Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
Arsip NegaraBeritaKejaksaan Agung RIKEJAKSAAN TINGGI NEGERIKejari CilegonKinerja

Kejari Cilegon Catat Capaian Kinerja Solid Sepanjang 2025

×

Kejari Cilegon Catat Capaian Kinerja Solid Sepanjang 2025

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM — Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon menutup tahun 2025 dengan catatan kinerja yang dinilai solid dan progresif di berbagai bidang penegakan hukum. Kepala Kejaksaan Negeri Cilegon, Virgaliano Nahan, S.H., LL.M., melalui Kepala Seksi Intelijen Nasruddin, S.H., M.H., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif yang berorientasi pada kepastian hukum, pelayanan publik, serta pemulihan keuangan negara.

WhatsApp Image 2025-11-30 at 22.36.21 (3)
WhatsApp Image 2025-11-30 at 22.36.21
WhatsApp Image 2025-11-30 at 22.36.21 (2)
WhatsApp Image 2025-11-30 at 22.36.21 (1)

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Dalam keterangannya pada Rabu (31/12/2025), Nasruddin menjelaskan bahwa sepanjang 2025 Kejari Cilegon tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan dan edukasi hukum kepada masyarakat.

Penguatan Edukasi dan Pencegahan di Bidang Intelijen

Pada Bidang Intelijen, Kejari Cilegon melaksanakan 28 kegiatan penerangan hukum bagi instansi pemerintah, BUMN, dan BUMD. Selain itu, program penyuluhan hukum kepada masyarakat dan generasi muda juga terus digalakkan melalui Jaksa Menyapa, Jaksa Masuk Sekolah, serta Jaksa Sahabat Guru. Langkah ini dipandang sebagai strategi preventif untuk membangun kesadaran hukum sejak dini.

“Pencegahan merupakan fondasi penting dalam penegakan hukum. Edukasi hukum kami arahkan agar masyarakat memahami hak dan kewajibannya, sehingga potensi pelanggaran dapat ditekan,” ujar Nasruddin.

Kinerja Tindak Pidana Umum Relatif Optimal

Di Bidang Tindak Pidana Umum (Pidum), Kejari Cilegon menangani ratusan perkara dengan tingkat penyelesaian yang tinggi. Pada tahap penuntutan, seluruh 225 perkara yang ditangani berhasil diselesaikan. Eksekusi badan dan barang bukti juga menunjukkan kinerja signifikan, termasuk penerapan Restorative Justice pada perkara tertentu sebagai bentuk keadilan yang berorientasi pada pemulihan.

Pemulihan Kerugian Negara Jadi Sorotan di Pidana Khusus

Sementara itu, Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) mencatat capaian penting dalam pemulihan kerugian keuangan negara. Sepanjang 2025, total kerugian negara berdasarkan putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap mencapai sekitar Rp1,39 miliar, sementara nilai yang berhasil dikembalikan ke kas negara mencapai lebih dari Rp5,12 miliar.

Capaian ini menunjukkan adanya efektivitas penanganan perkara korupsi dan tindak pidana khusus lainnya, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan.

Peran Strategis Datun dan Pemulihan Aset

Di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Kejari Cilegon berperan aktif memberikan pendampingan hukum, legal opinion, serta pertimbangan hukum kepada instansi pemerintah dan BUMD. Selain itu, pada Bidang Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti, Kejari Cilegon berhasil menangani dan menyelesaikan sebagian besar perkara pengelolaan barang rampasan.

Komitmen Pelayanan Publik dan Transparansi

Nasruddin menambahkan, capaian tersebut dibarengi dengan upaya peningkatan kualitas layanan publik. Hal ini tercermin dari indeks kepuasan masyarakat pada berbagai layanan kejaksaan, mulai dari konsultasi hukum, pelayanan perkara, hingga pengelolaan barang bukti.

“Kami berkomitmen menjaga profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap lini kerja. Evaluasi internal akan terus dilakukan agar kinerja Kejari Cilegon ke depan semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan capaian ini, Kejaksaan Negeri Cilegon menegaskan perannya sebagai institusi penegak hukum yang tidak hanya tegas dalam penindakan, tetapi juga konstruktif dalam membangun kesadaran hukum dan kepercayaan publik.

 

Redaksi.

Example 120x600