Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaLaporan KhususNasionalPendidikan

Siswi SMP di Jembrana Putus Sekolah Diduga Jadi Korban Bullying, Dinas Pendidikan Turun Tangan

×

Siswi SMP di Jembrana Putus Sekolah Diduga Jadi Korban Bullying, Dinas Pendidikan Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


JEMBRANA, JURNALKUHP.COM – Seorang siswi SMP di Kabupaten Jembrana, Bali, berinisial NKA (14), terpaksa menghentikan pendidikannya setelah diduga menjadi korban bullying oleh teman-temannya sendiri. Selama enam bulan terakhir, ia tak lagi masuk sekolah lantaran mengalami trauma mendalam hingga berdampak pada kondisi kesehatannya.

Menurut penuturan ibunya, NKA kerap mendapat perlakuan yang membuatnya tidak nyaman di sekolah. Perundungan yang dialami bahkan sempat membuatnya sakit dan pingsan. Situasi itu membuat NKA semakin enggan melanjutkan pendidikan.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!_Segenap keluarga besar Kejaksaan Republik Indonesia mengucap
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81Indonesia Berdaulat, Adil, dan MakmurDelapan puluh satu tahun
Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Herry Hermanus Horo, S.H. beserta jajaran mengucapkan Selamat Me
Dirgahayu Republik Indonesia! 🇮🇩17 Agustus 2026 menjadi momen bersejarah peringatan HUT ke-81
Selamat Hari Kemerdekaan ke 81th Republik Indonesia17 Agustus 1945 - 2026Indonesia Berdaulat Ad
Kepala Kepolisian Daerah Banten Beserta Staf dan Jajaran MengucapkanSelamat Hari Kemerdekaan Re
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81🇮🇩Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Repub
Kapolres Cilegon AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi., S.H, S.I.K., M.Si.beserta staff dan j
Komandan Kodim 0623-Cilegon dan Ketua Persit KCK Cab XLIX Dim 0623 Cilegon beserta keluarga Bes
Kepala Kejaksaan Negeri Cilegon Febrianda Ryendra, S.H., beserta seluruh jajaran Kejaksaan Neger
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026Merdeka Sehat, Indonesia Hebat@pemkotcilegon @robin
🇮🇩 Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 🇮🇩Segenap keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebuday
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026Segenap keluarga b
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩Kemerdekaan adalah warisan yang harus kita jaga bers
🇮🇩DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA🇮🇩Keluarga Besar Dinas Sosial Kota Cilegon mengucapkan Selama (2)
Dirgahayu Republik Indonesia🇮🇩Terus melangkah bersama dan menjaga persatuan untuk mewujudkan
🇮🇩Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81 Tahun 🇮🇩Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.81 tahun I
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026Kemerdekaan adalah
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81🇮🇩Indonesia berdaulat, adil dan makmur.Mari terus bersatu

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

“Saya merasa tertekan dan tidak nyaman. Saya dijelek-jelekkan, dijauhi mereka. Saya hanya punya satu teman yang baik,” kata NKA didampingi ibunya.

Sang ibu menuturkan, meski keluarga berulang kali mendorong agar anaknya tetap melanjutkan sekolah, kondisi psikologis NKA tidak memungkinkan. Ia memilih berhenti belajar formal dan sementara waktu fokus memulihkan diri.

“Kami ingin anak tetap sekolah. Tapi karena trauma, dia tak mau lagi masuk kelas. Kami takut kalau dipaksa justru sakit lagi,” jelas ibunya.

Sebelum benar-benar berhenti, NKA sempat berpamitan kepada guru dan teman-temannya. Saat ini, keluarga berencana melanjutkan pendidikan melalui jalur kejar paket. Kepala sekolah disebut sudah memberikan pesan bahwa pintu sekolah selalu terbuka apabila NKA ingin kembali belajar.

Disdikpora Jembrana Akan Fasilitasi Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, membenarkan adanya laporan siswi putus sekolah tersebut. Pihaknya berjanji akan menindaklanjuti dengan mencari solusi terbaik.

“Kita akan carikan solusi, kita akan kunjungi dulu seperti apa kondisinya. Untuk kejar paket, kebetulan saat ini masih bisa difasilitasi. Kami akan komunikasikan agar anak ini bisa segera masuk kembali ke jalur pendidikan,” ujar Anom Saputra, Selasa (9/9).

UPTD PPA Soroti Dampak Trauma

Kasus ini juga mendapat perhatian dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Jembrana. Kepala UPTD, Ida Ayu Sri Utami Dewi, menegaskan bahwa kasus bullying harus menjadi perhatian serius karena dapat meninggalkan trauma yang besar bagi korban.

“Besok kami akan lakukan konseling psikologi untuk membantu anak ini agar bisa percaya diri lagi dan mampu bersosialisasi dengan lingkungannya,” ucapnya.

Ia menambahkan, keputusan seorang anak berhenti sekolah biasanya menandakan adanya tekanan psikologis yang berat. Oleh karena itu, semua pihak diminta lebih peka dan cepat tanggap dalam menangani kasus perundungan di sekolah.

“Kasus bullying oleh teman sebaya tidak bisa dianggap sepele. Dampaknya sangat luar biasa, sampai ada anak yang rela putus sekolah karena tidak kuat lagi menghadapi situasi di sekitarnya,” tandasnya.

Redaksi.

Example 120x600