Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaKriminal

Tragedi di Banjaran: Ibu dan Dua Anak Ditemukan Tewas dalam Rumah Terkunci

×

Tragedi di Banjaran: Ibu dan Dua Anak Ditemukan Tewas dalam Rumah Terkunci

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


BANDUNG, JURNALKUHP.COM – Warga Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, digemparkan oleh peristiwa memilukan pada Jumat dini hari (5/9/2025). Seorang ibu rumah tangga berinisial EN (34) bersama dua anaknya, AA (9) dan AAP (11 bulan), ditemukan meninggal dunia di dalam rumah kontrakan mereka.

Ketiganya pertama kali ditemukan oleh YS, suami sekaligus ayah dari kedua anak tersebut, sekitar pukul 04.00 WIB. YS yang baru pulang kerja mendapati pintu rumah terkunci dari dalam. Saat mencoba mengintip melalui ventilasi, ia terkejut melihat istrinya tergantung di kusen pintu kamar. Spontan, ia berteriak histeris hingga mengundang perhatian warga sekitar.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Beberapa warga kemudian berusaha mendobrak pintu. Setelah berhasil masuk, mereka menemukan pemandangan yang memilukan: EN dalam keadaan tergantung, sementara kedua anaknya tergeletak tak bernyawa dengan jeratan tali di leher.

Kasat Reskrim Polresta Bandung, Kompol Luthfi Olot Gigantara, membenarkan peristiwa tersebut. “Dari hasil olah tempat kejadian perkara, korban perempuan ditemukan dalam posisi tergantung. Sedangkan kedua anaknya berada di ruang depan dan kamar, dengan kondisi terdapat jeratan tali di leher,” jelasnya.

Menurut polisi, pintu dan jendela rumah terkunci dari dalam. Tidak ditemukan luka terbuka pada tubuh para korban, sehingga indikasi sementara mengarah pada dugaan bunuh diri yang dilakukan sang ibu. Namun, kepolisian menegaskan masih mendalami penyebab pasti tragedi ini.

Dalam proses penyelidikan, petugas turut mengamankan barang bukti berupa sebuah ponsel dan secarik kertas berisi curahan hati korban yang ditempel di dinding ruang tengah. “Barang bukti tersebut kami bawa untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kompol Luthfi.

Ketiga jenazah kemudian dievakuasi ke RS Sartika Asih Bandung guna menjalani pemeriksaan forensik. Polisi juga tengah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap motif di balik peristiwa yang mengejutkan warga Banjaran ini.

Hingga kini, pihak kepolisian masih berupaya mengurai fakta sebenarnya dari tragedi keluarga kecil tersebut.

Red.

Example 120x600