CILEGON, JURNALKUHP.COM – Fathul Muin atau yang akrab disapa Paul resmi terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Tunas Mekar Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, melalui mekanisme aklamasi dalam Musyawarah Warga Karang Taruna (MWKT) XI yang digelar di Aula Kelurahan Gerem, Sabtu (20/6/2026).
Penetapan Paul sebagai ketua terpilih dilakukan setelah dirinya menjadi satu-satunya bakal calon yang mendaftarkan diri hingga berakhirnya masa pendaftaran yang dibuka panitia selama tiga hari. Dalam forum musyawarah, peserta yang terdiri dari unsur pengurus RT dan RW kemudian menyepakati penetapan tersebut secara aklamasi.
Ketua Steering Committee (SC) MWKT XI Karang Taruna Tunas Mekar Kelurahan Gerem, Mutaqin, menjelaskan bahwa seluruh tahapan musyawarah telah dilaksanakan sesuai mekanisme organisasi, mulai dari pembentukan panitia hingga penjaringan bakal calon.
“Panitia sudah membuka ruang pendaftaran selama tiga hari. Kami bekerja ekstra agar Musyawarah Warga Karang Taruna XI ini dapat terlaksana dengan baik sesuai tahapan yang telah ditetapkan,” ujar Mutaqin usai memimpin jalannya musyawarah.
Menurutnya, hingga batas akhir pendaftaran hanya terdapat satu nama yang secara resmi mengajukan diri sebagai bakal calon ketua.
“Ketika sampai pada tanggal 15, hanya satu yang mendaftar. Sampai hari ini pun pihak yang sebelumnya disebut-sebut sebagai bakal calon tidak hadir,” katanya.
Mutaqin menegaskan bahwa pihak yang sempat disebut akan maju dalam kontestasi kepemimpinan Karang Taruna tidak pernah mengikuti proses administrasi yang telah ditentukan panitia.
“Tidak mendaftarkan diri kepada panitia dan tidak mengambil formulir pencalonan. Karena itu, kami berpegang pada tahapan yang sejak awal sudah ditempuh, mulai dari rapat pembentukan panitia,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh proses penyelenggaraan MWKT XI telah dilaksanakan secara terbuka dan memiliki dasar legal yang jelas.
“Setelah panitia terbentuk, kami menggelar rapat untuk menentukan pelaksanaan kegiatan. Seluruh tahapan terus kami kejar hingga diterbitkannya Surat Keputusan kepanitiaan. Maksud dan tujuan pelaksanaan ini juga legal,” kata Mutaqin.
Untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai ketentuan, pihak kelurahan juga dilibatkan sejak awal proses pembentukan panitia.
“Dari awal pembentukan panitia, pihak kelurahan juga dihadirkan agar seluruh proses berjalan sesuai aturan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mutaqin menegaskan bahwa seluruh mekanisme MWKT XI telah mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk mengacu pada regulasi terbaru mengenai Karang Taruna.
“Mekanisme dari awal sampai hari ini kami tempuh semua jalur. Tadi juga ada pencerahan dari Konsultan Kementerian Sosial RI, Bung Satria, agar teman-teman memahami aturan yang berlaku. Acuannya adalah Permensos Nomor 9 Tahun 2025 tentang Karang Taruna,” jelasnya.
Menanggapi adanya pertanyaan terkait batas usia calon ketua, Mutaqin menyebut regulasi tersebut tidak mengatur batas usia maksimal bagi calon ketua.
“Kalau terkait masalah umur, dalam Permensos tidak diatur secara khusus. Yang diatur adalah usia minimal 17 tahun,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa Fathul Muin telah memenuhi seluruh persyaratan pencalonan yang ditetapkan dalam aturan organisasi.
“Kriteria calon sudah memenuhi. Salah satu syaratnya adalah mendapatkan dukungan minimal dari tiga RW,” ujarnya.
Selain dukungan wilayah, syarat lain yang harus dipenuhi adalah pernah menjadi pengurus Karang Taruna minimal selama satu periode.
“Bakal calon minimal pernah menjadi pengurus satu periode. Itu merupakan persyaratan yang sudah baku,” jelasnya.
Menurut Mutaqin, dukungan yang diperoleh Paul bahkan jauh melampaui ketentuan minimal yang dipersyaratkan.
“Dukungan yang terbentuk mencapai 39 dari total 50 RT dan RW yang memiliki hak dukung. Jadi sah,” tegasnya.
Dengan terpilihnya Fathul Muin secara aklamasi, Karang Taruna Tunas Mekar Kelurahan Gerem diharapkan dapat semakin aktif dalam menjalankan program kepemudaan, pemberdayaan sosial, serta memperkuat peran generasi muda dalam mendukung pembangunan lingkungan dan masyarakat di Kelurahan Gerem.
Musyawarah Warga Karang Taruna XI tersebut berlangsung dalam suasana tertib dan kondusif, serta menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat sinergi antar-pengurus dan elemen masyarakat di wilayah Kelurahan Gerem.
Reporter: Ade Maftuhi.





















