Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Arsip NegaraBeritaDPRDFakta HukumKinerjaPemerintahPemkot Cilegon

Ketimpangan Pajak dan Retribusi Disorot, DPRD Cilegon Ingatkan Risiko Gagal Target APBD 2026

×

Ketimpangan Pajak dan Retribusi Disorot, DPRD Cilegon Ingatkan Risiko Gagal Target APBD 2026

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM – Anggota DPRD Kota Cilegon dari Fraksi PAN, Rahmatulloh, menyoroti ketimpangan realisasi pajak daerah dan retribusi daerah pada Triwulan I Tahun Anggaran 2026. Ia menilai, capaian serapan anggaran yang telah menyentuh kisaran 20 persen tidak serta-merta mencerminkan kinerja yang sehat secara keseluruhan.

Menurutnya, angka tersebut justru menyimpan persoalan mendasar dalam struktur pendapatan daerah yang perlu segera dibenahi.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!_Segenap keluarga besar Kejaksaan Republik Indonesia mengucap
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81Indonesia Berdaulat, Adil, dan MakmurDelapan puluh satu tahun
Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Herry Hermanus Horo, S.H. beserta jajaran mengucapkan Selamat Me
Dirgahayu Republik Indonesia! 🇮🇩17 Agustus 2026 menjadi momen bersejarah peringatan HUT ke-81
Selamat Hari Kemerdekaan ke 81th Republik Indonesia17 Agustus 1945 - 2026Indonesia Berdaulat Ad
Kepala Kepolisian Daerah Banten Beserta Staf dan Jajaran MengucapkanSelamat Hari Kemerdekaan Re
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81🇮🇩Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Repub
Kapolres Cilegon AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi., S.H, S.I.K., M.Si.beserta staff dan j
Komandan Kodim 0623-Cilegon dan Ketua Persit KCK Cab XLIX Dim 0623 Cilegon beserta keluarga Bes
Kepala Kejaksaan Negeri Cilegon Febrianda Ryendra, S.H., beserta seluruh jajaran Kejaksaan Neger
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026Merdeka Sehat, Indonesia Hebat@pemkotcilegon @robin
🇮🇩 Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 🇮🇩Segenap keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebuday
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026Segenap keluarga b
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩Kemerdekaan adalah warisan yang harus kita jaga bers
🇮🇩DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA🇮🇩Keluarga Besar Dinas Sosial Kota Cilegon mengucapkan Selama (2)
Dirgahayu Republik Indonesia🇮🇩Terus melangkah bersama dan menjaga persatuan untuk mewujudkan
🇮🇩Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81 Tahun 🇮🇩Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.81 tahun I
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026Kemerdekaan adalah
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81🇮🇩Indonesia berdaulat, adil dan makmur.Mari terus bersatu

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

“Pencapaian itu bukan sekadar persoalan hitung-hitungan di atas kertas, tapi merupakan cermin dari sejauh mana perencanaan kita sejalan dengan kenyataan di lapangan,” ujar Rahmatulloh, Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan, ketimpangan terlihat jelas antara realisasi pajak daerah dan retribusi daerah. Dalam tiga bulan pertama, Pemerintah Kota Cilegon diperkirakan telah menghimpun Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp200 miliar dari target Rp900 miliar. Namun, kontribusi retribusi daerah masih sangat rendah, bahkan belum mencapai 3 persen.

“Secara waktu mungkin terlihat wajar di awal tahun. Tapi yang membuat saya risau adalah sumbernya. Pajak daerah sudah mulai berlari, sementara retribusi masih merangkak, bahkan belum menyentuh tiga persen. Jarak ini terlalu lebar untuk dianggap normal,” tegasnya.

Rahmatulloh menilai, rendahnya realisasi retribusi harus menjadi peringatan serius bagi tata kelola keuangan daerah. Ia mempertanyakan apakah kondisi tersebut disebabkan oleh layanan publik yang belum optimal atau sistem pemungutan yang masih bermasalah.

“Ini alarm keras. Apakah layanannya yang tidak berjalan, atau sistem pemungutannya yang belum efektif? Pihak eksekutif harus terbuka dan jujur menjelaskan,” katanya.

Sebagai bagian dari Badan Anggaran DPRD, Rahmatulloh mengingatkan agar kondisi ini tidak dibiarkan berlarut hingga Triwulan II. Ia menilai, ketimpangan tersebut berpotensi mengganggu pencapaian target pendapatan daerah secara keseluruhan.

“Jika dibiarkan hingga pertengahan tahun, risiko gagal target akan menghantui. Dampaknya jelas, program pembangunan bisa terhambat dan masyarakat yang akan dirugikan,” ujarnya.

Ia pun mendorong Pemerintah Kota Cilegon untuk segera melakukan langkah korektif. Di antaranya dengan meninjau ulang target pendapatan agar lebih realistis, mempercepat digitalisasi sistem pemungutan guna menutup potensi kebocoran, serta meningkatkan kinerja petugas lapangan, khususnya di sektor-sektor retribusi yang selama ini belum tergarap optimal.

Lebih jauh, Rahmatulloh menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bukan sekadar kumpulan angka, melainkan wujud komitmen pemerintah dalam mengelola uang rakyat untuk kepentingan publik.

“Kita harus memutus pola lama: memasang target tinggi, lalu melakukan penyesuaian di akhir karena realisasi tidak tercapai. Saatnya pengelolaan anggaran dilakukan secara disiplin, transparan, dan penuh tanggung jawab,” pungkasnya. (Zain/red).

Example 120x600