TESSO NILO, JURNALKUHP.COM – Sebuah video yang diunggah akun TikTok @andre_sinaga.06 pada 26 Juni 2025 viral di media sosial dan menimbulkan keprihatinan publik. Video tersebut kemudian diterima Redaksi Jurnal KUHP dari salah satu anggota grup WhatsApp pada 5 Juli 2025. Dalam rekaman itu, tampak ribuan anak sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang terancam tidak dapat melakukan daftar ulang sekolah.

Menurut keterangan warga dalam video tersebut, sekitar 11.000 kepala keluarga (KK) atau diperkirakan mencapai 40 ribu jiwa menghadapi rencana relokasi mandiri yang harus dilakukan paling lambat 22 Agustus 2025. Kebijakan relokasi ini disebut sebagai upaya untuk menyediakan habitat yang lebih layak bagi sekitar 80 ekor gajah liar yang menghuni kawasan TNTN.
Penggusuran tersebut tidak hanya mengancam keberadaan rumah dan kebun milik warga, tetapi juga bangunan sekolah tempat ribuan anak menuntut ilmu. Jika mereka harus pindah, jarak sekolah terdekat di luar kawasan TNTN mencapai sekitar 20 kilometer, yang menjadi kendala serius bagi keluarga berpenghasilan rendah.
Keterangan Warga dan Suara Netizen
Sejumlah warga yang terekam dalam video viral tersebut menyampaikan kegelisahannya:
“Bagaimana nasib anak-anak kami? Mau sekolah di mana mereka nanti?” keluh seorang warga.
“Kami tinggal di sini sudah puluhan tahun, tiba-tiba diminta pindah begitu saja,” ujar warga lain.
Di media sosial, muncul ribuan komentar warganet yang menyuarakan empati sekaligus keprihatinan. Beberapa di antaranya:
- “Konservasi penting, tapi masa depan anak-anak juga penting,” tulis akun @rahma_85.
- “Pemerintah harus cari solusi yang adil dan manusiawi, bukan hanya relokasi,” komentar akun @andika_s.
- “Miris sekali, demi menyelamatkan satwa, anak-anak malah terancam putus sekolah,” tulis akun @desy_r.
Upaya Klarifikasi dan Harapan Solusi
Hingga berita ini ditayangkan, pihak pengelola Taman Nasional Tesso Nilo dan pemerintah daerah setempat belum memberikan keterangan resmi secara detail terkait rencana relokasi massal dan dampaknya terhadap fasilitas pendidikan. Redaksi Jurnal KUHP terus berupaya menghubungi pihak berwenang guna mendapatkan penjelasan lebih lengkap dan seimbang.
Sebagai media yang memegang teguh kode etik jurnalistik, Redaksi Jurnal KUHP menghimbau agar semua pihak, baik pemerintah, pengelola kawasan, maupun organisasi kemanusiaan, duduk bersama mencari solusi yang adil dan manusiawi. Perlindungan satwa liar memang penting, tetapi masa depan pendidikan anak-anak yang telah lama menjadi bagian dari kawasan tersebut juga harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh.
#TNTN #AnakSekolahTergusur #TessoNilo #PendidikanUntukSemua #BeritaViral
Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan video viral, keterangan warga, dan pantauan redaksi. Kami terbuka untuk klarifikasi, konfirmasi, atau tanggapan resmi dari pihak terkait untuk pemberitaan selanjutnya, demi keberimbangan informasi sesuai amanat UU Pers dan kode etik jurnalistik.
(Red).























