JAKARTA, JURNALKUHP.COM– Bagaimana mungkin seorang anak kampung dari pesisir kini berdiri di Istana Kepresidenan? Apa yang membuat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memilih Robinsar untuk dilantik sebagai Wali Kota Cilegon? Apakah ini sekadar kebetulan atau hasil dari perjuangan panjang?
Pada Kamis, 20 Februari 2025, Robinsar bersama Wakil Wali Kota Cilegon resmi dilantik di Istana Kepresidenan Jakarta. Momen ini tentu menimbulkan berbagai pertanyaan. Apa yang ada di benak Robinsar saat mengucapkan sumpah jabatan? Bagaimana perasaannya, mengingat ia pernah merasa tidak akan pernah mencapai titik ini?
“Masya Allah, anak kampung dari pesisir hari ini bisa berada di tempat yang mungkin belum pernah saya bayangkan sebelumnya,” ungkapnya. Tapi benarkah ia tak pernah membayangkan hal ini? Atau justru ini adalah impian lama yang diam-diam ia perjuangkan?
Robinsar menyebut hari pelantikan ini sebagai momen bersejarah dalam hidupnya. Namun, apa arti sejarah ini bagi masyarakat Cilegon? Apakah ini awal dari perubahan besar bagi kota cilegon?

Ternyata, menjadi Wali Kota Cilegon adalah cita-cita Robinsar sejak berusia 22 tahun. Mengapa Cilegon begitu spesial baginya? Apa yang membuat seorang pemuda desa terpanggil untuk mengabdi pada kotanya? “Saya ingin melihat kota ini menjadi tempat yang layak dan nyaman untuk masyarakatnya,” jelasnya. Tapi bisakah mimpi ini benar-benar terwujud?
Dengan penuh harapan, Robinsar berjanji untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Tapi tantangan apa yang menantinya? Bagaimana ia akan mengelola berbagai dinamika kota industri seperti Cilegon? Ia pun meminta dukungan masyarakat. “Doakan kami agar bisa menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” pintanya. Namun, cukupkah doa tanpa dukungan nyata?
Pelantikan ini sendiri didasarkan pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-221 Tahun 2025 dan Nomor 100.2.1.3-1719 Tahun 2025. Menariknya, pelantikan Robinsar dilakukan bersamaan dengan 961 kepala daerah lainnya. Apakah ini strategi besar pemerintah dalam memperkuat kepemimpinan daerah? Atau hanya rutinitas lima tahunan semata?
Kini, masyarakat Cilegon menanti. Akankah Robinsar mampu menjawab harapan dan tantangan yang ada? Atau akankah cerita ini menjadi satu dari sekian kisah pemimpin daerah yang berlalu begitu saja? Waktu yang akan menjawabnya. (Redaksi Jurnal KUHP).
Dilansir dari: Dinas Komunikasi Informatika & Persandian Kota Cilegon























