Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BGN

Dugaan Potongan Kuku dalam Sajian Menu SPPG di Banjarsari Viral, Ormas Badak Banten Minta Evaluasi

×

Dugaan Potongan Kuku dalam Sajian Menu SPPG di Banjarsari Viral, Ormas Badak Banten Minta Evaluasi

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


LEBAK, JURNALKUHP.COM – Sajian menu dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Cilegong Ilir, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, menjadi sorotan publik setelah beredarnya foto yang diduga memperlihatkan potongan kuku manusia di dalam makanan yang disajikan kepada penerima manfaat program pemenuhan gizi.(Rabu/11//3/2026)

Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa temuan tersebut terdapat pada menu makanan yang didistribusikan oleh dapur SPPG setempat. Foto yang beredar luas di media sosial itu pun memicu berbagai reaksi dari masyarakat yang mempertanyakan standar kebersihan dan pengawasan dalam proses pengolahan makanan.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!_Segenap keluarga besar Kejaksaan Republik Indonesia mengucap
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81Indonesia Berdaulat, Adil, dan MakmurDelapan puluh satu tahun
Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Herry Hermanus Horo, S.H. beserta jajaran mengucapkan Selamat Me
Dirgahayu Republik Indonesia! 🇮🇩17 Agustus 2026 menjadi momen bersejarah peringatan HUT ke-81
Selamat Hari Kemerdekaan ke 81th Republik Indonesia17 Agustus 1945 - 2026Indonesia Berdaulat Ad
Kepala Kepolisian Daerah Banten Beserta Staf dan Jajaran MengucapkanSelamat Hari Kemerdekaan Re
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81🇮🇩Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Repub
Kapolres Cilegon AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi., S.H, S.I.K., M.Si.beserta staff dan j
Komandan Kodim 0623-Cilegon dan Ketua Persit KCK Cab XLIX Dim 0623 Cilegon beserta keluarga Bes
Kepala Kejaksaan Negeri Cilegon Febrianda Ryendra, S.H., beserta seluruh jajaran Kejaksaan Neger
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026Merdeka Sehat, Indonesia Hebat@pemkotcilegon @robin
🇮🇩 Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 🇮🇩Segenap keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebuday
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026Segenap keluarga b
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩Kemerdekaan adalah warisan yang harus kita jaga bers
🇮🇩DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA🇮🇩Keluarga Besar Dinas Sosial Kota Cilegon mengucapkan Selama (2)
Dirgahayu Republik Indonesia🇮🇩Terus melangkah bersama dan menjaga persatuan untuk mewujudkan
🇮🇩Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81 Tahun 🇮🇩Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.81 tahun I
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026Kemerdekaan adalah
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81🇮🇩Indonesia berdaulat, adil dan makmur.Mari terus bersatu

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Menanggapi hal tersebut, Ruswa Ilahi selaku Koordinator Dapil 6 Ormas Badak Banten meminta agar pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dapur SPPG yang berada di wilayah Kecamatan Banjarsari.

Menurut Ruswa, program pemenuhan gizi merupakan program yang sangat penting bagi masyarakat, khususnya bagi para penerima manfaat. Oleh karena itu, aspek kebersihan, keamanan pangan, serta standar operasional pengolahan makanan harus menjadi prioritas utama.

“Jika benar dalam sajian makanan terdapat benda asing seperti potongan kuku manusia, tentu ini sangat memprihatinkan. Program pemenuhan gizi seharusnya dijalankan dengan standar kebersihan yang ketat karena menyangkut kesehatan penerima manfaat,” ujar Ruswa Ilahi kepada wartawan.

Ia juga meminta pihak pengelola dapur SPPG serta instansi terkait untuk segera melakukan klarifikasi dan investigasi atas kejadian tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Selain itu, Ruswa menegaskan bahwa pengawasan terhadap dapur SPPG perlu diperketat, mulai dari proses pengolahan, pengemasan hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat.

“Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh. Jangan sampai program yang tujuan awalnya baik justru menimbulkan masalah baru karena kelalaian dalam menjaga standar kebersihan dan kualitas makanan,” tegasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh wartawan melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp, seseorang berinisial N yang diduga mengetahui atau berkaitan dengan pengelolaan dapur SPPG tersebut belum memberikan tanggapan atau respon hingga berita ini diturunkan.

 

Reporter : tim

Editor : Redaksi biro kb Lebak

Example 120x600