Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Berita NasionalInvestigasiLaporan WargaLimbah ProduksiLINGKUNGAN HIDUPNasionalPemerintahSosial

Ratusan Warga Kepung Kantor Bupati Muba, Desak Legalisasi Sumur Minyak Rakyat dan Penyulingan Tradisional

×

Ratusan Warga Kepung Kantor Bupati Muba, Desak Legalisasi Sumur Minyak Rakyat dan Penyulingan Tradisional

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


MUSI BANYUASIN, JURNALKUHP.COM  – Ratusan warga yang menggantungkan hidup dari aktivitas sumur minyak rakyat dan penyulingan minyak tradisional menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Musi Banyuasin (Muba), Kamis. Massa mendesak pemerintah segera memberikan legalitas terhadap aktivitas pengeboran dan penyulingan tradisional yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Dalam aksi tersebut, warga membawa berbagai spanduk tuntutan dan menyuarakan aspirasi secara bergantian. Mereka menilai pemerintah tidak boleh hanya melakukan penertiban tanpa menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat kecil yang selama bertahun-tahun hidup dari sektor minyak rakyat.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!_Segenap keluarga besar Kejaksaan Republik Indonesia mengucap
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81Indonesia Berdaulat, Adil, dan MakmurDelapan puluh satu tahun
Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Herry Hermanus Horo, S.H. beserta jajaran mengucapkan Selamat Me
Dirgahayu Republik Indonesia! 🇮🇩17 Agustus 2026 menjadi momen bersejarah peringatan HUT ke-81
Selamat Hari Kemerdekaan ke 81th Republik Indonesia17 Agustus 1945 - 2026Indonesia Berdaulat Ad
Kepala Kepolisian Daerah Banten Beserta Staf dan Jajaran MengucapkanSelamat Hari Kemerdekaan Re
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81🇮🇩Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Repub
Kapolres Cilegon AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi., S.H, S.I.K., M.Si.beserta staff dan j
Komandan Kodim 0623-Cilegon dan Ketua Persit KCK Cab XLIX Dim 0623 Cilegon beserta keluarga Bes
Kepala Kejaksaan Negeri Cilegon Febrianda Ryendra, S.H., beserta seluruh jajaran Kejaksaan Neger
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026Merdeka Sehat, Indonesia Hebat@pemkotcilegon @robin
🇮🇩 Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 🇮🇩Segenap keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebuday
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026Segenap keluarga b
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩Kemerdekaan adalah warisan yang harus kita jaga bers
🇮🇩DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA🇮🇩Keluarga Besar Dinas Sosial Kota Cilegon mengucapkan Selama (2)
Dirgahayu Republik Indonesia🇮🇩Terus melangkah bersama dan menjaga persatuan untuk mewujudkan
🇮🇩Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81 Tahun 🇮🇩Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.81 tahun I
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026Kemerdekaan adalah
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81🇮🇩Indonesia berdaulat, adil dan makmur.Mari terus bersatu

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Salah satu orator aksi menegaskan bahwa penutupan sumur minyak rakyat tanpa solusi hanya akan menambah beban ekonomi masyarakat.

“Kalau ditutup, rakyat mau makan apa? Jangan hanya datang menertibkan, tapi negara harus hadir memberi legalitas dan perlindungan,” teriak orator di hadapan massa aksi.

Warga menyebut aktivitas pengeboran dan penyulingan tradisional di wilayah Musi Banyuasin bukanlah hal baru. Kegiatan tersebut telah berlangsung lama dan menjadi penopang ekonomi ribuan keluarga di sejumlah kecamatan.

Menurut massa aksi, selama ini masyarakat hidup dalam ketidakpastian hukum. Mereka mengaku terus dibayangi ancaman penertiban hingga persoalan pidana, sementara regulasi yang berpihak kepada masyarakat belum kunjung hadir.

Selain menuntut legalisasi, warga juga meminta pemerintah daerah dan pemerintah pusat duduk bersama mencari formulasi hukum yang jelas terkait pengelolaan sumur minyak rakyat. Mereka berharap ada pola pembinaan resmi, termasuk terkait keselamatan kerja serta pengelolaan lingkungan agar aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih aman dan tertata.

Situasi di depan Kantor Bupati Muba sempat memanas ketika massa meminta pimpinan daerah turun langsung menemui demonstran. Aparat keamanan tampak berjaga ketat di sekitar lokasi untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan menjaga jalannya aksi tetap kondusif.

Dalam orasinya, massa menegaskan bahwa sumur minyak rakyat bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat Musi Banyuasin. Karena itu, mereka meminta pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi sosial dan ekonomi warga di lapangan.

Aksi unjuk rasa akhirnya ditutup dengan penyerahan tuntutan resmi kepada pihak pemerintah daerah. Namun warga menegaskan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa lebih besar apabila tuntutan legalisasi pengeboran dan penyulingan minyak rakyat tidak segera ditindaklanjuti.

Kontributor: Sadam
Editor: Zain/red.

Example 120x600