Lebak, JURNALKUHP.COM — Gerakan Aksi Moral Mahasiswa (GAMMA) Kabupaten Lebak Provinsi Banten menggelar audiensi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak terkait program bantuan Pembangunan Irigasi Tersier yang bersumber dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Tahun Anggaran 2026.
Audiensi tersebut dilakukan GAMMA sebagai bentuk fungsi kontrol sosial terhadap pelaksanaan program pembangunan yang menggunakan anggaran negara, khususnya pembangunan infrastruktur irigasi yang memiliki peran strategis dalam mendukung produktivitas pertanian dan kepentingan masyarakat.
Ketua Umum GAMMA, Ahmad Hudori, menyampaikan bahwa pihaknya menemukan adanya indikasi dugaan kuat pekerjaan pembangunan irigasi tersier dikerjakan asal jadi tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebagaimana seharusnya menjadi acuan dalam pelaksanaan pekerjaan agar hasil pembangunan berkualitas. Rabu/26/8/2026)
”Menyangkut program yang menggunakan anggaran negara dan diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat khususnya petani, maka pekerjaan tidak boleh asal jadi.
Dalam hal ini kami menilai indikasi dugaan kuat realisasi pembangunan irigasi tersier dari Kementerian Pertanian menggunakan APBN dari tahun ke tahun justru dilaksanakan asal jadi bahkan jauh dari kualitas yang baik tidak sesuai spesifikasi dan ketentuan RAB” ujar Ahmad Hudori.
Menurut GAMMA, dugaan tersebut semakin menguat setelah pihaknya melakukan konfirmasi secara langsung melalui audiensi dengan Kepala Bidang P4 beserta jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Lebak.
GAMMA menilai Dinas Pertanian Kabupaten Lebak mesti bertanggungjawab, karena di duga melakukan pembiaran pembangunan dikerjakan tidak sesuai spesifikasi dan ketentuan RAB. Untuk itu GAMMA akan menggelar aksi demonstrasi di kantor Dinas Pertanian mengingat Dinas Pertanian Kabupaten Lebak bertanggung jawab terhadap monitoring dan /atau pengawasan pelaksanaan pembangunan
“Kami tidak ingin program bantuan pemerintah yang seharusnya memberikan manfaat jangka panjang bagi petani justru menghasilkan bangunan yang cepat rusak karena diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi.
Atas dasar hasil audiensi dan temuan. Kami GAMMA akan menindaklanjuti persoalan ini melalui aksi demonstrasi di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Lebak.” Tegas Hudori
Red







































