicu oleh jebolnya tanggul air dan tingginya sedimentasi di aliran sungai. Informasi tersebut diperoleh dari laporan RT, RW, lurah, dan camat setempat.
“Informasi dari RT, RW, lurah, dan camat menyebutkan perlu adanya perbaikan tanggul serta pengangkatan sedimen di aliran sungai,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Cilegon memastikan akan segera menurunkan alat berat dan dump truck untuk melakukan pengerukan sedimen sungai serta perbaikan tanggul yang jebol. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cilegon telah diminta untuk segera melakukan penanganan teknis di lapangan.
“Besok alat berat dan dump truck kami turunkan untuk pengangkatan sedimen. Tanggul-tanggul yang jebol sudah kami data dan akan segera diperbaiki,” tegas Robinsar.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cilegon Rizki Khairul Ichwan menyatakan DPRD mendorong agar penanganan banjir dilakukan secara cepat, terukur, dan menyeluruh.
“Besok akan langsung dilakukan penanganan. Alat berat dan kendaraan sudah kami dorong untuk proses pengerukan sedimen, termasuk pembangunan kembali tanggul yang jebol,” kata Rizki.
Ia juga menekankan pentingnya pemetaan dan pengelompokan atau clustering titik-titik banjir agar penanganan ke depan lebih terencana dan tepat sasaran.
“Dengan clustering, titik-titik banjir kategori berat dapat diprioritaskan untuk ditangani lebih dulu pada 2026. Ini agar tidak terus menjadi langganan banjir,” ujarnya.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, Pemkot Cilegon telah berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Cilegon. Penyaluran bantuan makanan dan kebutuhan pokok tengah dipersiapkan, sementara pendirian dapur umum masih dalam tahap koordinasi. Distribusi bantuan direncanakan mulai dilakukan pada Minggu malam ini.
Redaksi.























