SERANG, JURNALKUHP.COM – Sebuah unggahan video TikTok dari akun @home\_mpit milik Fitri Anggraeni, warga Pamarayan, Kabupaten Serang, viral pada Jumat (11/07/2025). Dalam video berdurasi lebih dari tiga menit itu, Fitri menceritakan pengalaman kurang menyenangkan saat berkunjung ke UPT Puskesmas Pamarayan untuk meminta surat rujukan.
Fitri menjelaskan, ia datang sekitar pukul 09.00 WIB dan selesai mengurus surat rujukan sekitar pukul 10.13 WIB. Namun, saat hendak pulang, ia mendapati sepatu barunya yang dibeli seharga Rp400 ribu hilang.
“Saya laporan ke petugas di loket. Kata beliau memang di sini sering kejadian kehilangan sandal atau sepatu. Bahkan ada ibu-ibu yang bilang suaminya juga pernah pulang nyeker (tanpa alas kaki),” tutur Fitri dalam videonya.
Merasa dirugikan, Fitri meminta agar pihak puskesmas membantu mengecek rekaman CCTV demi menemukan pelaku pencurian. Namun, ia mengaku mendapat jawaban mengejutkan: CCTV di area tersebut sudah rusak selama sebulan dan belum diperbaiki.
“Saya pikir positif saja, mungkin benar-benar rusak. Tapi tetap disayangkan, karena CCTV sangat penting demi keamanan pasien dan pengunjung,” tambahnya.
Fitri juga menyarankan agar pihak puskesmas memperbaiki prosedur keamanan, salah satunya dengan tidak lagi mewajibkan pasien melepas alas kaki saat masuk gedung. Menurutnya, jika pasien diperbolehkan tetap memakai sandal atau sepatu, risiko kehilangan bisa ditekan.
“Mudah-mudahan cukup saya dan beberapa orang yang sudah pernah mengalami kehilangan. Jangan sampai terulang lagi ke depannya,” harap Fitri.
Menurut keterangan Fitri dalam videonya, pihak puskesmas menyampaikan bahwa CCTV sedang dalam perbaikan dan memohon maaf atas ketidaknyamanan pasien, serta sedang diupayakan perbaikan secepatnya. Selain itu, pihak puskesmas menjelaskan bahwa kebijakan melepas alas kaki diterapkan demi menjaga kebersihan ruang tunggu dan ruang periksa. Namun, aturan tersebut akan dievaluasi agar lebih ramah bagi pasien.
Pada Selasa (15/07/2025), saat dikonfirmasi langsung oleh redaksi JURNALKUHP.COM, Fitri menyampaikan bahwa ia tidak ingin memperpanjang persoalan ini.
“Walaikumsalam, mohon maaf pak saya tidak ingin membahas lagi. Menurut saya di video yang saya upload itu sudah sangat jelas dan sudah ditanggapi pula sama Bapak Najib Wakil Bupati,”* ujarnya singkat.
Redaksi JURNALKUHP.COM juga telah melakukan konfirmasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Serang melalui akun Instagram resminya pada Selasa (15/07/2025) untuk meminta tanggapan resmi. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinkes Kabupaten Serang belum memberikan pernyataan resmi.
Kejadian ini memunculkan kembali pentingnya fasilitas keamanan seperti CCTV di puskesmas, rumah sakit, dan tempat pelayanan publik lainnya. Selain demi kenyamanan, keberadaan CCTV juga menjadi alat penting jika terjadi kehilangan atau tindak kriminal.
JURNALKUHP.COM akan terus memantau dan mengabarkan perkembangan selanjutnya, termasuk jika ada tindak lanjut atau kebijakan baru dari UPT Puskesmas Pamarayan maupun pernyataan resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Serang.
(Red)





















