Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaRubrik Opini

DPR Jadi Sarang Mafia dan Bandit Intelektual, Rakyat Kecil Jadi Korban

×

DPR Jadi Sarang Mafia dan Bandit Intelektual, Rakyat Kecil Jadi Korban

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


JURNALKUHP.COM – Ilustrasi seorang iblis bertanduk yang duduk di singgasana DPR dengan karung besar bertuliskan korupsi bukanlah sekadar karya satir. Itu adalah cermin kenyataan pahit yang dirasakan rakyat hari ini. Lembaga yang seharusnya menjadi rumah aspirasi, justru berubah menjadi simbol kerakusan, tempat bersemayamnya mafia politik dan bandit intelektual.

Di bawah singgasana emas itu, rakyat kecil tergambar kurus, lusuh, dan tertindas. Mereka melambangkan mayoritas warga bangsa yang setiap hari berjuang demi sesuap nasi, namun tak pernah merasakan keadilan sosial yang dijanjikan konstitusi. Kekayaan negara yang semestinya dinikmati rakyat, justru digadaikan, dirampas, dan dikuras habis oleh segelintir elit.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!_Segenap keluarga besar Kejaksaan Republik Indonesia mengucap
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81Indonesia Berdaulat, Adil, dan MakmurDelapan puluh satu tahun
Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Herry Hermanus Horo, S.H. beserta jajaran mengucapkan Selamat Me
Dirgahayu Republik Indonesia! 🇮🇩17 Agustus 2026 menjadi momen bersejarah peringatan HUT ke-81
Selamat Hari Kemerdekaan ke 81th Republik Indonesia17 Agustus 1945 - 2026Indonesia Berdaulat Ad
Kepala Kepolisian Daerah Banten Beserta Staf dan Jajaran MengucapkanSelamat Hari Kemerdekaan Re
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81🇮🇩Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Repub
Kapolres Cilegon AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi., S.H, S.I.K., M.Si.beserta staff dan j
Komandan Kodim 0623-Cilegon dan Ketua Persit KCK Cab XLIX Dim 0623 Cilegon beserta keluarga Bes
Kepala Kejaksaan Negeri Cilegon Febrianda Ryendra, S.H., beserta seluruh jajaran Kejaksaan Neger
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026Merdeka Sehat, Indonesia Hebat@pemkotcilegon @robin
🇮🇩 Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 🇮🇩Segenap keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebuday
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026Segenap keluarga b
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩Kemerdekaan adalah warisan yang harus kita jaga bers
🇮🇩DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA🇮🇩Keluarga Besar Dinas Sosial Kota Cilegon mengucapkan Selama (2)
Dirgahayu Republik Indonesia🇮🇩Terus melangkah bersama dan menjaga persatuan untuk mewujudkan
🇮🇩Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81 Tahun 🇮🇩Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.81 tahun I
🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026Kemerdekaan adalah
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81🇮🇩Indonesia berdaulat, adil dan makmur.Mari terus bersatu

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

DPR dan Politik Transaksional

Hari ini, publik semakin sadar bahwa banyak produk hukum yang lahir dari DPR lebih berorientasi pada kepentingan segelintir kelompok dibanding kebutuhan rakyat. Undang-undang dibuat bukan atas dasar nurani, melainkan hasil kompromi politik dan pesanan pemodal. Inilah wajah demokrasi yang terjebak dalam politik transaksional, di mana suara rakyat hanya menjadi alat legitimasi.

Tidak berlebihan jika masyarakat menilai DPR telah kehilangan rohnya sebagai penjaga kedaulatan rakyat. Ia berubah menjadi pasar besar, tempat kepentingan diperjualbelikan.

Rakyat Kian Terjepit

Kesenjangan antara rakyat dan wakilnya makin nyata. Sementara rakyat kian terhimpit oleh harga pangan yang melonjak, biaya hidup yang tinggi, serta akses pendidikan dan kesehatan yang semakin mahal, sebagian wakil rakyat justru sibuk mempertebal kantong pribadi.

Rakyat sengsara, elite berpesta. Ironi ini terus berulang dari periode ke periode, seolah menjadi pola baku dalam politik Indonesia.

Demokrasi yang Dibajak Oligarki

Kritik bahwa demokrasi kita dibajak oligarki bukanlah isapan jempol. DPR, yang semestinya menjadi benteng rakyat, justru sering bersekongkol dengan kepentingan modal. Janji politik di masa kampanye hanyalah gula-gula, yang segera berubah menjadi racun setelah kursi kekuasaan digenggam.

Ibarat iblis politik, sebagian wakil rakyat hanya tahu cara menghisap darah rakyat tanpa pernah memikirkan penderitaan yang ditinggalkan.

Saatnya Rakyat Bangkit

Opini ini adalah seruan agar rakyat tidak tinggal diam. Diam berarti menyerahkan sepenuhnya kekuasaan kepada segelintir elit untuk terus mempermainkan nasib bangsa. Demokrasi sejati hanya bisa tumbuh jika rakyat berani bersuara, mengawasi, dan menuntut akuntabilitas wakil yang dipilihnya.

DPR bukanlah milik segelintir orang, melainkan milik seluruh rakyat Indonesia. Dan rakyat harus menagih kembali haknya, agar lembaga ini tidak selamanya menjadi sarang mafia dan bandit intelektual yang merampok masa depan bangsa.


Catatan Redaksi:
Tulisan ini adalah opini penulis yang juga merefleksikan kegelisahan publik atas arah demokrasi Indonesia hari ini. Kritik adalah hak rakyat, dan suara rakyat adalah sumber sah dari segala legitimasi kekuasaan.

Oleh: Zainal Mutakin, Pimpinan Redaksi Jurnal KUHP

Example 120x600