Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaBerita NasionalKriminalLaporan PidanaLaporan WargaPOLRITindak Pidana

Takut Tak Kirim Uang ke Istri, Pedagang Bakso di Tanahlaut Rekayasa Jadi Korban Begal

×

Takut Tak Kirim Uang ke Istri, Pedagang Bakso di Tanahlaut Rekayasa Jadi Korban Begal

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


PELAIHARI, JURNALKUHP.COM – Kasus dugaan pembegalan terhadap seorang pedagang bakso keliling di kawasan Jalan Dewata, Desa Jilatan, Kecamatan Batuampar, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, dipastikan hanya rekayasa semata.

Peristiwa yang sebelumnya sempat menghebohkan warga itu sempat menimbulkan keresahan masyarakat, lantaran disebut terjadi di jalur sepi penghubung antara Desa Jilatan dan Desa Durianbungkuk.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Namun setelah dilakukan penyelidikan lanjutan oleh jajaran Resmob Polres Tanah Laut bersama Unit Reskrim dan personel Polsek Batuampar, polisi menemukan sejumlah kejanggalan dalam keterangan awal korban.

Kapolsek Batuampar, Munadi mengatakan, hasil pemeriksaan ulang serta pengecekan langsung ke tempat kejadian perkara menunjukkan bahwa tidak pernah terjadi aksi pembegalan seperti yang sebelumnya diakui korban.

“Setelah dimintai keterangan lengkap dan dilakukan pengecekan ulang ke TKP, ternyata insiden pembegalan itu rekayasa belaka,” ujar Munadi, Jumat (8/5/2026).

Pedagang bakso bernama Bambang sebelumnya mengaku kehilangan uang belanja dagangan usai menjadi korban begal saat melintas di Jalan Dewata.

Namun belakangan, Bambang mengakui bahwa cerita tersebut sengaja dibuat karena takut tidak bisa mengirim uang kepada istrinya yang berada di wilayah Liang Anggang, Banjarbaru.

Dari hasil pendalaman polisi, diketahui selama ini Bambang justru beberapa kali meminta kiriman uang dari istrinya, termasuk untuk modal membeli bahan dagangan pada hari kejadian. Uang tersebut, berdasarkan pengakuannya, digunakan untuk bermain judi slot online.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perbuatannya, Bambang telah mendatangi kantor polisi untuk memberikan klarifikasi sekaligus membuat video permintaan maaf kepada masyarakat, khususnya warga Desa Jilatan dan sekitarnya, karena telah menimbulkan keresahan akibat informasi palsu yang disebarkannya.

Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak memanipulasi keadaan pribadi seolah-olah menjadi korban tindak kriminal demi menutupi persoalan tertentu. Selain memicu keresahan publik, tindakan semacam itu juga dapat mengganggu kerja aparat penegak hukum dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap laporan kejadian yang benar-benar terjadi.

Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan lebih bijak dalam menyelesaikan persoalan pribadi tanpa membuat narasi bohong yang meresahkan lingkungan sekitar.

 

Kontributor: Muhammad Wahyu
Editor: Zain/red.

Example 120x600