Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Dinas Kesehatan

Keluarga Pasien Kecewa Dengan Pelayanan UGD RS Kartini di duga abaikan Keselamatan 

×

Keluarga Pasien Kecewa Dengan Pelayanan UGD RS Kartini di duga abaikan Keselamatan 

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


LEBAK, JURNALKUHP.COM – Seorang ibu hamil tujuh bulan, bernama Siti Rohmah (33), warga Kampung Cipasung, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, mengaku ditolak saat meminta pertolongan di Rumah Sakit Kartini Rangkasbitung, Senin (1/12/2025) malam.

Dalam kondisi tubuh melemah akibat asam lambung yang dideritanya kambuh, Siti justru menerima perlakuan yang dinilainya tidak manusiawi dari petugas rumah sakit.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Insiden ini terungkap dari sebuah video yang viral dan dilihat .Selasa (2/12/2025).

Kejadian tersebut berlangsung pada Senin malam sekitar pukul 19.30 WIB. Alih-alih mendapatkan pertolongan darurat, Siti mengaku justru diminta pulang oleh petugas RS Kartini dengan alasan ruang IGD penuh.

“Saya dari rumah sudah berobat ke mantri kampung. Sudah dipasang infus dua botol, tapi kondisi saya belum membaik. Karena itu saya dan suami memutuskan pergi ke rumah sakit,” ujar Siti saat ditemui di RSUD Adjidarmo, Selasa (2/12/2025).

Harapan Siti pupus begitu tiba di RS Kartini. Dalam kondisi lemas dan tengah mengandung tujuh bulan, ia mengaku tidak mendapatkan pemeriksaan awal maupun penanganan pertama.

“Saya hamil tujuh bulan, saya takut dengan kondisi janin. Tapi mereka bilang ruangan penuh. Saya bilang tidak apa-apa menunggu, asal diperiksa dulu. Tapi tetap tidak dilayani,” tuturnya lirih.

Siti mengaku sangat terpukul dan kecewa atas pelayanan RS Kartini yang dinilainya mengabaikan kondisi darurat, terlebih terhadap ibu hamil yang membutuhkan penanganan cepat.

“Jelas saya kecewa. Tadinya saya pikir bisa diperiksa dulu, karena saya takut terjadi sesuatu pada janin,” katanya.

Usai ditolak, Siti dan suaminya bergegas menuju RSUD Adjidarmo. Di rumah sakit tersebut, ia langsung mendapat penanganan medis meski petugas juga menyebut ruang perawatan dalam kondisi penuh.

“Alhamdulillah, begitu sampai di Adjidarmo saya langsung ditangani. Padahal mereka bilang ruangan juga penuh,” ujarnya.

Hingga kini, video keluhan Siti terus beredar dan memicu kritik publik terhadap layanan kesehatan yang semestinya tidak boleh menolak pasien dalam kondisi gawat darurat.

Hingga berita ini di tayangkan Pihak RS Kartini Rangkasbitung belum memberikan keterangan resmi

 

 

Reporter : surna/tim

Editor : Hendri Redaksi biro kb lebak

Example 120x600