SERANG, JURNALKUHP.COM — Kehadiran tujuh kementerian di Desa Talaga, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten, disambut antusias oleh Kepala Desa Talaga, Embay Solihin, S.E., yang menyebut program lintas kementerian ini sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan desa.
Dalam kegiatan sosialisasi dan pemberdayaan yang berlangsung di kawasan Taman Firdaus, Selasa (20/5), Embay menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program rehabilitasi sosial dan ekonomi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat desa.
“Kami sangat berterima kasih dan merasa bangga atas kunjungan serta kepedulian pemerintah pusat. Kehadiran tujuh kementerian ini memberikan semangat baru bagi kami untuk terus bergerak maju dalam upaya pemberdayaan masyarakat,” ujar Embay.

Menurutnya, program seperti ini bukan hanya membawa bantuan fisik, tetapi juga membangkitkan optimisme warga bahwa desa mereka tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan kemiskinan dan keterbatasan akses pembangunan.
“Ini bukti bahwa desa tidak ditinggalkan. Kami merasa diperhatikan, dan ini menambah keyakinan kami untuk terus bekerja keras. Pemerintah desa siap menjadi mitra aktif, menjalankan program pemberdayaan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Embay menilai, pelibatan langsung masyarakat dalam dialog dan sosialisasi menunjukkan bahwa pendekatan pemerintah kali ini lebih humanis dan partisipatif.
“Dialog yang dilakukan hari ini sangat penting. Aspirasi warga bisa langsung didengar dan ditanggapi. Ini menjadi contoh sinergi yang baik antara pusat dan desa,” katanya.
Ia berharap, Desa Talaga dapat menjadi model pemberdayaan desa yang berkelanjutan, tidak hanya karena potensi lokal yang dimiliki, tetapi juga karena komitmen warganya untuk maju bersama.

“Kami siap menjaga keberlanjutan program ini, karena pemberdayaan tidak bisa berhenti di satu titik. Harus terus berjalan dan berkembang,” tutup Embay.
Dengan semangat kolaboratif ini, Desa Talaga kini bersiap melangkah sebagai desa percontohan dalam integrasi program sosial, ekonomi, dan pendidikan berbasis potensi lokal.
Redaksi Jurnal KUHP.























