Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaMahkamah Agung

Ketua MA: Purnabakti Tanpa Catatan Hitam Adalah Prestasi Sejati Hakim

×

Ketua MA: Purnabakti Tanpa Catatan Hitam Adalah Prestasi Sejati Hakim

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


PADANG, JURNALKUHP.COM – Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H., memberikan pesan penuh makna saat memimpin prosesi wisuda purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Padang, H. Ade Komaruddin, S.H., M.H., pada Kamis, 24 April 2025, di Gedung Pengadilan Tinggi Padang.

Dalam sambutannya, Prof. Sunarto menekankan pentingnya integritas sebagai fondasi utama seorang hakim dalam menjalankan tugasnya di ranah peradilan. Ia menyebut integritas sebagai “garansi kepercayaan publik” dan satu-satunya warisan tak ternilai bagi seorang hakim.

20 Mei 2026,_20260530_165315_0000

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

“Purnabakti mengajarkan kita untuk selalu memiliki karakter yang kokoh dan berintegritas. Selama mengabdi di ranah peradilan, kita menyadari bahwa integritas adalah garansi bagi tumbuhnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga ini,” ujar Sunarto.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa perjuangan menjaga integritas adalah pertaruhan seumur karir seorang hakim. Mereka yang gagal dalam ujian ini harus menerima konsekuensi serius, bahkan terhenti di tengah jalan tanpa menutup pengabdiannya dengan penuh kehormatan.

“Ketika seorang hakim mampu mencapai garis akhir pengabdian tanpa meninggalkan catatan hitam, itulah prestasi sejati. Itulah mahkota kebanggaan, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi keluarganya,” tegas mantan Kepala Badan Pengawasan MA itu.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua MA juga menyampaikan apresiasi atas capaian-capaian yang ditorehkan Pengadilan Tinggi Padang. Ia menyebut pengadilan di wilayah hukum Sumatera Barat telah berhasil melaksanakan berbagai layanan modern dan berorientasi publik, seperti PTSP, e-Court, aplikasi e-BERPADU, Pos Bantuan Hukum (Posbakum), hingga sidang keliling.

“Seluruh pengadilan negeri di bawah wilayah hukum Pengadilan Tinggi Padang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam memberikan pelayanan yang transparan dan cepat, serta mendukung program prioritas nasional,” tutur Sunarto.

Ia menambahkan bahwa upaya pembinaan dan pengawasan yang dilakukan terhadap 16 pengadilan negeri di wilayah ini menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat pencari keadilan memperoleh kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan dari putusan-putusan yang dihasilkan.

Wisuda purnabakti ini menjadi penanda akhir dari perjalanan panjang H. Ade Komaruddin dalam dunia peradilan selama lebih dari tiga dekade. Ia memulai karir sebagai Calon Hakim di Pengadilan Negeri Bandung tahun 1986, dan pertama kali menjabat sebagai hakim di Pengadilan Negeri Bangko tahun 1989.

Karirnya menanjak melalui berbagai penugasan, mulai dari Hakim di PN Ciamis, Tasikmalaya, Tangerang, hingga menjadi pimpinan di PN Subang, Mempawah, Surabaya, Maros, Palembang, hingga berbagai posisi strategis di tingkat banding: Hakim Tinggi di Medan dan Bandung, Wakil Ketua PT Banda Aceh, PT Padang, dan PT Palembang, serta akhirnya menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Ambon dan Ketua PT Padang.

Dengan total masa kerja 39 tahun 3 bulan, H. Ade Komaruddin secara resmi purnabakti karena telah mencapai usia 67 tahun.

Menutup sambutannya, Prof. Sunarto menyampaikan pesan penuh haru dan refleksi. Ia mengutip satu kalimat yang menurutnya layak direnungkan oleh seluruh insan peradilan: “Sejauh apapun kita pergi, keluarga adalah sebaik-baik tempat kita kembali.”

“Kalimat ini sangat tepat untuk Bapak H. Ade Komaruddin, yang telah melanglang buana selama 39 tahun untuk mengabdi bagi negara. Kini, saatnya kembali ke pangkuan keluarga besar, membawa kebanggaan dan keteladanan,” tutup Ketua MA.

Acara wisuda ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial, para Ketua Kamar, Hakim Agung, pejabat eselon I di lingkungan MA, Gubernur dan unsur Forkopimda Sumatera Barat, para Hakim Tinggi dan Ketua PN se-wilayah hukum PT Padang, serta Ketua Umum dan Ketua Dharmayukti Karini Mahkamah Agung, juga para undangan lainnya. Suasana khidmat dan penuh penghormatan menyelimuti acara yang mengukir satu lagi babak sejarah di tubuh lembaga peradilan Indonesia.

 

.Redaksi Jurnal KUHP

Example 120x600