Scroll untuk baca berita
Example 120x600
Example 120x600
BeritaKesehatanPendidikan

Dinkes Cilegon Terapkan PHBS-GERMAS Lewat Program Birokrat Mengajar, Dukung Program 100 Hari Wali Kota Cilegon

×

Dinkes Cilegon Terapkan PHBS-GERMAS Lewat Program Birokrat Mengajar, Dukung Program 100 Hari Wali Kota Cilegon

Sebarkan artikel ini

Salinan konten sosmed agustusan
Salinan konten sosmed agustusan (3)
Iklan HUT RI 80 Advokat (2)
Iklan HUT RI 80 Advokat (3)
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.33.38
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.57.37
WhatsApp Image 2025-08-15 at 05.15.31
IMG-20250817-WA0170


CILEGON, JURNALKUHP.COM – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Hj. Ratih Purnamasari, M.K.M., menyambut antusias keikutsertaan pihaknya dalam program Birokrat Mengajar yang digelar serentak di sejumlah SMP Negeri di Kota Cilegon pada Senin, 14 April 2025.

Program ini merupakan bagian dari 100 hari kerja Wali Kota Robinsar dan Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo. Mengusung semangat kolaboratif, program ini melibatkan delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon. Dalam pelaksanaannya, para pejabat publik turun langsung ke ruang kelas untuk menyampaikan materi selama dua jam pelajaran.

dindikbud
dinsos
baznas cilegon

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. Beserta Staf dan Jajaran Mengucapkan Dirgahayu K.heic

Ditemui usai mengajar di salah satu sekolah, Ratih menyampaikan bahwa program ini menjadi momen berharga bagi Dinas Kesehatan untuk menanamkan nilai-nilai penting tentang kesehatan sejak usia remaja.

“Kami sangat senang diberikan kesempatan untuk terlibat dalam program Birokrat Mengajar ini. Materi yang kami sampaikan disesuaikan dengan usia siswa SMP, khususnya terkait bahaya rokok. Harapan kami, melalui edukasi ini, siswa dapat lebih sadar akan dampak buruk rokok dan dapat menekan angka perokok pemula di Kota Cilegon,” ujarnya.

Lebih dari sekadar penyuluhan tentang bahaya merokok, Dinkes juga menyampaikan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah. PHBS di sekolah mencakup delapan indikator penting yang harus dijalankan secara konsisten:

  1. Aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari
  2. Cuci tangan pakai sabun di bawah air mengalir
  3. Menimbang berat dan tinggi badan secara berkala (UKS)
  4. Menyediakan tempat sampah tertutup
  5. Menerapkan kawasan tanpa rokok
  6. Pemberantasan sarang nyamuk
  7. Ketersediaan jamban sehat
  8. Adanya kantin sehat di sekolah

“Semua ini bukan hanya slogan, tetapi kebiasaan yang harus dibentuk sejak dini. Ketika siswa terbiasa hidup bersih dan sehat, maka kualitas hidup mereka pun akan meningkat,” terang Ratih.

Ia juga menekankan pentingnya GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) yang meliputi:

  1. Melakukan aktivitas fisik
  2. Mengonsumsi sayur dan buah
  3. Tidak merokok
  4. Tidak mengonsumsi alkohol
  5. Memeriksa kesehatan secara rutin
  6. Membersihkan lingkungan
  7. Menggunakan jamban sehat

Dalam kesempatan tersebut, Ratih tak lupa mengedukasi tentang pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit menular seperti HIV/AIDS, TBC, dan DBD (Demam Berdarah Dengue). Ia menegaskan bahwa edukasi sejak dini sangat penting agar siswa tidak hanya paham bahaya penyakit tersebut, tetapi juga tahu cara pencegahannya.

“Penyakit seperti TBC dan DBD masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Untuk itu, kami ajarkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tidak membiarkan genangan air, serta segera memeriksakan diri jika merasa gejala batuk lebih dari dua minggu atau demam tinggi yang tidak kunjung turun,” jelasnya.

Ratih juga memberikan perhatian khusus kepada siswa perempuan dengan menyampaikan pentingnya mengonsumsi tablet tambah darah secara rutin.

“Remaja putri harus minum tablet tambah darah setiap minggu. Jangan tidak diminum. Itu penting untuk mencegah anemia dan sebagai persiapan jika suatu saat menikah dan hamil, agar tidak terjadi perdarahan saat melahirkan dan bayinya juga sehat,” pesan Ratih penuh empati.

Menurutnya, edukasi seperti ini lebih efektif bila disampaikan langsung oleh pihak yang kompeten di bidangnya. “Ketika informasi disampaikan langsung oleh ahlinya, efeknya jauh lebih kuat. Kami berharap apa yang kami tanamkan hari ini bisa menjadi bekal bagi anak-anak dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan mereka,” tambahnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para kepala sekolah, guru, dan siswa. Mereka merasa terinspirasi dan mendapatkan wawasan baru yang praktis dan bermanfaat.

Dinkes Kota Cilegon berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin, bahkan diperluas hingga ke jenjang Sekolah Dasar, agar kesadaran hidup sehat tertanam kuat sejak dini.

“Ini bukan sekadar program, tapi bentuk investasi untuk masa depan generasi Cilegon yang sehat, cerdas, dan tangguh,” pungkas Ratih.

.Redaksi Jurnal KUHP

Example 120x600