Lebak,JURNALKUHP.COM- Diduga Semrawut, Proyek Agro Wisata Lebak Parahiang yang berlokasi di Kp. Cikapek, Desa Parahiang, Kecamatan Lewidamar, Kabupaten Lebak jadi sorotan Aktivis di Kabupaten Lebak.
Dari pantauan tim media di lapangan, terlihat kondisi paving blok yang sudah mulai rusak dan bergelombang meski belum lama selesai dikerjaan. Selain itu terlihat kwalitas paving yang diduga tidak sesuai dengan speck.(Sabtu/14/3/2026)
Diketahui, Proyek Agro wisata Lebak Parahiang (Cikapek) merupakan pengembangan destinasi wisata berbasis pertanian dan budaya lokal di atas lahan 52 hektar, yang ditargetkan diresmikan awal 2026.
Proyek yang dikembangkan pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata tersebut bertujuan mengusung konsep edukasi, peternakan, serta homestay bernuansa budaya Baduy dengan total investasi Rp50-60 miliar.
Menanggapi Hal tersebut, Aktivis Forwatu Banten Agus Sugianto Wibowo atau yang dikenal akrab Agus kuncir sangat menyayangkan dengan kondisi kontruksi yang dinilai asal jadi, padahal menurutnya tempat tersebut masih dalam tahap pembangunan dan belum resmi digunakan.
” Saya akan meminta kepada pelaksana dalam hal ini Disbudpar Lebak agar bertanggungjawab dan melakukan perbaikan serta mengganti kwalitas Paving dengan mutu sesuai RAB yang di tetapkan, karena ini masih dalam tahap pembangunan belum resmi digunakan masa sudah rusak ” Ungkap Agus terheran.
Dalam kesempatan itu, Ia juga menyampaikan apabila tidak segera di perbaiki maka pihaknya akan menggelar aksi massa didepan kantor Bupati Lebak untuk meminta pertanggungjawaban atas kerusakan yang terjadi dalam proyek Agro Wisata Lebak Parahiang.
” Banyak temuannya disitu, nanti kita akan bedah dan kaji dulu apakah nanti ada delik pidana atau tidak yang jelas kerusakan ini pemerintah harus segera memperbaiki kalau tidak saya akan kumpulkan masa dan bergerak aksi di depan Pemda ” Tandasnya.
Reporter : tim
Editor : Redaksi biro kb Lebak























