KUDUS, JURNALKUHP.COM – Sudah enam bulan lamanya siswa SDN 2 Purwosari, Kecamatan Kudus, harus menjalani proses belajar di ruang darurat setelah atap ruang kelas 5 ambrol pada Februari 2025 lalu. Peristiwa tersebut tidak hanya merusak ruang kelas 5, tetapi juga berdampak pada ruang kelas 4 dan 6 di sekitarnya.
Sebanyak 46 siswa terdampak kemudian dipindahkan ke ruang lain agar kegiatan belajar tetap berjalan. Rinciannya, 19 siswa kelas 5 ditempatkan di ruang UKS, 14 siswa kelas 4 menumpang di ruang kelas 2, dan 13 siswa kelas 6 dialihkan ke ruang kelas 3. Sementara itu, siswa kelas 2 dan kelas 3 dipindahkan ke laboratorium bahasa serta perpustakaan.
Kondisi darurat tersebut menimbulkan berbagai keterbatasan. Misalnya, siswa kelas 3 harus belajar di ruang sempit yang dipenuhi inventaris buku dan perlengkapan sekolah. Suasana pengap, panas, serta berdebu menambah ketidaknyamanan selama proses pembelajaran.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, sebelumnya telah menegaskan bahwa perbaikan sekolah ini menjadi prioritas. Dana Tidak Terduga (TT) sebesar Rp422 juta disiapkan untuk memperbaiki ruang kelas yang roboh. Namun, hingga awal September 2025, proyek rehabilitasi tersebut belum juga dimulai.
Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Anggun Nugraha, menjelaskan bahwa proses perbaikan saat ini masih dalam tahap pelelangan. “Rehab sekolah kan prosesnya memang panjang, dan untuk anggaran di atas Rp400 juta memang harus melalui sistem lelang. Pertengahan September harus sudah mulai pekerjaan fisik,” terangnya, Jumat (5/9/2025).
Anggun menambahkan, dua ruang kelas yang rusak parah akan menjadi prioritas perbaikan. Nantinya, rangka atap akan diganti dengan baja ringan agar lebih kokoh dan tahan lama. Target penyelesaian rehabilitasi maksimal 90 hari, sehingga diharapkan selesai pada pertengahan Desember sebelum tahun anggaran berakhir.
Selain SDN 2 Purwosari, Disdikpora Kudus juga menangani puluhan sekolah rusak lainnya. Melalui APBD Murni 2025, perbaikan dilakukan terhadap 51 sekolah, sementara 24 sekolah lainnya diperbaiki melalui APBD Perubahan 2025. Hingga akhir Agustus, 38 sekolah telah memasuki tahap pekerjaan fisik, lima sekolah masih dalam tahap pelelangan, dan delapan sekolah lainnya dalam proses pengadaan barang dan jasa.
Dengan kondisi ini, masyarakat berharap agar proses rehabilitasi di SDN 2 Purwosari segera terealisasi, sehingga puluhan siswa dapat kembali belajar dengan nyaman dan aman di ruang kelas yang layak.
Red.























