CILEGON, JURNALKUHP.COM — Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimanfaatkan sejumlah elemen masyarakat Cilegon untuk menyampaikan aspirasi mengenai penguatan keterlibatan sumber daya manusia lokal dalam tata kelola industri strategis nasional.
Perwakilan Tokoh Muda Cilegon, M. Ibrohim Aswadi, mengatakan masyarakat Cilegon tengah mempersiapkan penyampaian surat kepada Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) menjelang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan Group.
Surat tersebut akan membawa Maklumat Bersama Masyarakat Cilegon yang berisi aspirasi agar putra-putri terbaik Cilegon yang memiliki kompetensi, integritas, pengalaman dan memenuhi ketentuan yang berlaku memperoleh kesempatan yang adil untuk mengikuti proses nominasi dan seleksi dalam jajaran tata kelola PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan Group.
“Di HUT RI yang ke-81 tahun ini, dan menjelang RUPS Krakatau Steel, kami akan berkirim surat ke BP BUMN dengan tembusan ke Presiden dan pihak terkait. Ini merupakan aspirasi masyarakat Cilegon mengenai usulan pemberian kesempatan untuk putra-putri terbaik Cilegon duduk di jajaran komisaris Krakatau Steel dan Group,” ujar M. Ibrohim Aswadi, Senin (17/8/2026).
M. Ibrohim menegaskan, aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak dimaksudkan sebagai permintaan hak istimewa berdasarkan faktor kewilayahan.
Menurutnya, masyarakat justru ingin mendorong agar proses seleksi tetap mengedepankan meritokrasi, profesionalitas, kompetensi, integritas dan independensi.
Karena itu, putra-putri Cilegon yang diusulkan tetap harus memenuhi seluruh persyaratan yang ditentukan oleh peraturan perundang-undangan dan mekanisme korporasi.
Substansi maklumat tersebut menekankan bahwa asal daerah tidak boleh menjadi alasan untuk menutup peluang talenta lokal yang secara objektif memiliki kapasitas dan memenuhi persyaratan.
“Yang kami dorong bukan pembagian kursi berdasarkan daerah, tetapi kesempatan yang adil bagi talenta terbaik Cilegon untuk masuk dalam talent pool dan mengikuti proses nominasi apabila memenuhi persyaratan,” demikian semangat yang disampaikan dalam maklumat masyarakat Cilegon.
Aspirasi tersebut juga dilandasi hubungan historis antara keberadaan Krakatau Steel dan perkembangan Kota Cilegon sebagai salah satu kawasan industri strategis nasional.
Kehadiran industri baja nasional telah membentuk ekosistem ekonomi dan industri yang luas di Cilegon. Dalam perjalanan panjang tersebut, masyarakat Cilegon hidup berdampingan sekaligus menjadi bagian dari dinamika sosial, ekonomi dan ketenagakerjaan yang berkembang bersama industri.
Masyarakat menilai hubungan tersebut memiliki nilai strategis yang perlu terus dibangun dalam semangat kemitraan dan keberlanjutan.
Di sisi lain, Krakatau Steel juga memiliki posisi strategis dalam industri baja nasional. Pada Maret 2026, Komisi VI DPR RI bersama Danantara dan BP BUMN meninjau fasilitas produksi Krakatau Steel di Cilegon sebagai bagian dari perhatian terhadap masa depan industri baja nasional. (Krakatau Steel)
Karena itu, masyarakat berharap penguatan industri nasional juga berjalan beriringan dengan pengembangan sumber daya manusia dan ekosistem ekonomi masyarakat di daerah tempat industri tersebut tumbuh.
Dalam Maklumat Bersama Masyarakat Cilegon, terdapat usulan agar BP BUMN dan pihak terkait membuka ruang pemetaan talenta atau talent mapping secara objektif, transparan dan berbasis meritokrasi.
Pemetaan tersebut diharapkan dapat mengidentifikasi profesional asal Cilegon yang memiliki pengalaman dan kompetensi di berbagai bidang, antara lain industri baja, manufaktur, engineering, hukum, keuangan, manajemen, lingkungan, ketenagakerjaan, investasi, teknologi, tata kelola perusahaan, akademik dan kewirausahaan.
Dengan adanya pemetaan yang transparan, talenta lokal diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti proses seleksi apabila dibutuhkan dan sesuai dengan persyaratan yang ditentukan.
Masyarakat juga mengusulkan agar calon Komisaris Independen asal Cilegon tetap dinilai berdasarkan persyaratan independensi, kompetensi dan ketentuan hukum yang berlaku.
Dengan demikian, gagasan keterwakilan lokal tidak dimaksudkan untuk mengurangi prinsip independensi maupun kualitas tata kelola perusahaan.
Masyarakat Cilegon berpandangan, profesional asal daerah yang memenuhi standar kompetensi dapat memiliki pemahaman lebih mendalam mengenai karakter sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Pemahaman tersebut dinilai berpotensi menjadi nilai tambah dalam membangun komunikasi antara perusahaan, pemerintah daerah dan masyarakat.
Selain itu, keterlibatan talenta lokal diharapkan dapat mendukung penguatan ekosistem industri, pengembangan local supplier, IKM, UMKM, koperasi, industri hilir serta program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Namun, seluruh gagasan tersebut tetap ditempatkan dalam kerangka kepentingan terbaik perusahaan dan pembangunan nasional.
M. Ibrohim Aswadi mengungkapkan, masyarakat Cilegon telah menyiapkan data sejumlah putra-putri terbaik daerah yang memiliki latar belakang dan pengalaman profesional.
Data tersebut disiapkan sebagai bentuk keseriusan masyarakat apabila nantinya BP BUMN maupun pihak yang memiliki kewenangan membutuhkan referensi talenta lokal untuk mengikuti proses seleksi.
“Dan kami sudah menyiapkan data-data putra-putri terbaik Cilegon apabila diperlukan, untuk mengikuti seleksi dan fit and proper Komisaris di PT Krakatau Steel Tbk dan Group,” ujarnya.
Menurutnya, kesiapan tersebut menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat tidak berhenti pada wacana, tetapi juga disertai kesiapan sumber daya manusia yang dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.
Melalui maklumat bersama tersebut, masyarakat Cilegon menyampaikan sejumlah usulan kepada BP BUMN.
Pertama, memberikan perhatian terhadap aspirasi mengenai keterlibatan SDM terbaik Cilegon dalam tata kelola PT Krakatau Steel.
Kedua, membuka kesempatan dalam proses pemetaan, nominasi dan seleksi bagi putra-putri Cilegon yang memenuhi persyaratan.
Ketiga, memberikan ruang bagi calon Komisaris Independen asal Cilegon sepanjang memenuhi seluruh ketentuan independensi dan kompetensi.
Keempat, mendorong mekanisme talent mapping lokal yang objektif dan transparan.
Kelima, mempertimbangkan aspek historis, sosial, ekonomi dan strategis Cilegon sebagai basis industri baja nasional.
Keenam, memperkuat keseimbangan antara kepentingan nasional, kepentingan korporasi dan kepentingan masyarakat daerah.
Ketujuh, membuka ruang dialog antara BP BUMN, pemegang saham atau pihak yang berwenang, manajemen PT Krakatau Steel, Pemerintah Kota Cilegon dan masyarakat.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi konteks penting bagi masyarakat Cilegon dalam menyampaikan gagasan tersebut.
Semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional.
Bagi masyarakat Cilegon, kesempatan bagi putra-putri terbaik daerah untuk berkontribusi dalam perusahaan strategis nasional dipandang sebagai bagian dari upaya memperluas ruang pengabdian dan pengembangan talenta bangsa.
Aspirasi tersebut sekaligus diharapkan dapat memperkuat hubungan antara Krakatau Steel dengan masyarakat Cilegon dalam perspektif yang lebih konstruktif, profesional dan berkelanjutan.
Akan Disampaikan kepada BP BUMN
Maklumat Bersama Masyarakat Cilegon tersebut rencananya ditujukan kepada Kepala BP BUMN Doni Oskaria di Jakarta.
Surat juga akan ditembuskan kepada Presiden Republik Indonesia, Chief Operating Officer Danantara, tokoh Cilegon-Banten, Gubernur Banten, Wali Kota Cilegon, Ketua DPRD Kota Cilegon, Direksi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dewan Komisaris PT Krakatau Steel (Persero) Tbk serta pihak terkait lainnya.
Masyarakat menegaskan bahwa penyampaian maklumat dilakukan secara demokratis dan konstruktif dengan tetap menghormati mekanisme RUPS, kewenangan organ perusahaan, peraturan perundang-undangan serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Pada akhirnya, aspirasi tersebut diharapkan menjadi masukan dalam memperluas sumber talenta nasional yang dapat berkontribusi terhadap penguatan Krakatau Steel sebagai salah satu aset strategis industri Indonesia.
(Zain/red).







































