CILEGON, JURNALKUHP.COM – Setiap 12 Mei, dunia memperingati Hari Perawat Internasional sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi besar yang diberikan oleh para perawat dalam dunia kesehatan. Di Kota Cilegon, sebuah kota industri yang terus berkembang, peran perawat tidak hanya vital di rumah sakit atau puskesmas, tetapi juga di lingkungan masyarakat yang terus bergerak seiring dengan pesatnya sektor industri. Pandangan ini dibagikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, drg. Hj. Ratih Purnamasari, dalam diskusi mengenai kontribusi besar perawat terhadap kesehatan masyarakat Cilegon.
Di tengah pesatnya perkembangan industri yang menjadi ciri khas Cilegon, kesehatan masyarakat menjadi aspek yang sangat penting. Perawatan terhadap pekerja industri, keluarga mereka, dan masyarakat luas memerlukan perhatian ekstra. Di sinilah peran perawat di Cilegon menjadi sangat krusial. Tidak hanya sebagai tenaga medis, perawat juga menjadi penghubung antara rumah sakit atau fasilitas kesehatan dengan masyarakat.

“Perawat di Cilegon memainkan peran yang sangat penting, baik dalam perawatan langsung maupun dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Mereka tidak hanya merawat pasien, tetapi juga menjadi bagian dari upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan,” ungkap drg. Hj. Ratih Purnamasari, kepada redaksi Jurnal KUHP pada selasa, 13 Mei 2025.
Cilegon yang dikenal sebagai kota industri di Provinsi Banten memiliki karakteristik masyarakat yang peduli akan kesehatan. Perawat di kota ini bukan hanya bekerja di rumah sakit atau puskesmas, tetapi juga di lapangan, memberikan edukasi kepada pekerja industri yang berisiko tinggi terkena penyakit terkait pekerjaan mereka.
Menurut drg. Hj. Ratih, perawat memiliki tanggung jawab yang lebih besar di kota seperti Cilegon. Mereka tidak hanya merawat yang sakit, tetapi juga berperan aktif dalam upaya promosi kesehatan dan pencegahan penyakit. Hal ini sangat penting karena dalam lingkungan industri, pekerja sering terpapar risiko kesehatan yang tinggi, mulai dari penyakit pernapasan akibat polusi hingga gangguan muskuloskeletal yang disebabkan oleh pekerjaan berat.
“Keberadaan perawat di lingkungan industri sangat penting karena mereka membantu mencegah terjadinya penyakit melalui berbagai program edukasi. Mereka mengedukasi pekerja tentang pentingnya menggunakan alat pelindung diri, pola makan sehat, dan menjaga kesehatan fisik serta mental. Selain itu, mereka juga berperan dalam memberikan pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan kerja,” tambah drg. Hj. Ratih.

Pentingnya peran perawat ini tidak hanya terlihat dalam sektor industri, tetapi juga di lingkungan keluarga. Perawat di Cilegon, menurut drg. Hj. Ratih, sering kali menjadi tenaga medis pertama yang dihubungi oleh masyarakat ketika anggota keluarga sakit. Mereka tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga memberikan dukungan emosional bagi pasien dan keluarganya.
“Perawat sering menjadi sumber informasi yang dapat diandalkan oleh masyarakat. Mereka memberikan penjelasan tentang kondisi pasien, memberikan nasihat tentang cara merawat yang sakit, serta mendampingi keluarga pasien dalam situasi yang penuh tekanan,” ujar drg. Hj. Ratih.
Namun, meskipun peran perawat sangat penting, seringkali profesi ini kurang mendapat apresiasi yang layak. drg. Hj. Ratih menyoroti bahwa seringkali perhatian yang diberikan kepada perawat lebih kecil dibandingkan dengan tenaga medis lainnya, seperti dokter. Padahal, tanpa perawat yang berdedikasi, pelayanan kesehatan tidak akan berjalan dengan baik.
“Perawat adalah ujung tombak pelayanan kesehatan. Mereka bekerja keras untuk memastikan pasien mendapatkan perawatan terbaik. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita memberikan perhatian lebih terhadap perawat, baik dalam hal kesejahteraan maupun pengakuan atas kontribusi mereka yang luar biasa,” tutup drg. Hj. Ratih.
Pandangan dari Dinas Kesehatan Kota Cilegon ini mengingatkan kita akan pentingnya memberikan apresiasi yang lebih terhadap profesi perawat. Perawat adalah garda terdepan dalam menjaga kualitas kesehatan di masyarakat, terutama di kota industri seperti Cilegon. Di balik setiap tindakan medis yang dilakukan, ada dedikasi besar dari para perawat yang tanpa lelah melayani masyarakat dengan penuh perhatian dan keahlian.
.Redaksi JURNAL KUHP























