CILEGON, JURNALKUHP.COM – Ketua Yayasan Rumah Pintar Kreasi (YRPK), Ade Maftuhi, secara khusus menyoroti ketidakhadiran Wali Kota Cilegon Robinsar dan Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo dalam kegiatan Milad ke-8 YRPK yang digelar pada Senin, 30 Maret 2026.
Ade mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengundang secara resmi kedua pimpinan daerah tersebut sejak jauh hari sebelum pelaksanaan kegiatan. Bahkan, komunikasi telah dilakukan melalui pesan pribadi serta pengiriman undangan resmi ke kantor Wali Kota.
“Saya sudah mengundang sejak 24 Februari, baik melalui chat maupun pengiriman soft copy kegiatan. Selain itu, undangan juga sudah kami kirimkan dalam bentuk hard copy ke kantor Wali Kota,” ujar Ade Maftuhi.
Meski memahami kesibukan sebagai kepala daerah, Ade menilai kehadiran Wali Kota dan Wakil Wali Kota, meskipun hanya dalam waktu singkat, memiliki makna besar bagi masyarakat, khususnya anak-anak binaan YRPK.
“Kalau pun sibuk, setidaknya bisa hadir sebentar. Itu sudah menjadi kebanggaan bagi masyarakat, terutama anak-anak yang sudah menunggu kehadiran pemimpinnya,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa ketidakhadiran tersebut menimbulkan kekecewaan, tidak hanya bagi panitia, tetapi juga masyarakat yang berharap dapat bertemu langsung dengan pemimpin daerahnya.
“Ada rasa kecewa, karena masyarakat menunggu sosok pemimpin yang mereka banggakan. Kehadiran itu penting, bukan hanya seremonial, tapi bentuk perhatian,” ungkapnya.
Ade juga menyinggung pentingnya keteladanan seorang pemimpin dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat. Menurutnya, kehadiran di tengah kegiatan sosial menjadi bagian dari contoh nyata kepemimpinan.
“Bagaimana seorang pemimpin bisa menjadi teladan jika tidak hadir di tengah masyarakatnya? Kehadiran itu adalah bentuk nyata kepedulian,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa selama delapan tahun YRPK berdiri, belum pernah ada kehadiran langsung dari Wali Kota maupun Wakil Wali Kota dalam kegiatan yang diselenggarakan yayasan tersebut, meskipun undangan telah beberapa kali disampaikan.

“Selama 8 tahun ini belum pernah hadir, baik Wali Kota maupun Wakil Wali Kota, padahal undangan selalu kami sampaikan,” ujarnya.
Ade juga mengaku sempat mendapat pertanyaan dari anak-anak binaan YRPK terkait ketidakhadiran pemimpin daerah tersebut.
“Ada anak-anak yang bertanya, ‘Wali kotanya mana?’ Itu tentu menjadi hal yang menyentuh bagi kami,” katanya.
Meski demikian, Ade menegaskan bahwa kritik yang disampaikan merupakan bentuk harapan agar ke depan terjalin hubungan yang lebih baik antara pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya dalam mendukung kegiatan sosial dan pembinaan generasi muda.
“Kami berharap ke depan Wali Kota dan Wakil Wali Kota bisa lebih hadir di tengah masyarakat. Kehadiran mereka adalah kebanggaan bagi rakyat kecil,” pungkasnya. (Zain/red).























