CILEGON,JURNLAKUHP.COM – Puluhan nelayan di Tanjung Peni, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, melakukan aksi gotong royong mengeruk jalur keluar-masuk perahu akibat kondisi pangkalan yang semakin dangkal. Mereka terpaksa menyewa alat berat longarm agar bisa tetap melaut.
Aksi ini menjadi bentuk kekecewaan terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Cilegon yang dianggap abai terhadap penderitaan nelayan. Wakil Ketua Rukun Nelayan Tanjung Peni, Supiyandi, menegaskan bahwa pendangkalan diduga kuat akibat aktivitas industri, termasuk penutupan aliran sungai, pembuangan limbah lumpur, dan penumpukan sampah.
Nelayan mendesak DPRD segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang terbukti merusak lingkungan. Mereka juga menagih janji kampanye Wali Kota Robinsar, yang dianggap tidak ditepati sejak menjabat.
Selain pendangkalan, nelayan juga mengeluhkan pencemaran limbah industri yang semakin serius. Jika tidak ada tindakan nyata dari Pemkot dan DPRD, mereka mengancam akan menggelar aksi protes yang lebih besar.
“Kami sudah cukup sabar. Jangan biarkan nelayan Tanjung Peni jadi korban keserakahan industri,” tutup Supiyandi.
REPORTER : Bagus ramadhan
EDITOR : Jurnalkuhp.com
























